Jangan sekali-kali mengatakan bahwa yang merah itu putih atau hijau, lantaran menyukai warna putih dan hijau. Dan kita semua pasti mengerti seluruh warna dengan jelas jika kita memang tidak buta warna.
Lebih baik katakan dengan benar warna apa yang nampak, dan katakan bahwa dirimu tidak menyukainya.
Sebab masalah rasa suka dan tidak, sama sekali tidak ada kaitannya dengan apa yang kamu lihat.
Namun akhir-akhir ini sering terjadi lantaran ketidak sukaan terhadap warna yang ada, lantas dipaksakan bahwa warnanya adalah sesuai dengan seleranya. Dan banyak orang yang ketawa dan banyak pula orang-orang yang ribut dan tegang lantaran sudah terakumulasi menjadi wabah nasional hanya karena perdebatan didalam menyebut warna. Padahal ada diantara golongan orang-orang tersebut yang tidak memiliki kapasitas untuk ikut menikmati warna yang ada. Ya kemungkinan besar saat ini lagi musimnya terkena #buta_warna_didalam_rasa. Sehingga banyak orang yang sudah tepat menyebut warnanya , malah Jadi ragu apakah yang disebut itu benar. Serta percaya apa yang dikatakan orang lain yang buta warna.
Dan jika hal ini berkelanjutan akan terjadi perubahan didalam diri yang akan merugikan diri sendiri, dimana akan membuat hati tidak lagi berfungsi.
Dan saya menganggap semua ini merupakan sesuatu yang lucu serta membuat ketawa. Bayangkan, semua orang di Indonesia bahkan mungkin didunia terfokus hanya pada 2 sosok manusia di pusat ibukota negara. Semua saling berdebat, saling mencaci atau memuji, melupakan tugasnya sendiri.
Jika dirimu ingin menyebut warna secara benar, bukalah kacamata yang menutupi hatimu.Walaupun kacamata itu indah, tetapi telah membuat hatimu menjadi buta.
#Edisi_khusus_03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar