Jika dirimu sedang sakit hati atau kecewa terhadap sesuatu, janganlah berinteraksi dengan orang lain, dan bersembunyilah dahulu dari siapapun sampai perasaan negatif itu telah hilang dari dirimu. Mengapa?
Karena dalam keadaan demikian, dirimu masih dalam keadaan tidak normal atau dalam keadaan tidak sadar terhadap unsur jati diri kemanusiaanmu.
Sehingga ketika dirimu sakit hati dan kecewa, kemudian berinteraksi sosial, tentu akan ada kecenderungan untuk menceritakan rasa sakit hati dan kecewa itu pada orang lain. Baik menyampaikan lewat ungkapan kata, maupun berupa tulisan didalam media.
Dan apapun ucapanmu itu, akan tercatat kuat didalam ingatan orang-orang yang mendengar atau membaca semua keluhanmu. Dan bisa jadi pula, orang lain yang memiliki rasa kecewa dan sakit hati akan terakumulasi didalam keluhan yang sama. Karena sama-sama tidak dalam keadaan sadar, yang kemudian secara tidak sadar pula akan saling menjadikan virus pada orang lain yang masih berada didalam kesadaran. Terlebih lagi jika dirimu sebagai seorang pemimpin kaum.
Kemudian, apakah yang terjadi jika dirimu dimintai nasehat serta saran pada orang-orang yang suka mengeluh? Padahal dirimu juga merupakan golongan yang mudah sakit hati dan kecewa serta suka pula mengeluh?
Sudah barang tentu dirimu pasti akan mengatakan " jangan mudah mengeluh, dan jangan mudah berputus asa, serta hal-hal lain yang bersifat positif penuh semangat". Mengapa?
Karena sesungguhnya segala sesuatu yang mudah diingat ; adalah segala sesuatu yang pernah atau selalu dialaminya sendiri setiap dirinya kecewa dan sakit hati juga melakukan hal yang sama.
Lalu bagaimana tanggapan orang lain yang mendengar nasehat seperti itu? Tentu akan kebingungan dan menjadi tanda tanya besar, karena segala nasehat yang diungkapkan, adalah lebih tepat diperuntukkan bagi dirinya sendiri. Mengapa??
Karena, sesungguhnya orang yang memberikan nasehat itu malah lebih sering kali mengeluh, sering kali menyalahkan pihak lain ketika mengalami permasalahan.
Oleh karena itu jika kita melihat orang-orang seperti gambaran diatas, berhati-hatilah; sebab orang yang demikian itu merupakan contoh dari orang-orang yang mudah berkata, tetapi tidak sesuai dengan apa yang dikatakan. Dan merupakan perlambang dari orang yang lebih mementingkan egonya dibandingkan dengan kebermanfatan dari apa yang diungkapkan. Serta, senantiasa mencari #pembenaran dibandingkan #kebenaran terhadap solusi apa yang harus dijadikan suatu tindakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar