Setiap orang tentu pernah #berbohong didalam hidupnya. Terutama ketika menghadapi sesuatu atau sedang berbuat sesuatu hal yang tidak ingin diketahui orang lain biasanya orang akan berbohong. Hal itu tidak masalah, apalagi jika mengakibatkan kehancuran bagi orang lain jika dirinya jujur. Terkecuali jika memang karena ada keterkaitan dengan hak dan kewenangannya harus jujur, terlebih lagi jika apa yang disampaikan akan berakibat fatal terhadap keputusan yang diambilnya.
Adapun #fitnah pasti akan merugikan orang lain. Apapun alasannya fitnah ini amat fatal akibatnya dan bisa membuat orang-orang akan bertengkar, bisa membuat orang-orang akan mudah menuduh dan bertindak keji pada orang-orang lain demi keuntungannya sendiri, sehingga ada istilah bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Orang yang berbohong belum tentu memfitnah. Tapi orang yang memfitnah pasti berbohong dan pasti merugikan bahkan ada kans untuk menghancurkan orang lain.
Namun demikian, kita sebisanya janganlah mudah untuk berbohong walaupun tidak merugikan orang lain. Akan tetapi sedikit banyak akan merugikan dirinya sendiri. Dan nantinya dengan kebohongan itu akan tertuntun untuk menghancurkan diri sendiri. Jika sudah terbiasa berbohong dan sudah tahu merugikan diri sendiri maka lambat laun bisa tertuntun untuk memfitnah orang lain.
Jika orang sudah termakan oleh api fitnah, ada kalanya akan menyalahkan orang lain. Terutama untuk menutupi rasa malunya. Mengapa? Karena pada umumnya secara naluri seseorang tidak ingin disebut ahli fitnah. Terkecuali jika urat malunya sudah putus, maka akan biasa-biasa saja untuk mencari hal-hal lain yang negatif pada orang lain, terutama yang dibencinya.
Untuk menghindari kebohongan dan fitnah, perbanyaklah untuk membaca dan berpikir serta mengurangi untuk menilai orang lain. Dengan begitu kita akan tertuntun untuk diam jika tidak tahu permasalahannya, serta akan banyak hikmah yang dihasilkan untuk menata kehidupan kita menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar