Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 15 Oktober 2018

ANTARA SOEKARNO DAN JOKOW

Kita tahu bahwa SOEKARNO adalah presiden pertama Republik Indonesia yang sekaligus merupakan proklamator yang namanya telah mendunia, sekaligus merupakan penggagas Konferensi Asia Afrika. Sesuai dengan namanya  SOEKARNO adalah seorang orator ulung. Soe= baik; pinunjul; karno =telinga /pendengaran. Jika digabung menjadi pendengar yang baik.


SOEKARNO lahir tanggal 6 Juni 1901 dan meninggal tanggal 21 Juni 1970 .

Apa hubungannya dengan Jokowi yang menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 ini? 

Jika dilihat dari  siklus kalender china SOEKARNO dan JOKOWI sama-sama lahir bertanda shio kerbau logam.  SOEKARNO meninggal tanggal 21 Juni, Jokowi lahir juga pada tanggal 21 Juni 1961. 

Hari lahir JOKOWI pada Rabu Pon dimana naptu hari Rabu  ada 7 dan naptu pasaran Pon juga 7. Jika dilihat dari  tanggal Jawa  adalah tanggal 7 Sura 1893. Dan tanggal Hijriyah juga tanggal 7 Muharram 1381.

Dan beliau juga sebagai Presiden ke 7. Jadi semua didominasi oleh angka 7. Dan kita tahu bahwa angka 7 merupakan angka yang istimewa.  Mengapa? Karena jumlah hari ; jumlah warna; jumlah langit ; jumlah tangga  nada ; jumlah Cakra ; jumlah rasa ; semuanya adalah 7. Sehingga melihat kenyataan seperti diatas, tidak kaget jika Jokowi namanya  juga termasyhur sampai keseluruh dunia. Serta tidak  kaget pula jika banyak yang memuji dan banyak pula sebagian yang membenci seperti halnya SOEKARNO. 

Selanjutnya, Antara SOEKARNO dan JOKOWI sama-sama Insinyur serta memiliki kecerdasan batin yang memang merupakan ciri khas dari  shio kerbau. Terbukti para pemimpin dunia yang bershio kerbau lebih banyak berpikir secara out of the box seperti Barack Obama kelahiran tahun 1961 ( 2 kali jadi Presiden Amerika) ; Kemudian Mahattir Muhammad kelahiran 1925(kerbau kayu) yang sekarang jadi Perdana Menteri Malaysia.

Dan perlu diketahui bahwa pemilihan presiden tahun  depan adalah tanggal 17 April 2019 juga hari Rabu yang merupakan hari kelahiran JOKOWI.

Semoga menjadi bahan renungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar