Didalam bahasa jawa istilah "SONTOLOYO" adalah diperuntukkan bagi orang-orang yang pekerjaannya menggembala itik.
Istilah tersebut sering dipakai untuk menyindir orang-orang yang kebiasaannya menggunakan kesempatan didalam kesempitan.
Mengapa demikian?
Karena sebagaimana habitat itik yang suka berjalan berbaris sambil berbunyi week-week...week.. secara berjamaah. Dan dituntun serta diberi komando diarahkan oleh penggembalanya menuju pematang sawah atau sungai untuk mencari makanan. Biasanya gerombolan itik tersebut diarahkan kesawah yang sudah selesai panen. Dari pagi digiring keluar kandang dan baru sore hari digiring pulang ke kandang. Begitu seterusnya yang dilakukan setiap harinya.
Lalu mengapa dipakai untuk menyindir orang?
Itu karena sifat dari penggembala itik yang hanya mencari keuntungan tanpa modal, tetapi mendapatkan telur-telur, padahal itiknya mencari makan sendiri. Hanya tempatnya saja yang diarahkan.
Jadi, jika orang disindir dengan sontoloyo berarti orang-orang tersebut dianggap golongan orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan tanpa modal hanya dengan modal dengkul dan tongkat untuk menggiring itik - itik nya . Sedangkan ketika itiknya bertelur diambil penggembalanya. Itiknya dapat apa??? Tidak mendapat apa - apa selain petunjuk tentang dimana ada makanan, itupun dicari sendiri.
Intinya; apakah kita mau jadi sontoloyo atau menjadi itik nya.
Semoga menjadi bahan renungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar