Pernafasan itu untuk menyamakan frekuensi antara dirimu dengan alam semesta yang senantiasa hidup didalam keabadian yang terus menerus menuju perubahan serta perkembangan.
Jika sikap perilakumu yang terisi didalam nafas terjadi perbedaan dengan kehendak alam maka dirimu akan mengalami kehancuran.
Penyebutan suatu Dzat atau elemen hidup yang hanya sekedar ucapan tapi isinya tidak sama dengan yang kau ucapkan, justru akan semakin mempercepat mala petaka menimpa. Apalagi saat ini datangnya sebuah karma ataupun Dharma amat singkat, serta tiba-tiba. Sehingga penyesalan pun juga tiada artinya.
Dan laku pernafasan yang tepat didalam menyesuaikan frekuensi hanyalah dengan #energi_makna yang didalamnya mengandung #unsur_kasih dan selalu memberikan gelombang cahaya yang penuh kelembutan.
Semua itu adanya pada segumpal daging didalam dadamu yakni jantungmu sendiri. Maka barulah frekuensi mu akan sama dengan alam semesta, dan dirimu juga akan selalu dapat mengikuti kehidupan alam semesta itu sendiri.
Dan jika sikap perilakumu kasar dan bertindak sesuai kehendakmu dan bukan kehendak dari sifat jantungmu, maka yang kamu dapatkan adalah apinya yang akan membakar dirimu dan kehidupanmu. Itulah mengapa jantung itu ditaruh diantara sepasang paru-paru, supaya dirimu dapat menyesuaikan frekuensi antara alam semesta dengan jantungmu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar