Seberapa besar dirimu mencintai dan mengasihi seseorang, maka sebesar itu pula kebahagiaan yang kau rasakan. Dan jika dirimu merasa mencintai tetapi membuatmu hancur dan menderita, berarti dirimu sama sekali tidak mencintai, melainkan mengharapkan orang lain itu yang mencintaimu, dan dirimu mengalami kegagalan, lantaran hanya sebatas mencintai dirimu sendiri. Mengapa?
Bagaimana mungkin ada gelombang cinta bisa merasuk pada orang lain, jika gelombang rasa cinta itu tidak pernah sampai pada orang yang kau tuju. Dan bagaimana mungkin akan sampai jika frekuensinya tidak sama. Dan bagaimana mungkin frekuensinya akan sama jika sifat dan habitat juga tidak sama. Sehingga unsur Dzat pun tidak akan mungkin bisa merasuk kedalam sifat.
Sebagaimana dirimu menilpun seseorang, tahu - tahu signalnya mati, membuat gelombang frekuensi suara tidak pernah sampai. Akhirnya dirimu berbicara sendiri, karena gelombang suaranya tidak pernah tersambung.
Jadi, jika dirimu benar-benar mencintai dan mengasihi , pasti akan mendapatkan cinta itu sebesar yang kau berikan. karena sesungguhnya gelombang cinta itu datangnya dari dirimu sendiri yang menyatu dengan hatinya menciptakan resonansi kebahagiaan kemudian kembali kepadamu. Karena sesungguhnya cinta itu tidak mengenal duka nestapa, cinta tidak mengenal menderita. Karena sifat yang ada didalam cinta adalah bahagia ketika memberi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar