Kepanikan itu sesungguhnya dibuat supaya seseorang tidak bisa berpikir secara normal. Karena kepanikan merupakan guncangan perasaan yang akan mematikan cahaya kesadaran diri tidak berfungsi.
Sehingga akan berakibat pada matinya akal yang merupakan kemudi bagi nafsu. Jika akal tidak berfungsi bagaimana mungkin jiwa dapat mengendalikan kendaraan nafsu sesuai tujuan?
Kepanikan, lambat laun akan menghilangkan pula unsur hati sebagai penerang jalan terhadap apa yang akan dilakukan.
Dan semua kepanikan sumbernya berasal dari kebiasaan untuk memiliki sesuatu. Atau, ketakutan akan kehilangan sesuatu yang telah dimiliki. Sehingga akan membuat hatimu tidak lagi bisa memberikan cahaya bagi akal karena tertutup kerak-kerak rasa serta tidak bisa membuat dirimu berpikir cerdas dan waras.
Dan kepanikan itu diibaratkan bahwa dirimu berada didalam kegelapan yang pekat, tetapi harus tetap berjalan bahkan berlari tanpa cahaya untuk menembus kegelapan.
Oleh karena itu, jika dirimu dihinggapi kepanikan, buanglah dahulu sampah-sampah rasa itu dengan cara memberi atau saling mengasihi satu sama lain. Dengan begitu hatimu akan bergetar menciptakan vibra, yang kemudian akan pula menciptakan #gelombang_cahaya didalam rasa.
Dan jika dirimu tidak mampu untuk memberi, berbuatlah tenggang rasa atas sesama lewat perbuatan dan bukan lewat kata-kata, terlebih untuk tidak saling menyalahkan seolah dirimu yang paling benar. Dan bukan untuk menyuruh orang lain berbuat sesuatu. Melainkan berbuatlah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar