Ruang Metafisika:
Sebagaimana yang sering saya singgung pada beberapa tulisan di beberapa waktu lalu, bahwa alam semesta sedang berbenah untuk menuju pada keseimbangan dirinya. Dimana makhluk-makhluk yang ada di bumi khususnya manusia dengan kemajuan dan kecerdasan akalnya telah mengekploitasi nafsunya untuk merusak alam. Sehingga ketika kerusakan alam berada pada titik nadir, maka pada saat itulah alam semesta mengadakan perombakan pada dirinya agar alam mikro dan makro kembali seimbang. Atau, antara alam manusia dan semesta berada didalam 2 kehendak yang sama secara teratur dan terukur didalam suatu ekosistem yang sudah digariskan.
Adanya Covid-19 yang dewasa ini sedang melanda didunia; diawali Di Wuhan negara China berada pada Utara khatulistiwa( bahasa Arab) atau Equator(bahasa Inggris). Kemudian merambah ke negara - negara di selatan khatulistiwa , lalu masuk ke Indonesia yang merupakan salah satu dari 13 negara yang berada di khatulistiwa. Hal itu menandakan bahwa hampir seluruh belahan bumi terkena Covid-19 ini.
Adanya Covid-19 banyak menimbulkan kepanikan yang luar biasa bagi manusia (walaupun tidak semuanya), yang hal itu adalah merupakan test case yang dilakukan oleh alam semesta terhadap alam manusia. Sehingga dengan adanya kepanikan itu maka akan muncul watak-watak asli manusia yang selama ini banyak tertutupi oleh akal dan nafsunya. Dari tersingkapnya watak asli manusia, maka satu sama lain akan mengetahui siapa-siapa yang benar-benar perduli satu sama lain. Siapa-siapa yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan siapa-siapa yang suka adu domba, dan suka menyebarkan berita-berita bohong dan lain sebagainya. Namun yang jelas, akan terbuka segala kedoknya pada masing-masing orang. Khususnya siapa yang menggunakan hatinya akan segera saling membantu satu sama lain dengan penuh kasih, saling berderma serta muncul sifat saling tolong menolong. Kemudian akan nampak pula siapa yang menggunakan akal serta nafsunya untuk menghancurkan orang lain. Serta akan menjadi provokator, dan ikut mendramatisir permasalahan agar keadaan semakin tidak terkendali. Maka disitulah alam semesta akan melibasnya lewat Covid-19, yang memang pada dasarnya hanya semata untuk memperparah orang-orang yang mempunyai penyakit didalam hatinya.
Dan Covid-19 sifatnya adalah menggambarkan orang-orang yang suka menggunakan kesempatan didalam kesempitan tanpa memikirkan orang lain. Covid-19 sifatnya adalah menghantam pada orang-orang yang lemah pertahanan dirinya. Sedangkan bagi mereka yang kuat pertahanan tubuhnya, maka Covid-19 akan mati dengan sendirinya setelah 14 hari ketika seseorang terjangkit.
Kesimpulannya adalah; jika kita memiliki penyakit hati , segera sirna kan penyakit itu sebelum terlibas oleh adu domba dari luar diri, yang pada dasarnya adalah untuk merusak segala tatanan yang ada sehingga kita akan lupa pada jati diri. Selanjutnya, kembalilah pada jati diri bangsa dan marilah kita kembali bersatu agar terhindar oleh tipu daya siapapun juga, yang memang ingin menghancurkan Indonesia dari luar dan dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar