Ketika hari Rabu malam 09-09-2020 Gubernur DKI mengumumkan PSBB lanjutan dalam mengantisipasi covid-19 yang tiada berakhir, esok paginya perdagangan bursa efek langsung berguguran secara berjamaah. Dan justru yang terparah di Indonesia. Dan itu seringkali terjadi setiap ada issue - issue negatif. Mengapa??
Hal itu terjadi bisa karena ada unsur kesengajaan untuk membuat panik para investor saham dan menjadikan kesempatan bagi permainan para bandar saham agar para investor tanpa pikir panjang lantas menjual kepemilikan sahamnya, seolah dunia mau runtuh. Dan keadaan tersebut akan selalu berulang-ulang dilakukan jika para investor masih tetap saja menggunakan otak kiri untuk menambah pundi-pundi keuntungan nya lewat mempermainkan perasaan para investor.
Seharusnya para investor menyadari bahwa trading saham itu bukan merupakan permainan akal atau otak kiri belaka, melainkan merupakan permainan otak kanan. Jika kita selalu menggunakan otak kiri dengan berbagai macam tekhnikal dipelajari dan dikumpulkan untuk memilih saham apa yang menguntungkan atau tidak dan pada saat membeli dan menjualnya, jangan sekali-kali menggunakan akal sebab kita akan kalah dengan para bandar saham yang memang jelas-jelas menggunakan akalnya untuk mengangkat issue-issue negatif supaya para investor panik.
Terbukti saat hari Kamis kemarin para investor banyak yang menjual sahamnya sampai IHSG mengalami kehancuran dan banyak saham yang sampai dihentikan sejenak ( trading halt) karena harga sudah mengalami penurunan ke tingkat ARB. Bahkan sampai penutupan di sesi ke II pun banyak saham yang merah membara dan ARB. Itu akan membuat para bandar tersenyum bahagia.
Untuk itu jika para trader saham mengalami situasi seperti hari kemarin, jangan keburu panik. Dan tenangkan hati jangan keburu menjual sahamnya. Anggap saja bahwa apa yang ditanam itu seperti menanam padi yang membutuhkan waktu 3 bulan akan menuai. Karena memang sejujurnya didalam trading saham bukan merupakan permainan otak kiri seperti yang dilakukan para bandar yang memang menggunakan otak kirinya untuk mempengaruhi kita. Dan kita tidak akan menang melawan bandar sebab , kita akan menghadapi ribuan variabel yang harus kita pilih untuk menentukan saham apa yang liquid. Melainkan pergunakan hati dan buang seluruh tekhnik-tekhnik yang terbiasa dijadikan ajang permainan saham tersebut. Sebab tidak akan begitu berguna sama sekali pada saat ini dimana covid-19 masih melanda Indonesia. Dan gunakan hati niscaya akan mendapatkan keberkatan yang lebih baik. Karena zaman sekarang sampai tahun 2500 adalah jamannya hati.
Semoga berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar