Yang dimaksud hari Anggoro kasih itu adalah Hari Selasa Kliwon. Dan setiap hari Selasa Kliwon ( Anggara kasih), saya senantiasa menjalani laku sampai dengan hari Kamis kemarin( selama 3 hari), yang naptunya berjumlah 40.
Hal yang amat menarik bagi saya adalah adanya beberapa fenomena alam yang antara lain ; secara kebetulan planet Mars berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi.
Bagi saya, Mars dan Bumi merupakan sepasang Planet yang saling melengkapi seperti halnya suami dan istri. Bumi sering disebut sebagai Planet biru karena jika dilihat dari ruang angkasa, nampak lautan yang dikombinasikan dengan atmosfir terlihat biru. Sedangkan Mars sebagai planet merah karena yang nampak adalah logam ( besi) yang dikombinasikan dengan atmosfir sehingga nampak merah.
Jika dihubungkan antara Mars dan Bumi adalah antara logam dan air. Dimana logam merupakan wadah atau tempat, sedangkan Air merupakan isi yang ada didalam logam tersebut.
Jadi dengan adanya keberadaan Mars dan Bumi saling berdekatan pada hari Anggoro kasih, merupakan semiotika bahwa Bumi saat ini berada didalam keadaan yang kembali seperti asalnya. Dimana semua malapetaka yang ada akan segera sirna. Terlebih lagi peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2020, Yang merupakan sepasang angka kembar (20). Dan ditandai pula pada hari Sabtu tanggal 10 - 10 - 2020. Artinya apa??
Itu merupakan titik keseimbangan antara alam makro dan mikro antara Mars dan Bumi ( yang sama-sama terdiri dari 4 huruf), sama-sama planet yang berada didalam tata Surya.
Dan khusus bagi Indonesia, atau Nusantara yang dilewati oleh Garis khatulistiwa (garis tengahnya bumi) yang membelah bagian selatan dan Utara, akan menjadi pusat perhatian dunia. Mengapa?
Karena, andaikan bumi merupakan kepala manusia, Indonesia adalah merupakan otak tengah sebagai pusat jiwa yang mengendalikan otak kiri (selatan khatulistiwa);dan otak kanan( Utara khatulistiwa).
Dengan adanya fenomena alam dimana Mars dan Bumi berada pada jarak terdekatnya, merupakan pertanda bahwa seluruh dunia akan kembali menuju peradabannya masing-masing. Dan Indonesia akan menjadi sorotan dunia serta akan pula menjadi mercusuar bangsa. Hal itu dikarenakan Indonesia kaya akan peradaban dan budaya serta bahasa, termasuk flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Adapun segala peristiwa yang terjadi dewasa ini, khususnya yang bersifat negatif , sesungguhnya merupakan pertanda bahwa alam semesta telah menggunakan caranya sendiri untuk menyeimbangkan alam makro dan mikro tanpa dapat dihentikan oleh siapapun juga. Selain hanya orang-orang yang menggunakan hati nuraninya yang dapat mengikuti perubahan jaman itu sendiri. Khususnya, untuk kembali bangkit dari tidurnya yang panjang. Dan segala semiotika yang pernah ada dan telah berlalu, hanya sebatas dongeng belaka yang tidak lagi bisa dijual belikan. Selanjutnya mari kita sama-sama mencari dan membaca semiotika-semiotika baru yang masih banyak bertebaran dan tersembunyi di alam semesta.
Dan hanya dengan hati, semuanya akan didapatkan selagi Mars dan Bumi masih berada pada perihelion nya. Serta, akan banyak anugerah yang melingkupi bagi orang-orang yang berpikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar