Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 21 April 2011

KEKUASAAN DAN KEHENDAK TUHAN

Lanjutan :....

KODRAT ( KEKUASAAN / KEMAMPUAN) 
Masing-masing makhluk mempunyai kodrat( kemampuan, kekuasaan) sendiri-sendiri sejak dilahirkan, baik secara umum, maupun secara khusus. Sebagai manusia, seharusnya mencari  apa yang menjadi kodrat(kekuasaan/kemampuan,) yang ada, pada dirinya masing-masing. Termasuk segala kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing orang.  Pembentukan atau pemberian kodrat kepada manusia, telah diciptakan secara standard. Dan kodrat ini yang akan membuat seseorang berhasil atau mengalami kegagalan. Menurut hemat saya, kodrat didalam diri manusia, memiliki 2(dua) kodrat. Yakni Kodrat dasar, dan kodrat yang mudah berubah( fleksibel). Dikatakan kodrat dasar karena menyangkut kodrat tetap. Antara lain, sebagai laki-laki dan perempuan, serta bentuk karakter yang dimiliki, dan yang dibawa lahir. Karakter ini setelah dewasa  akan bercampur dengan kodrat yang mudah berubah(fleksibel). Yang saya sebut dengan Perjalanan kehidupan manusia.


Jadi, kodrat dasar manusia ini sebenarnya, hakekatnya juga berbicara tentang sifat(karakter) Tuhan itu sendiri, yang berada didalam sanubari manusia. Dan, untuk melihat kodrat dasar, hanyalah dengan otak kanan, yang dibantu indra keenam.  Sedang Kodrat yang mudah berubah(fleksibel) adalah yang mengisi keempat nafsu manusia, yang masih fitrah. Sedang Jiwa manusia sebagai pengendali, melewati panca indra. Disamping itu, kodrat ini juga berfungsi untuk menerima segala hal yang masuk dari luar tubuh, dan diteruskan kedalam Qolbu (jantung). Out put dari jantung, menghasilkan berupa suatu tindakan, yang juga melewati otak kiri. Tetapi harus lebih dahulu dipikirkan,tentang segala akibat yang mungkin timbul. Dan dari sinilah nantinya akan diketahui, apa yang disebut kesalahan, dan kesusahan, bila antara kedua kodrat tadi tidak bisa bekerja-sama. Adapun cara kerja masing-masing kodrat melalui sifat(karakter) masing-masing. Jika sifat (karakter) panca indra pada bidang yang nyata atau empirik, untuk dipikir dan menemukan solusi .Jadi, disaat menerima masalah dari luar tubuh, harus terlebih dahulu harus di-klasifikasi, sesuai dengan kategori masalah. jika masalah itu masuk kategori yang harus diselesaikan, haruslah diselesaikan lewat otak kiri. Sesuai karakter otak kiri. Yang secara otomatis memunculkan pemikiran, perencanaan, serta penyelesaian. Sedangkan masalah yang berkategori tidak dapat diselesaikan, maka menjadi tugas otak kanan. Sebagaimana karakter otak kanan yang dibantu oleh indra keenam, cara kerjanya diawali  dari impian.  Secara ilmiah, otak kiri memberikan kekuatan pada raga, berupa tenaga, dan kalori. Sedangkan otak kanan, bertugas memberikan energi yang dibutuhkan, baik positif, maupun negatif.  
IRADAT(KEHENDAK),
 adalah merupakan jalan yang ditentukan, dan dilewati Tuhan, bersama masing-masing orang, sejak manusia berada didalam kandungan, hingga kemudian meninggal dunia. Dan, jalan ini harus juga dicari, serta dijadikan warna dalam kehidupan manusia  agar lebih mudah menjalani hidup dan kehidupan di dunia. Dan, Iradat(kehendak), merupakan jembatan linier bagi manusia batin menuju  manusia raga dan Tuhan itu sendiri.Adapun cara untuk menjadikan jembatan linier antara kehendak Tuhan, dan kehendak manusia adalah dengan merenungi kehidupan masing-masing orang pada kehidupan setiap harinya. Pernahkah kita mengalami kesusahan dan penderitaan? Serta, pernahkah karena sesuatu hal, lantas emosi dan marah pada seseorang, atau pada diri sendiri? Atau, pernahkah mengalami kecelakaan kecil atau besar seperti terjatuh, sakit, dimarahi orang, kesusahan dan sebagainya. Bukankah sebenarnya disitu ada tanda( semiotika) seperti, telinga berdenging, merasa ketakutan, Jantung berdebar dan lain-lain. Siapa yang membuat, jantung berdebar dan ketakutan? Ringkasnya, apabila kita pernah mengalami keadaan tersebut diatas, sesungguhnya itu adalah merupakan pertanda, atau isyarat, akan adanya kehendak Tuhan untuk mengadakan sinerji pada kodrat yang ada pada diri manusia. Isyarat dimaksud antara lain, merupakan jawaban dari apa yang sedang dipikirkan. Dan, tidak mungkin akan ada isyarat datang, tanpa ada yang dipikir.  Yang pasti, ada kehendak  agar keinginan bisa tercapai. Jelasnya, apabila kita menghendaki sesuatu, maka akan ada petunjuk dari panca indra, atau salah satunya, apabila hal itu ada hubungan dengan otak kiri. Sedang apabila ada hubungan dengan otak kanan, maka yang muncul adalah berupa getaran jantung.
IMAN (PEDOMAN).
Untuk mengetahui sampai sejauh mana eksistensi Tuhan terhadap Perjalanan manusia, diperlukan sarana dasar yang disebut Iman (Pedoman). Sarana Iman(pedoman) ini, telah ditanamkan pada diri manusia sejak berada didalam kandungan. Yang bertujuan untu merasakan eksistensi Tuhan. Juga,  untuk memberikan petunjuk kepada manusia, agar perjalanan kehidupan didunia selalu terarah dan tidak salah jalan. Karena, dunia bukan merupakan habitat(lokus) manusia, seperti yang telah saya uraikan sebelumnya. Iman ini, telah di-program atau ditanam di otak kanan manusia. Yang berisi tentang dasar Iman(pedoman) bagi manusia, agar didalam menjalani hidup, dan kehidupannya didunia, selalu melewati arah yang benar, khususnya terhadap visi dan misi sebagai manusia. Iman ini harus selalu ditaati. Kalau tidak, manusia akan mengalami kecelakaan, dan kesusahan. Bagaikan orang yang sedang berlayar samudra, tetapi tidak punya pedoman, dan tidak tahu arah angin, tidak memiliki kompas, tidak ada kemudi, atau kendali, akhirnya kapal yang kita naiki tidak tahu arah,  kesasar, dan tidak akan sampai ketujuan.
YAKIN(PERCAYA),
Iman seseorang  tidak akan jalan, serta tidak ada artinya, apabila tidak ada Yakin(percaya). Karena, antara Iman dan yakin, merupakan satu ikatan yang saling  berhubungan, serta tidak bisa dipisahkan. Apabila salah satu diantaranya, seseorang tidak akan bisa bekerja dengan baik. Tanpa Iman( pedoman), hidup ini akan diarahkan kemana? Begitu pula tanpa Yakin (percaya), lalu hidup dan kehidupan manusia ini akan diarahkan kemana? Dan targetnya seperti apa? Jadi, keduanya merupakan sarana yang saling isis mengisi, karena letak Yakin(percaya) berada di otak kiri manusia.  Hal ini karena berkaitan dengan akal dan pikiran, yang mempunyai tugas untuk mengambil langkah yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan. 
Dengan mengenal 2(dua) criteria tentang Iman dan yakin, serta hubungan diantara keduanya, kita tinggal melatih keduanya dengan perbuatan nyata dan factual, yakni mulai sekarang sudah harus memulai memberikan suatu klasifikasi terhadap masalah yang ada. Khususnya dalam melatih fungsi otak kanan melalui cara sebagai berikut;Tentukan, apa yang menjadi kehendak, dan kapan waktu paling lama, agar kehendaknya bisa berhasil. Dan apa yang menjadi alasan kuat agar kehendak dan harapannya berhasil. Serta, jadikan kehendak itu memang merupakan kebutuhan, dan bukan keinginan. Heningkan pikiran, kemudian sampaikan apa yang menjadi kehendak, pada diri sendiri, atau kepada Tuhan, sesuai dengan agama atau yang menjadi kepercayaan masing-masing. Dan  harus yakin(percaya) bahwa yang dibutuhkan akan tercapai seperti waktu yang telah ditentukan. Seperti halnya kita meminta pada orang tua kita sendiri yang kaya raya. Permintaan itu bukan karena serakah, tetapi karena memang kebutuhan. Permintaan ini lakukan pada malam hari disaat mau tidur, dan cukup menyampaikan 1 kali, tidak perlu berkali-kali.Sejak menyampaikan kehendak, harus selalu prihatin, serta semakin meningkatkan kebaktian kita pada Tuhan.  Bukan lewat kata-kata, tapi benar-benar lewat suatu tindakan yang nyata. Yakni menjalankan sifat(karakter) Tuhan Yang Maha Pemurah, dam Maha Penyayang. Dengan cara memberi uang atau makanan pada orang yang miskin yang ada disekitar kita. Syukur bila pemberian itu kepada orang yang tidak mengenal, yang tujuannya adalah untuk melatih rasa Iklas atau rela. Pada saat member, anggap bahwa yang diberi adalah orang yang dikasihi. Setelah itu, bekerjalah seperti biasa, serta jangan lagi memikirkan apa yang menjadi keinginan. Bila punya masalah, anggap bahwa masalahnya sudah diambil alih oleh otak kanan, untuk menyelesaikannya. Perbanyak ingat pada kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang maha kaya dan maha pemberi.Dengan demikian, kita hanya tinggal menunggu, apakah otak kanan akan bekerja dengan baik apa tidak. Jawabnya hanya menunggu, apakah yang diharapkan berhasil ataukah tidak.  Saya yakin, bahwa segala apa yang kita butuhkan akan tercapai. Alasan saya, karena disaat kita meminta, tidak hanya sekedar meminta pakai kata-kata. Melainkan, didalam meminta, kita sudah melakukan suatu tindakan nyata, berupa pemberian uang atau makanan pada orang yang miskin. Semua orang, apapun agama dan kharakternya, pasti permintaannya, dikabulkan oleh Tuhan. Bagaikan kita menanam padi, tumbuhnya pasti padi. Walaupun yang menanam itu seorang perampok, atau pencoleng. Begitupun sebaliknya, bila rumput yang ditanam, hasilnya pasti rumput walaupun yang menanam itu seorang presiden, atau seorang akhli ibadah. Semua itu bukan karena jabatan dan kedudukan seseorang, melainkan karena adanya kehendak pada masing-masing yang ditanam.



Bersambung.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar