Saat kau bilang, bulan tak selalu purnama
Sedang mentaripun sering tersaput mega
Lantas, mungkinkah ada cinta melebihi keduanya
Edeilweiss,
Kendati aku tak mampu mencipta purnama
Dan kendati pula aku tak bisa mengukir mentari senja
Tetapi renjana dalam sukmaku telah mengukir.
Segala peraduan damba diseluruh darahku
Bahkan pula telah bersatu dalam darah dan nadimu
Lantas, akankah semua itu sirna dan purna
Sedang seluruh lagu-lagu gita telah kita ukir bersama
Lewat serenade dukanamu, dukanaku
Bahkan pula tercipta dan tertoreh
Menjadi beberapa jiwa diantara kita, yaitu anakmu dan anakku
Lewat getar-getar jantung mereka
Lewat getar-getar nafas dan darah serta nadinya
Tercermin, seolah sudah tak lagi ada aku, tiada pula dirimu.
Selain telah menyatu pada diri mereka, pada edelweiss kecil juga rajawali
Merekalah kembang masa depan, untuk menjadi pemimpin bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar