Puisi ini hanya untuk bahasa Indonesia.
S-epertinya, baru kemarin kau utus Nabimu kemuka bumi ini
U-ntuk mengajak manusia dari gelap menuju cahayaMU.
B-erbekal pangkat Rasul bagi semesta alam, tanpa harta dan tahta.
H-anya karena perintahMU sebagai Penguasa jagad ini.
A-kankah, kami semua ini tidak percaya, dan mengingkari kasihMU?
N-urani, yang semula gelap dan pekat, tertindas, tak berdaya,
A-khirnya, mendapatkan bahagia dalam cahayaMU “ Islam”
L-antaran sifat Al Amin dari Nabi dan Rasul, yang menjadi suri dalam hidup ini.
L-antas, masihkah akan kupungkiri, segala nikmat yang Kau anugerahkan ini?
A-kankah, aku dan mereka kembali ingkar, dan kembali pada gelap?
H-anya, lantaran harta dunia yang penuh kepalsuan, dan memabukkan.
W-alaupun berkali-kali, Kau masih mengingatkan aku dan mereka
A-gar kembali, kepada jalan yang benar, yakni ber “Islam”
L-antas, selalu mencariMU, dan mengagungkan Namamu, serta,...
H-anya karenaMU, bukan karena yang lain, dalam mencari bahagia
A-kan tetapi, banyak diantara kami, yang telah terhanyut akan dunia.
M-enyembah harta, menyembah kekayaan, menyembah kekuasaan.
D-unia membuat lupa, padahal kami semua tiada, lantas Kau adakan.
U-mur bertambah, bukan untuk mencari ridloMU, dan cahayaMU.
L-upa, bahwa hidup, mati, kaya dan miskin, semua karenaMU.
L-upa, bahwa dunia ini hanyalah kehidupan sementara.
I-man, Islam, dan Ihsan, hanya sebagai wacana belaka.
L-upa, bahwa nanti kita akan kembali kehadirotMu.
A-lam seisinya akan hancur berantakan, tiada lagi yang tersisa.
H-anya amalan, selama didunia, sebagai pengantar dan saksi bisu.
W-alaupun sejuta ayat, dan alasan akan terucapkan.
A-kan tetapi, semua anggota tubuh tidak akan bisa ditipu.
L-antaran mereka lebih patuh padaMU, sebagai saksi diakherat nanti
A-kankah semua harta bisa menyelamatkan? Semua akan hilang.
I-man, dan Islam kita lah, yang bisa dipertaruhkan, dan menjadi pertimbangan.
L-antas, sudahkah itu kita laksanakan sebagai bekal nanti?, yaitu,
A-mar makruf nahyi mungkar, memberi makan anak yatim, dan miskin
H-ati yang jernih, dan perilaku yang menyejukkan, penuh ketentraman
A-dalah jalan untuk menyelamatkan kita, menyusuri lorong dunia.
I-slam adalah tujuan akhir didunia, dan jembatan menuju Allah.
L-a ilaha illallah, Muhammadur rosulullah.
L-afal inilah yang harus selalu jadi pedoman dimanapun kita berada.
A-lam dunia akan tersungkur kedepanmu, mendengar makna lafal itu.
L-angit akan tunduk dan patuh, memberi segala isi yang kita pinta.
L-antaran energi makna, telah dikumandangkan orang yang beriman.
A-ir lautpun akan sirna, dan terbelah, bila engkau mengerti maknanya.
H-anya, amat sedikit yang mengerti, selain untuk pujian dan nyanyian.
W-ahyu yang Kau turunkan , dan telah Kau patri diseluruh jiwa,
A-kan kupakai sebagai energi makna, untuk mencari Dirimu,
L-angitMU yang dekat, maupun yang jauh, akan kujadikan penampung ayatMU.
L-autMU yang dangkal, dan yang dalam, kan kupakai menuliskan kebesaranMU.
A-kan tetapi, mampukah aku, yang hanya debu dihadapanMU? Juga,..
H-anya karenaMu, segalanya ini kumiliki, itupun bila Engkau memberi.
U-ntuk kupergunakan sebagai jalan, didalam mencariMU, bukan yang lain.
A-ku haruslah mengikutiMU, baik terpaksa, maupun sukarela
K-arena tanpa diriMU, aku dan mereka, semua, bukanlah apa-apa
B-umi, langit, dan seisinya, hanya jembatan untuk kembali padaMU.
A-kherat itulah kampung abadiku dariMU.
R-obb,....., aku rindu,..... untuk berpulang keharibaanMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar