Hanya untuk bahasa Indonesia
B-ergetar hati ini merasakan energi makna berbeda, saat namaMu berkumandang
I-ngat akan sahadat makna, saat aku masih didalam tiga kegelapan di Rahim ibuku.
S-eolah kembali menggeletar, dan cahayaMU, menembus lorong-lorong jiwa, disaat
M-alaikatMU mendorong lidah batinku, untuk selalu bertakbir kepadaMU.
I-sikan sejumput iman, seperti lautan makna, yang tak pernah bertepi.
L-angitMU yang terhiasi bintang gemintang, ikut bersaksi dan menyatu di sanubari.
L-aksanakan perintahMu untuk berbakti, bersama makhluk-makhlukMU yang lain.
A-kankah, aku ingkar akan kasihMU padaku?
H-aruskah aku mengikuti nafsuku, yang berlomba menjauhiMU seperti mereka.
I-katan-ikatan batin yang ditanam mereka, justru makin menjauhkan diriku padaMU.
R-obb, apa yang harus aku lakukan? Nafsu mereka, seolah membelengguku.
R-antai kepalsuan, yang dipulas atas namaMU, seakan spider naevi yang merongrong kehidupan.
O-leh ulah mereka, seolah telah mengenal diriMU, atau telah menjadi diriMU.
H-akekat sahadat, dan hakekat makrifat yang telah Kau ajarkan, terjungkir balik.
M-ala petaka, dan bencana, semakin meraja lela, dan dianggapnya sebagai budaya
A-dzab demi adzab yang Kau timpakan, tak pula menyadarkan mereka.
N-urani tetap buta, padahal itu merupakan peringatan, dan semiotika akan kasihMU.
N-afsu semakin meraja lela, neraka tak lagi menggetarkan jiwa.
I-nikah yang Kau firmankan, sebagai jaman keakhiran akan datang?
R-asa kasih antar sesama , sudah hilang..., , entah kemana.
R-ahman dan Rahimmu, hanya dipakai sebagai kesempatan dan pajangan
O-leh sebagian besar mereka, yang ingin menjual dirinya, seolah atas Namamu.
H-anya, segelintir orang yang masih mengagungkan namaMU, dengan jiwa dan makna.
I-nilah yang aku adukan padaMu ya Robb, kendati Kau maha tahu, atau....
M-emang Kau biarkan, sebagai tanda,....Hari keakhiran dunia akan tiba.......
N-afsu semakin meraja lela, neraka tak lagi menggetarkan jiwa.
I-nikah yang Kau firmankan, sebagai jaman keakhiran akan datang?
R-asa kasih antar sesama , sudah hilang..., , entah kemana.
R-ahman dan Rahimmu, hanya dipakai sebagai kesempatan dan pajangan
O-leh sebagian besar mereka, yang ingin menjual dirinya, seolah atas Namamu.
H-anya, segelintir orang yang masih mengagungkan namaMU, dengan jiwa dan makna.
I-nilah yang aku adukan padaMu ya Robb, kendati Kau maha tahu, atau....
M-emang Kau biarkan, sebagai tanda,....Hari keakhiran dunia akan tiba.......
---- Cox-----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar