Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 18 Mei 2011

MUTIARA SUARA (SUARA HATI)





Bila engkau mencari dan mendapatkan kebenaran, apalagi jika hasil penemuan sendiri, jangan sekali-kali disebarkan lebih dahulu pada orang lain. Tetapi buktikanlah dahulu, bahwa kebenaran itu memang dapat kau buktikan sendiri, serta bermanfaat bagimu. Kebenaran tidak harus disebarkan, melainkan ia akan tersebar dengan sendirinya. Dan, setiap kebenaran, kalau itu memang benar, pasti akan dibuktikan oleh siapapun juga, sekalipun yang membuktikan itu adalah orang yang kafir. Serta, bukanlah merupakan kebenaran namanya, bila yang membuktikan harus orang tertentu, sepanjang  orang itu mampu bahwa yang kau sampaikan merupakan kebenaran atau tidak. Bahkan, bila itu merupakan kebenaran, akan selalu bisa dicari kebenaran  demi kebenaran, didalam kebenaran awal yang engkau temui. Sebab, sesungguhnya kebenaran dimuka bumi ini, tidak ada yang abadi, selain Tuhan pemilik kebenaran itu sendiri. Dan, kebenaran yang tidak pernah digali lagi, hanyalah bisa cocok didalam jaman, dimana kebenaran itu didapatkan.

Jangan sekali-kali, engkau berdebat dengan orang lain tentang suatu kebenaran, bila tidak untuk dilaksanakan. Sebab, sekali engkau berdebat, maka selamanya akan menjadi kebiasaan untuk berdebat, tanpa hendak melaksanakan apa yang diperdebatkan. Walaupun akhirnya, kebenaran itu dapat dibuktikan, tetap saja engkau tak akan pernah melaksanakan, kebenaran yang kau dapatkan. Seterusnya, engkau akan selalu mencari orang-orang yang menyampaikan kebenaran. Seharusnya, daripada engkau berdebat tentang kebenaran yang didapatkan orang lain, kenapa engkau sendiri tidak ikut berusaha, dan menemukan kebenaran itu dari dirimu sendiri? Dan, Itu jauh lebih baik, serta akan lebih bermanfaat bagimu, daripada engkau selalu mendapat kebenaran dari orang lain. Kemudian, kau sebarkan kebenaran itu, pada orang yang lain lagi, tanpa mendapatkan, apa yang ada didalam kebenaran itu sendiri.

Dan, sesungguhnya masing-masing orang, telah tertanam benih-benih kebenaran didalam dirinya untuk dikembangkan.  Apabila hal itu tidak dicari, dan akal tidak dilatih untuk mencari dan menemukannya, lambat laun benih-benih kebenaran itu akan mati. Sehingga, akan selalu mencontoh, kebenaran yang didapat orang lain. Walaupun, belum tentu cocok untuk diterapkan didalam kehidupanmu. Oleh karena itu, carilah terus menerus kebenaran itu selagi kita masih hidup. Semakin banyak kebenaran yang didapatkan, akan semakin banyak pengetahuan yang dimiliki. Akhirnya, akan semakin mempertajam akal dan hati didalam menemukan kebenaran-kebenaran baru. Serta tidak selalu menggantungkan diri, pada kebenaran yang didapat dari orang lain. Dan untuk mencari kebenaran didalam diri, hanya dengan satu jalan, yaitu mencintai Tuhan selaku pemilik kebenaran. Serta, melaksanakan segala karakter Tuhan yang mampu untuk dilaksanakan.

6 komentar:

  1. Wah tulisannya amat puitis dan penuh filsafat,semoga jadi bahan pemikiran bagi kita semua.

    BalasHapus
  2. kadang kebenaran lebih baik disimpan sendiri karena berefek luas apabila disampaikan... hati nurani akan menuntun kita pada apa yang benar dan apa yang salah... bila mendesak, biarlah tetap menjadi kebenaran yang tersembunyi... karena saat hati kecil yang bicara, kebenaran sejati yang akan terlihat...

    BalasHapus
  3. Selama ini, saya selalu tertarik dan membaca tulisan bapak di Blog. tetapi apa boleh saya mengetahui email bapak? Karena banyak yang ingin saya tanyakan dan ingin berbicara langsung. Banyak permasalahan yang ingin saya sampaikan. Tetapi, bila melalui blog takut kurang jelas. Dan apa boleh saya mengetahui no tilp bapak.Kebetulan saya dulu tinggal di Indonesia, dan sekarang bertempat tinggal di LA USA. ( nama saya Sicilia). Terima kasih.

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas komentar yang diberikan. Untuk Sicilia, kalau ingin berhubungan dengan saya bisa pakai email di : m.triswedi@yahoo.com. Tentang nomor telepon, masih saya pertimbangkan. @ untuk diani edelweiss : kebenaran, adalah merupakan kebenaran. Bukan untuk disimpan, atau disebar luaskan. Tetapi, untuk dibuktikan bahwa hal itu memang merupakan kebenaran. Serta, dapat dirasakan, minimal untuk dirinya sendiri. Bila ingin untuk disebar luaskan, berarti masih meragukan bahwa apa yang diketemukan itu adalah merupakan kebenaran. Disamping itu, hati kecil akan selalu menuntun kepada kebenaran yang sesungguhnya.

    BalasHapus
  5. hati kecil... ibarat mercusuar yang membimbing kapal... apakah dengan menemukan pembenaran dari suatu masalah akan menyelesai masalah itu tanpa disebarkan walau dikalangan terbatas? kadang dengan berbagi, dapat meringankan beban yang menghimpit nurani. walau tetap dalam batas-batas yang dapat dipertanggung jawabkan.

    BalasHapus
  6. Untuk Diani : segala sesuatu yang disebut kebenaran, tidak ada hubungan dengan perasaan. Bila masih dihubungkan dengan perasaan dan dibagi namanya bukan kebenaran. Melainkan ada masalah tetapi tidak mengerti caranya menyelesaikan sehingga butuh kawan untuk meringankan beban yang dirasakan. Dan, sebagai saran, bila ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, berarti membutuhkan perasaan pasrah. Dengan begitu masalah yang dihadapi tidak akan menimbulkan efek samping yang lebih berat. Perlu diketahui, bahwa semua beban itu pasti berat. Jika tidak, namanya bukan beban. Artinya, masing-masing orang beban yang dipikul amat berbeda. Berat bagi diri sendiri( beban), belum tentu merupakan beban bagi orang lain. Dan semoga dengan penjelasan ini bisa lebih jelas.

    BalasHapus