Apabila kita menciptakan’ Titik”, maka janganlah sekali-kali menyuruh orang lain untuk meneruskan, dan mengembangkan titik itu sampai berakhir, sesuai dengan kehendak kita. Sebab mereka tidak tahu, apa tujuan titik itu kita ciptakan, selain diri kita sendiri yang tahu. Sehingga, kendati titik itu berkembang, namun tidak terarah sampai ke tujuan. Melainkan selalu berkembang tiada akhir, sesuai dengan kehendak mereka yang disuruh melanjutkan titik itu, serta seberapa banyak orang yang disuruh melanjutkan sampai titik itu berakhir.
Semula, titik itu kita ciptakan agar bisa menjadi huruf, dari huruf lantas bisa menjadi kata, kemudian bisa tercipta kalimat, lalu bisa menjadi cerita atau sejarah, bahkan menjadi nada lagu yang indah. Namun, karena orang lain yang disuruh meneruskan, yang terjadi hanya berputar-putar diantara sebuah tanda koma, tanda petik, tanda tanya, kurung buka dan lain-lain. Sehingga semakin lama akan semakin membingungkan. Baik bagi pencipta awal, maupun bagi yang meneruskan titik itu sendiri.
Jika demikian, untuk apa kita bermimpi dengan menciptakan titik, jika orang lain yang disuruh meneruskan titik itu? Sehingga kesusahan pula yang akan dialami oleh pencipta titik itu sendiri. Dan akan pula merupakan kecelakaan besar yang akan menimpa dirinya, lantaran didalam titik itu mengandung energi makna. Seperti halnya negara ini karut marut, dikarenakan banyaknya orang yang hanya menciptakan “ titik” kemudian orang lain yang meneruskan sesuai dengan seleranya, baik disuruh maupun tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar