Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 25 Februari 2012

SEMIOTIKA DIBALIK PEMAKAIAN "JILBAB"


Pernahkah kita mengetahui, kenapa didalam ajaran Islam perempuan wajib menggunakan jilbab, dan laki-laki dilarang menggunakan perhiasan? Adakah pesan semiotika yang terkandung didalamnya?


Seandainya kita mau sedikit merenung, tentu akan mendapatkan jawaban, yang tidak hanya sekedar harfiah belaka, yakni semua itu karena  perintah Allah. Akan tetapi mempunyai maksud yang amat mulya, bahwa pemakaian jilbab, bukan karena untuk menjaga perempuan dari mata lelaki hidung belang semata. Melainkan, karena jilbab adalah untuk penutup perangkat penting yang ada di kepala. Dan kita tahu, bahwa kepala adalah tempat otak, dan ubun-ubun berada. Dengan diberi kerudung kepala, dimana otak kanan perempuan lebih dominan dibandingkan otak kirinya, supaya para perempuan tidak menggunakan otaknya untuk berpikir. Tetapi agar menggunakan hati, yang langsung berhubungan dengan otak kanannya. Sementara ditutupnya ubun-ubun, adalah untuk membatasi jumlah energi dari luar yakni sinar matahari, yang akan merasuk pula kedalam kepala, kemudian diserap oleh otak kirinya. Dengan tersumbatnya energi dari luar langsung masuk lewat kepala, maka energi akan masuk lewat hidung, kemudian menuju hati untuk diolah menjadi cahaya yang berkilauan yang menyinari wajah, dan seluruh tubuhnya.  Serta, akan menjadikan tubuh perempuan lebih nampak indah, bersinar dan elegan. Itulah perhiasan yang sesungguhnya dari Tuhan, melebihi perhiasan intan berlian yang diciptakan manusia. Sebab begitu perhiasannya dilepas, maka keindahannya akan kembali memudar. Lalu, apakah perhiasan itu akan dipakai sepanjang siang dan malam?


Disamping itu, hati perempuan akan selalu peka menangkap segala mara bahaya dan anugerah, untuk diteruskan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, melainkan untuk dipersembahkan kepada suaminya, yang kemudian diolah menjadi harta dunia, sehingga bisa dinikmati bersama-sama.


Adapun laki-laki dilarang menggunakan perhiasan, agar laki-laki disaat menggunakan pikiran, benar-benar jernih, karena otak kiri laki-laki lebih dominan dibandingkan otak kanannya. Dengan menggunakan perhiasan, justru yang akan muncul lebih dahulu adalah otak kanannya, sementara kita tahu adanya perhiasan itu karena diciptakan oleh manusia. Padahal perhiasan yang diciptakan oleh Tuhan untuk laki-laki, adalah anak dan istri, untuk selalu dijaga dan diperhatikan. Jika laki-laki hanya memikirkan perhiasan yang dibuat manusia, dikhawatirkan laki-laki lebih terhanyut dengan perhiasan itu, sehingga melupakan tugasnya untuk membimbing anak dan istrinya agar tidak salah jalan menuju kesesatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar