Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 04 Maret 2012

KAPAN AKAN MENDAPATKAN JODOH ?



Banyak orang bertanya, kapan saya mendapatkan jodoh? Dan kenapa setiap saya mendapatkan pasangan,  selalu putus ditengah jalan, atau direbut oleh orang. Dan didalam mencari jodoh ini sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi rasanya tidak pernah ada kecocokan, serta layu sebelum bunga-bunga cinta itu berkembang dihatinya.

Benarkah begitu sulitnya untuk mendapatkan jodoh? Bukankah Tuhan telah menyediakan jodohnya masing-masing? Dan, tidak mungkin kita dilahirkan kemuka bumi ini sendirian, semuanya  ditakdirkan untuk saling berpasangan.  Tetapi mengapa tidak pernah bisa dipertemukan?


Kalau kita mau menyadari dengan hati yang bening, semua itu terjadi karena kesalahan kita. Lalu mengapa semuanya dikembalikan kepada Tuhan, agar memilihkan jodohnya? Padahal yang akan menikah adalah diri kita sendiri, dan bukan Tuhan. Tuhan, hanya sekedar menyediakan benih jodoh itu, agar tertanam dihati kita masing-masing.
Adapun sampai tidak bertemu, bukan karena Tuhan tidak menyediakan. Melainkan semua benih yang diberikan itu, selalu mati sebelum dapat ditanam, dan tumbuh subur dihati. Lalu, masihkah kita tidak mau menyadari? Kenapa benih jodoh itu tidak mau tumbuh dan bersemi, sehingga akan menjadi pohon cinta yang rimbun, kemudian menjadi materi yang akan menjadi suami atau permaisuri?

Hal itu karena kesalahan kita sendiri. Disaat permintaan itu dikabulkan oleh Tuhan, dan diberinya kita benih jodoh sesuai dengan apa yang diminta, tetapi lahan yang kita sediakan tidak sesuai dengan kehidupan benih yang akan ditanam didalam diri kita. Disaat kita menghendaki benih cinta yang lembut, tetapi lahan yang kita sediakan adalah lahan yang penuh kekerasan dan kegersangan.

Kita menghendaki jodoh yang penuh keromantisan, tetapi lahan yang ada penuh kesadisan. Kita meminta jodoh yang  penuh kebaktian, tetapi lahan yang ada penuh dengan  kemusyrikan.
Menghendaki jodoh yang penuh kesetiaan dan ketulusan, tetapi tidak mengerti lahan apa yang cocok untuk menanam benih itu.

Lalu siapakah yang salah jika sampai kapanpun tidak akan bertemu? Jika kita meminta janganlah yang tidak sesuai dengan karakter apa yang kita miliki. Bagaimana mungkin benih cinta akan bisa tumbuh subur, jika ditanam pada tanah yang berlumpur dan berduri. Apalagi jika lahan yang ada masih penuh dengan batu kerikil, sementara yang diharap adalah buah semangka. Lalu apakah salah jika Tuhan akan mengirimkan pohon berduri untuk kau tanam?


Intinya : Tengoklah kedalam diri sendiri dahulu, jodoh yang seperti apa, yang sesuai dengan diri kita. Jika diri sendiri tidak menyukai, bagaimana mungkin orang juga menyukai? Jika kita membenci diri sendiri, apa mungkin orang lain akan mencintai. Jika kita masih suka memarahi, dan suka membenci, apa salahnya jika orang lain juga berlaku sama kepada kita. Walaupun tidak sampai diucapkan, akan tetapi sikap dan prilaku telah cukup untuk menjadikan pelajaran, bahwa lambat laun kita akan hidup terlunta-lunta dalam kesepian, sampai maut menjelang.



Semoga bermanfaat, khususnya bagi yang bertanya kapan jodohnya akan dating.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar