Judul diatas saya ambil dari bahasa daerah jawa yang kurang lebih berarti : “kakak dari yang tertua, juga adik dari yang termuda”. Jika dilihat secara sepintas seperti tidak masuk akal bahwa dikatakan saudara yang tertua, tetapi mengapa masih mempunyai kakak? Begitu pula sebaliknya, sebagai yang termuda mengapa masih punya adik? Apalagi jika disebut dengan frasa “ kakak dari yang tertua, juga adik dari yang termuda”. Tetapi itulah ciri khas bahasa jawa yang amat penuh dengan rahasia, namun jika kita perhatikan ternyata memiliki arti filsafat yang dalam sekali, khususnya bagi setiap orang yang ingin mengkaji rahasia kehidupan manusia dan alam semesta ini.
Untuk mencari jawaban terhadap frasa diatas, terlebih dahulu kita harus menelusuri beberapa fenomena sehari-hari yang mungkin lepas dari perhatian kita yakni sebagai berikut :
1. Jika kita perhatikan adanya telur dan ayam, mana yang lebih dahulu ada? Jika kita menjawab, ayam yang lebih dahulu ada, tentu semua orang akan kembali bertanya, bukankah ayam terjadi dari telur? Begitu pula sebaliknya, jika kita berkata bahwa telur yang lebih dahulu ada, akan dijawab pula bahwa adanya telur karena ada ayam yang bertelur, kemudian ditetaskan menjadi anak ayam.
2. Begitu juga ketika kita berbicara tentang bilangan algoritma dari angka :1;2;3;4;5;6;7;8;9; dimanakah posisi lambang NOL(kosong) ditempatkan? Apakah diawali dari :0;1;2;3;4;5;6;7;8;9; atau 1;2;3;4;5;6;7;8;9;0 ?
3. Selanjutnya tentang keberadaan huruf latin yang diawali dengan huruf A dan diakhiri dengan huruf Z, lalu yang perlu menjadi kajian disini adalah penempatan huruf atau lambang @(add), dimanakah harus ditempatkan? Didepan huruf A atau dibelakang huruf Z.
4. Kemudian lebih jauh lagi, jika kita merenung, dan memperhatikan terhadap seluruh alam semesta ini, termasuk seluruh makhluk yang ada didalamnya, dari waktu ke waktu semakin berkembang luas dan banyak, serta semakin beraneka ragam bentuk dan jenisnya. Begitu juga jumlah warna yang ada.
Kita tahu bahwa warna dasar; warna sekunder; dan warna tertier. 3 warna dasar adalah : merah; kuning, dan biru.
WARNA SEKUNDER : merah dicampur kuning menjadi warna jingga ; kuning dicampur dengan biru menjadi warna hijau; biru dicampur merah menjadi warna nila.
WARNA TERTIER : Merah dicampur dengan kuning dan biru dengan komposisi tertentu menjadi warna nila ; Sedangkan jika ketiga warna itu digabung menjadi 1 dengan komposisi yang sama, akan berubah menjadi warna putih. Dan jika ketiga warna dikosongkan, akan menjadi warna hitam, sehingga kenapa baik putih maupun hitam tidak dimasukkan didalam golongan warna. Dan rupanya ini pula yang dijadikan lambang perbuatan baik dan buruk.
Dari keempat kriteria diatas, justru point yang nomor 2 dan nomor 3 itulah sesungguhnya yang merupakan inti jawaban dari frasa “ kakange pembarep, adhine wuragil”atau ; kakak dari yang tertua, juga adik yang termuda. Mengapa demikian?
Dengan memperhatikan point kriteria diatas, akan nampak sekali, bahwa semua apa yang terjadi didunia ini tidak terlepas dari susunan angka dan huruf. Dimana eksistensi angka merupakan jumlah dan jenis dari eksistensi alam, sejak awal terjadinya dentuman besar yang biasa dikenal dengan teori big bang. Diawali dengan lambang (01) dan diakhiri dengan angka (10), dimana lambang 0 ada dibelakang. Sedangkan huruf, adalah untuk memberikan nama-nama benda dan warna serta bahasa.
Lebih jelasnya sebagai berikut : Didalam bilangan algoritma, sebelum angka 1 akan diawali lambang 0, kemudian secara berurutan dengan angka 1;3;4;5;6;7;8;9. Menurut pendapat saya, sebenarnya masing-masing angka tidak mungkin akan berdiri sendiri. Sebab segala apa yang ada dialam semesta ini akan selalu berpasangan. Ada siang ada malam, ada positif ada negatif. Ada materi ada pula anti materi. Ada empirik ada non empirik. Mestinya penulisan angka yang benar adalah: 00; (01);02;03;04;05;06;07;08;09; dan (10). Saya sebutkan demikian sebab pada masing-masing bilangan algoritma adalah untuk menentukan jumlah suatu benda yang ada diseluruh alam semesta. Sementara alam semesta terbentuk dari yang tunggal yakni partikel Tuhan itu sendiri, yaitu lambang 00. Saya tulis dengan nol dobel adalah untuk melambangkan 0 positif murni, dan 0 negatif murni, sebelum terjadi big bang. Jika dikaitkan dengan agama, kedua bilangan nol ini merupakan unsur Adam dan Hawa disaat masih berada di surga.(sebelum bumi layak dihuni oleh manusia).
Jika dilihat dari bilangan algoritma (01), kita tahu bahwa lambang 0 ditulis dahulu sebelum angka 1, menunjukkan Nol adalah kakak dari angka 1. Selanjutnya bilangan (10), bilangan Nol ditulis sesudah angka 1, yang hal ini menunjukkan bahwa lambang Nol merupakan adik dari angka 1.
Dan dari big bang ini kemudian terurai menjadi 4 jenis yang tersusun menjadi : energi, ruang, waktu, dan materi. Lalu yang menjadi pertanyaan disini, dan mungkin sampai sekarang belum terjawab adalah; apa yang meledak, dan karena apa sampai menimbulkan dentuman besar?
Menurut hemat saya, segala sesuatu yang meledak, minimal tentu ada 2 unsur yakni alat untuk meledakkan dan sesuatu yang diledakkan yang sifatnya mengandung unsur negatif dan positif.
Dari sisi ini, saya mendapatkan suatu kesimpulan, bahwa sesuatu yang diledakkan itu adalah unsur Kosong atau sesuatu yang melambangkan NOL, sedangkan alat peledaknya adalah partikel Tuhan yang baru saja diketemukan, dan yang dikenal dengan istilah “ Nutrianus”, sebagaimana yang disampaikan oleh peneliti fisika senior CERN dari Amerika serikat Oliver Buchmueller yang meneliti dan mencoba menguraikan tentang asal usul alam semesta, termasuk partikel Tuhan.
Lebih jauh juga dikatakan, bahwa semua materi selalu berpasangan dengan lawan jenisnya yakni anti materi yang memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Yakni; elektron anti materi mempunyai muatan positif, sedangkan protonnya bermuatan negatif.
Jika ditilik dari bilangan algoritma, sebelum angka 1 diawali dengan lambang NOL. Dan didalam lambang Nol ini partikel Tuhan meledakkan dirinya menjadi 2 partikel yang berpasangan sehingga terurai menjadi elektron anti materi yang bermuatan positif, dan proton yang bermuatan negatif yang sering pula saya katakan sebagai unsur Adam dan Hawa. Selanjutnya akan terurai menjadi bermilyar-milyar unsur Adam dan Hawa di seluruh alam semesta, dan tidak semata-mata hanya untuk manusia didunia ini saja.( hal ini akan saya jelaskan pada tulisan mendatang, tentang; Benarkah Adam adalah manusia pertama?)
Apa hubungannya antara bilangan algoritma, adanya huruf, dengan hidup kita didunia ini?
Segala sesuatu yang ada didunia, pasti tidak akan berdiri sendiri, dan senantiasa berpasangan antara lahir dan batin, antara materi dan non materi, antara jiwa dan raga. Dan agar supaya senantiasa menyadari bahwa didalam diri kita selalu membawa partikel Tuhan. Seseorang akan akan mengalami kehancuran, jika lambang 0 atau kosong ditiadakan didalam kehidupan sehari-hari. Sebab amat jelas sekali bahwa eksistensi angka dan huruf amat erat sekali hubungannya bagi seluruh makhluk, khususnya bagi manusia. Dan arti lambang 0 merupakan implementasi dari kehidupan batin, atau kehidupan Ruh dan Jiwa, yang memuat partikel Tuhan itu sendiri. Sedangkan angka adalah untuk melambangkan unsur materi atau benda secara berurutan, mulai dari dua desimal sampai decimal yang tidak terbatas.
Dan sekedar mengingatkan kembali terhadap tulisan saya yang terdahulu, bahwa unsur materi yang tersusun didalam angka melambangkan sebagai berikut : 1. unsur air; 2. unsur api; 3. unsur udara; 4. unsur tanah; 5. unsur flora; 6. unsur fauna; 7. unsur energi negatif ; 8.unsur energi positif; 9. unsur manusia; 10. Manusia seutuhnya(menyatu antara partikel Tuhan dan 8 unsur secara seimbang).
Bagaimana supaya manusia bisa seimbang dan mencapai tataran manusia seutuhnya yang dilambangkan dengan angka 10? Yaitu senantiasa mengikuti perputaran alur benda-benda mulai dari mikro kosmos (atomik), sampai makro kosmos sebagaimana lambang @(add), yang perputarannya berlawanan dengan jarum jam, yang memuai dan berkembang menuju keadaan yang tidak terbatas, sejak terjadi dentuman besar. Sebab lambang @ bisa diletakkan dimana saja, walaupun lambang @ ini adalah merupakan cikal bakal eksistensi kehidupan alam semesta yang berada sebelum huruf A, sebagaimana lambang 0 yang juga merupakan eksistensi adanya seluruh makhluk.
Ringkasnya ; lambang 0 merupakan eksistensi dari seluruh non materi menuju materi, sedangkan lambang @ merupakan eksistensi dari tata kelola kehidupan seperti halnya didalam bersikap dan prilaku, sesuai dengan karakter dasar yakni prilaku partikel Tuhan itu sendiri.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar