Kaya dan tidaknya seseorang, tidak dilihat dari seberapa besar jumlah harta benda yang dimiliki, akan tetapi tergantung dari seberapa banyak dan seberapa sering orang tersebut memberi, dan kemudian dibandingkan dengan seberapa banyak dan seberapa sering orang itu meminta. Atau, seberapa sering menjadi tangan yang diatas, dengan tangan yang berada dibawah.
Jika jumlah disaat dia memberi lebih banyak dengan disaat dia meminta, maka orang tersebut dapat digolongkan dengan orang yang kaya. Akan tetapi, jika volume meminta lebih banyak dengan saat dia memberi, maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang miskin. Semakin jauh perbandingan deviasi antara memberi dan meminta, maka akan semakin nampak, apakah orang itu kaya atau miskin.
Dan, apabila kita ingin mengetahui tanda-tanda bahwa orang itu miskin atau kaya, tidak perlu melihat seberapa besar harta yang dimiliki, akan tetapi cukup dengan melihat sikap dan perilaku mereka, kehidupan mereka, dan apa yang dilakukan didalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang kaya raya, akan memiliki rasa percaya diri, walaupun diterpa masalah yang besar. Disamping itu, disaat harus mengeluarkan hartanya untuk kepentingan orang lain, tidak akan pernah ada kesulitan walaupun tanpa diminta.
Sebaliknya, jika orang itu miskin, akan banyak alasan untuk mengeluarkan kekayaannya walaupun dipaksa untuk kepentingan orang lain, sedangkan untuk dirinya sendiri saja amat pelit, bahkan selalu merasa kekurangan. Apalagi jika merasa kekayaannya makin berkurang, begitu gampang bersedih, dan ketakutan jika dirinya jatuh miskin. Mengapa demikian? Karena selama ini dia senantiasa memamerkan kekayaannya didepan orang banyak, kemudian takut tidak dapat pamer lagi. Padahal kalau kita jeli, dengan melihat orang yang suka pamer terhadap kekayaan yang dimiliki, menunjukkan bahwa dirinya tidak percaya, bahwa benarkah dirinya kaya? Jika dirinya saja tidak percaya, bagaimana mungkin orang lain percaya jika dia kaya? Dengan demikian, kita akan tahu darimana kekayaan itu didapat. Yang sudah barang tentu dia lebih banyak meminta daripada memberi. Padahal kita tahu, bahwa cirri khas orang yang kaya adalah lebih banyak memberi dari pada meminta.
Oleh karena itu, jika kita ingin kaya, harus selalu berlatih untuk lebih banyak memberi, dibanding meminta. Dengan begitu akan timbul rasa percaya diri, bahwa kita akan kaya. Dan jika benar-benar kaya, maka kekayaan itu akan semakin bertambah, karena kita sudah terbiasa lebih banyak memberi daripada meminta. Disamping itu dengan memberi, kita akan mendapatkan rasa percaya diri yang merupakan benih kekayaan itu sendiri. Dan jika kita sering meminta, maka benih kekayaan itu akan berpindah kepada orang yang memberi, yang kemudian akan tumbuh dengan subur menjadi pohon kekayaan pada orang yang memberi. Terkecuali jika yang memberi tidak ikhlas, maka benih kekayaan itu akan mati, dan dia akan kehilangan sebesar harta yang diberikan.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar