Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 29 Juni 2012

DISAAT KERINDUAN MENERPA



Apabila seseorang merasakan kerinduan, berarti dia pernah merasakan keindahan, yang diharapkan untuk kembali terjadi pada dirinya.


Semakin lama menunggu didalam penantian, kerinduannyapun tentu akan semakin menyesakkan dada. Apabila ada orang yang mengatakan bahwa kerinduan itu menyakitkan, hal itu karena kerinduan yang ada telah diisi dengan keinginan untuk memiliki, yang tak pernah terjadi didalam kenyataannya.


Adanya kerinduan karena adanya penantian, bukan karena keinginan. Dan kerinduan akan membuat seseorang menjadi semangat untuk berjuang mencapai suatu harapan.


Semakin banyak warna kerinduan yang dirasakan, maka akan semakin banyak pula memory keindahan yang menggetarkan jantungnya, sehingga makin lama jantung seseorang akan semakin lembut untuk menangkap getar-getar kebesaran Tuhan.


Sedangkan semakin banyak keinginan, akan membuat jantung seseorang semakin mengeras, dan akan semakin jauh untuk menangkap getar-getar kebesaran Tuhan, yang lama kelamaan akan berubah menjadi kehampaan.


Jadi bersyukurlah jika masih memiliki kerinduan, apapun jenis kerinduan itu. Yang jelas, pasti penuh keindahan yang akan mengembalikan jati diri seseorang, kepada fitrahnya sebagai jati diri manusia.


Dan, janganlah sekali-kali mengatakan kerinduan bila ternyata masih menyakitkan, karena itu merupakan pertanda, bahwa apa yang dirasakan adalah keinginan, apapun alasannya. Dan didalam keinginan tentu ada rasa bahagia jika telah memiliki. Tetapi perlu diingat, segala sesuatu yang dimiliki tidak akan pernah bisa mencapai pada keindahan itu sendiri. Sebaliknya, segala sesuatu yang membuat kita bahagia, lambat laun akan kembali sirna, berpulang kepada Tuhan yang maha memiliki.


Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar