Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 23 Oktober 2012

ARTI PEMAHAMAN “ PERTOLONGAN TUHAN"




Setiap ada masalah yang kita tidak mampu mengatasi, bagi orang yang beragama senantiasa terucap kata”; pasti Tuhan akan menolong kita”; pasrahkan saja kepada Tuhan, dan Tuhan pasti maha mengetahui;  Tuhan tidak akan membiarkan orang-orang yang sedang didzolimi; Dan masih banyak lagi kata-kata lain, yang pada intinya, Tuhan akan selalu menolong kita disaat kita benar-benar meminta tolong padaNYA.

                Disaat kita sudah mengajukan permohonan dengan tulus kepada Tuhan, bahkan disaat kita benar-benar ditimpa kemalangan, namun didalam kenyataannya masih saja bersedih, masih saja tidak menerima atas cobaan itu berupa kemalangan. Terlebih lagi, orang-orang yang sering kali memberikan nasehat, suatu saat ketika menimpa kemalangan, tetap saja merasa menderita, padahal sudah tahu bahwa Tuhan pasti menolong. Mengapa demikian? Jawabnya; karena sejatinya kita belum benar-benar memahami arti frasa “ pertolongan Tuhan” itu sendiri.


                Untuk memahami apa yang dimaksud dengan “pertolongan Tuhan”, saya berpendapat ; bahwa kita harus terlebih dahulu mengerti atau memahami hakekat dari “pertolongan” itu sendiri, yang memiliki 2 makna yakni : pertolongan langsung dan pertolongan tidak langsung.

Dan, berbicara tentang Tuhan, berarti berbicara antara Sang Pencipta dengan makhluk yang diciptakan. Dan Tuhan tidak akan mungkin bisa disamakan dengan seluruh makhluk ciptaannya. Begitu juga disaat Tuhan akan menolong kita disaat ada masalah, Tuhan tidak akan mungkin berinteraksi secara langsung. Tetapi akan melewati makhluk ciptaan Tuhan yang lain.

Pada saat kita mengalami susah dan senang, sedih dan gembira, kalau kita mau menyadari, sesungguhnya hal itu merupakan bentuk pertolongan Tuhan itu sendiri. Sebab seseorang tidak akan mungkin mengalami kesusahan dan kebahagiaan tanpa adanya keinginan atau harapan.  Keduanya itu, adalah merupakan wujud dari pertolongan Tuhan berupa pemberian unsur negative atau positif

Namun, karena kita tidak memahami hakekat “ pertolongan Tuhan” lantas bereaksi; disaat menerima unsur negatif perasaan jadi susah, disaat menerima unsur positif kita menjadi bahagia.  Mengapa tidak memahami? Karena, wujud pertolongan itu selalu kita anggap bukan dari Tuhan secara langsung, melainkan dari orang lain ketika kita berinteraksi sosial. Terlebih lagi, disaat kita mendapatkan unsur negative yang wujudnya seperti; didzolimi, dikecewakan, difitnah, ditipu, usahanya hancur, susah mencari uang, dan lain-lain. 

Kalau kita mau merenung ; bagaimana mungkin Tuhan akan bisa menolong secara langsung jika tidak melewati mahkluk-makhluk lain?  Dan kita sering kali membandingkan seperti ini; Kenapa yah disaat orang lain ditimpa kesusahan koq banyak sekali yang menolong? Sementara saya, padahal sudah berbuat baik, tidak ada seorangpun yang menolong? 

Bagi saya, tidak ada seorangpun yang berbuat dimuka bumi ini tanpa kehendak Tuhan, semuanya pasti seijin Tuhan. Baik terhadap seseorang yang beriman maupun yang tidak, beragama maupun tidak. Adapun batasan dan perbedaannya adalah ; bagi orang yang beriman, disaat mereka mendapatkan pertolongan Tuhan berupa unsur negative, akan dikemas menuju keprihatinan, lewat kesabaran, ketabahan dan ketekunan, sehingga tidak akan mengalami kesusahan dan penderitaan. Dan disaat pertolongan Tuhan berupa unsur positif akan dikemas menuju rasa syukur dan semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan, serta semakin menebalkan keimanannya yang tertancap kokoh pada jantungnya sebagai pusat roh itu sendiri.

Sedangkan bagi mereka yang tidak beriman; disaat mereka mendapatkan unsur negative dikemas menjadi rasa kecewa, rasa yang penuh kemalangan, penuh penderitaan, yang mengguncang roh yang ada didalam jantung. Jika mendapatkan unsur positif, dikemas menuju kesombongan, lupa diri, bahkan merasa seolah-olah dirinya adalah Tuhan yang bisa menciptakan segalanya.

Kesimpulannya : Jika kita ingin tahu bagaimana perjalanan “ Pertolongan Tuhan” pada diri kita, lebih dahulu kita percaya Tuhan pasti menolong, tetapi wujud pertolongan disamping tidak mungkin secara langsung yang dilewatkan makhluknya, juga bentuk pertolongan adalah pemberian unsur yang bersifat negative atau positif( YIN dan YANG).

Selanjutnya, karena kita tidak tahu pertolongan Tuhan itu akan dilewatkan siapa, maka kita harus selalu berbaik sangka pada semua orang, tanpa memandang apakah orang itu kita kenal atau tidak, predikatnya sebagai apa, punya kemampuan atau tidak untuk menolong kita, memusuhi kita atau tidak, dan lain-lain. Yang intinya; bahwa kita tidak akan mungkin bisa menggapai sesuatu tanpa pertolongan orang lain, yang hakekatnya adalah merupakan pertolongan Tuhan itu sendiri.

Namun yang perlu diingat, bahwa kita tidak boleh meyakini bahwa si A , si B, atau si C akan menolong kita. Atau sebaliknya; Si A , si B dan si C tidak akan mungkin menolong kita karena mereka tidak mengerti, karena mereka musuh kita, membenci kita, dan yang membuat kita hancur, dan sebagainya.  Stigma tersebut harus segera dibuang dari pikiran kita. Sebab, segala sesuatu yang baik bagi kita belum tentu baik bagi Tuhan, begitu pula sebaliknya; segala sesuatu yang jelek bagi kita belum tentu jelek bagi Tuhan.Yang benar adalah ; bahwa Tuhan pasti akan menolong kita. Sehingga dengan demikian, hati tempat bersemayamnya roh akan selalu membimbing kita, hati akan selalu terbangun dengan penuh kesadaaran serta tidak akan terperangkap oleh stigma perasaan yang kita sangka dari hati, padahal itu adalah sinar nafsu yang tanpa bimbingan hati. Lambat laun, Tuhan akan menutup pintu hati seseorang, pendengaran seseorang dan pandangan seseorang menuju kesesatan jiwa.

Semoga bermanfaat !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar