Jika engkau melakukan suatu pekerjaan, cintai pekerjaanmu itu
seperti dirimu mencintai kekasihmu sendiri. Seberapa besar dirimu
mengasihi pekerjaanmu, maka akan sebesar itu pulalah pekerjaan akan
mengasihi dirimu.
Sehingga, disaat dirimu mengalami masalah
didalam pekerjaanmu, maka pekerjaanmu itu pula yang akan memberikan
jalan keluar padamu guna menghadapi masalah yang timbul didalamnya.
Dan janganlah sekali-kali dirimu mengasihi pemilik pekerjaan. Terlebih lagi,
jika pekerjaan itu milikmu sendiri. Seberapa besar dirimu mengasihi
pemilik pekerjaan, maka akan sebesar itu pula masalah yang akan timbul
didalam pekerjaanmu.
Sebab, bagaimana mungkin engkau mengasihi
pemiliknya, sementara yang kamu hadapi adalah pekerjaannya? Sehingga
yang terjadi, cepat atau lambat, dirimu akan mengalami kejenuhan, dan
kebosanan menghadapi masalah yang dtimbulkan oleh pekerjaanmu.
Mestinya, jika dirimu mengasihi pekerjaan, tentunya seluruh masalah akan
dapat terselesaikan. Dan pekerjaan itu tidak merasa dimiliki. Yang ada, bahwa; jika dirimu mengasihi, maka dirimulah yang
akan menuruti apa yang menjadi kehendak pekerjaan itu. Namun jika dirimu
merasa memiliki pekerjaan, maka pekerjaan itu yang harus menuruti
kemauan pemiliknya. Sama halnya jika dirimu mencintai kekasihmu,
bagaimana mungkin kekasihmu yang harus menuruti kehendakmu? Cintakah itu
namanya?
Jika dirimu benar-benar mengasihi, tidak membutuhkan
balasan, melainkan akan terbalas dengan sendirinya. Bagaimana mungkin
jika merasa memiliki akan menimbulkan cinta, selain cinta pada diri
sendiri. Begitu pula terhadap pekerjaan. Sebegitu dirimu mengasihi
pekerjaan, maka pekerjaan itu akan mengasihi dirimu. Sehingga pemilik
pekerjaan akan membutuhkanmu.
Adapun kegagalan-kegagalan
terhadap suatu pekerjaan, adalah karena dirimu tidak mencintai
pekerjaan, sehingga yang terjadi, pekerjaan itu yang harus menuruti
dirimu.
Jika demikian, bagaimana mungkin dirimu akan behasil
dengan baik. Apalagi jika masih memilih-milih pekerjaan, hal itu sama
dengan; bahwa pekerjaan itu yang harus mencintai dirimu. Sementara, dirimu
sama sekali tidak mengasihinya.
"Karmanye vadikaraste,
mapalesyu kadhacana (jika engkau menghadapi suatu pekerjaan, janganlah
kau hitung-hitung untung dan ruginya)"- Mahatma gandhi.
Terimakasih informasinya
BalasHapus