Tulisan ini atas permintaan seseorang, khususnya mengenai cemburu. Akan tetapi sengaja saya sandingkan pula dengan frasa “ ragu-ragu”, karena kedua perasaan ini memang amat sangat berkaitan diantara keduanya, serta tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Walaupun secara harfiah artinya berbeda, tetapi kalau kita hayati betul ada tautan yang erat sekali.
Didalam cemburu, tentu karena dilambari
adanya unsur keraguan. Didalam perasaan ragu-ragu, bisa menimbulkan rasa
cemburu. Seseorang yang ragu-ragu, jika tidak segera diatasi bisa
menimbulkan cemburu, iri, dengki dan akhirnya bisa memiliki rasa dendam
kesumat. Bisa mengalami kegalauan, kegagalan dan lain-lain. Sedangkan
seseorang yang memiliki rasa cemburu, karena disebabkan rasa untuk ingin
memiliki, sehingga karena adanya kekawatiran jika apa yang dikehendaki
tidak dapat dimiliki, maka muncul rasa keraguan terhadap apa yang akan
dilakukan.
Kedua rasa ini, baik cemburu maupun ragu-ragu, bukan
semata-mata dirasakan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang sedang
dilanda asmara belaka, melainkan bersifat menyeluruh yang berkaitan
dengan keadaan orang lain, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan ,
saking bahayanya tentang perasaan cemburu itu agar dihindari,
sampai-sampai ada hyperbola jika Tuhanpun memiliki rasa cemburu jika
kita mencintai selain Tuhan itu sendiri.
Seperti yang pernah
saya tulis beberapa waktu yang lalu, bahwa kehidupan didunia semuanya
karena adanya rasa cinta. Dan cinta terdiri dari 2 macam, yaitu; cinta
kepada Tuhan dan cinta kepada diri sendiri. Didalam mewujudkan rasa
cinta ini, jika selalu dilambari dengan penuh kesadaran, maka akan
selalu mendapatkan sinar kasih dari Tuhan. Sadar, bahwa segala sesuatu
yang ada didunia ini tidak akan pernah abadi. Sadar, bahwa kita sama
sekali tidak pernah memiliki.
Namun kendati demikian, dengan Sinar
kasih itu akan selalu memberikan cahaya kententraman kepada kita didalam
kehidupan kita sehari-hari. Walaupun tidak memiliki tetapi selalu akan
merasakan termiliki segala apapun yang masuk kedalam diri kita. Karena
dengan rasa sadar hati akan berperan untuk membantu jiwa kita
masing-masing. Jika tidak sadar maka sesungguhnya segala perwujudan
cinta yang ada merupakan implementasi dari nafsu, sehingga nafsu yang
akan dominan.
Jika suatu saat kita merasa ragu untuk bertindak, hal
itu merupakan pertanda bahwa ada kesalahan didalam diri kita bersikap.
Entah apa yang menjadi tujuan, atau didalam memilih varibel yang akan
dilakukan. Atau bisa saja habitat yang akan kita masuki kurang sesuai
dengan apa yang ada didalam diri kita. Dengan begitu, suka atau tidak
suka pasti akan muncul perasaan ragu, yang hal itu merupakan pertanda
agar kita introspeksi, untuk menyamakan seluruhnya. Dan pada saat muncul
ragu-ragu, berarti saat itu kita tidak menggunakan hati. Jika hati
tidak dipergunakan maka keraguanlah yang akan muncul. Dan ingat hati
tidak mengenal kesalahan, tidak mengenal agama, ras dan segala bahasa
maupun budaya. Karena hati adalah perwujudan eksistensi Tuhan itu
sendiri yang ditiupkan lewat Roh yang diletakkan didalam hati manusia.
Hati manusia tidak berfungsi, jika saat itu kita merasa ingin memiliki.
Jika rasa ingin memiliki ini semakin bertambah, maka akan muncul rasa
iri, dengki, cemburu dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Karena
seluruh rasa yang negative itu semata-mata adalah watak dari nafsu itu
sendiri.
Oleh karena itu apa artinya jika kita merasa cemburu,
kemudian bisa memiliki apa yang dikehendaki, maka sudah barang tentu
suatu saat rasa cemburu itu akan membakar kita terus menerus, walaupun
sudah memiliki, sehingga cepat atau lambat kita akan merasa kecewa,
merana, galau dan lain sebagainya.
Jadi disaat seseorang sudah
merasa cemburu, itu merupakan peringatan keras dari Tuhan agar kita
segera mawas diri untuk segera sadar dan menghapus rasa ingin memiliki.
Dn kesimpulannya : Jika kita merasa ragu-ragu untuk melangkah
adalah merupakan peringatan halus dari Tuhan, dan jika sudah ada rasa
cemburu merupakan peringatan keras dari Tuhan. Jika tidak segera
menghapus, kita sendiri yang akan terlibas. Yang semula watak kita baik
dan lembut, akan berubah menjadi kasar, jahat, kejam yang ujung-ujungnya
akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Bukankah itu
memang merupakan watak dari nafsu yang tidak dapat dikendalikan?
Dan
ingat, nafsu adalah merupakan kendaraan multi guna didalam mencapai
segalanya, yang bisa menghantar kita menuju kesuksesan dunia akherat,
atau sebaliknya akan menghempas dan menghancurkan kita untuk tidak
mendapat apa-apa.
Semoga bermanfaat, khususnya bagi semua orang yang lagi galau dan cemburu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar