Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 17 Oktober 2012

RAGU-RAGU DAN CEMBURU


Tulisan ini atas permintaan seseorang, khususnya mengenai cemburu. Akan tetapi sengaja saya sandingkan pula dengan frasa “ ragu-ragu”, karena kedua perasaan ini memang amat sangat berkaitan diantara keduanya, serta tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Walaupun secara harfiah artinya berbeda, tetapi kalau kita hayati betul ada tautan yang erat sekali.
 Didalam cemburu, tentu karena dilambari adanya unsur keraguan. Didalam perasaan ragu-ragu, bisa menimbulkan rasa cemburu. Seseorang yang ragu-ragu, jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan cemburu, iri, dengki dan akhirnya bisa memiliki rasa dendam kesumat. Bisa mengalami kegalauan, kegagalan dan lain-lain. Sedangkan seseorang yang memiliki rasa cemburu, karena disebabkan rasa untuk ingin memiliki, sehingga karena adanya kekawatiran jika apa yang dikehendaki tidak dapat dimiliki, maka muncul rasa keraguan terhadap apa yang akan dilakukan.




Kedua rasa ini, baik cemburu maupun ragu-ragu, bukan semata-mata dirasakan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang sedang dilanda asmara belaka, melainkan bersifat menyeluruh yang berkaitan dengan keadaan orang lain, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan , saking bahayanya tentang perasaan cemburu itu agar dihindari, sampai-sampai ada hyperbola jika Tuhanpun memiliki rasa cemburu jika kita mencintai selain Tuhan itu sendiri.




Seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu, bahwa kehidupan didunia semuanya karena adanya rasa cinta. Dan cinta terdiri dari 2 macam, yaitu; cinta kepada Tuhan dan cinta kepada diri sendiri. Didalam mewujudkan rasa cinta ini, jika selalu dilambari dengan penuh kesadaran, maka akan selalu mendapatkan sinar kasih dari Tuhan. Sadar, bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini tidak akan pernah abadi. Sadar, bahwa kita sama sekali tidak pernah memiliki.


Namun kendati demikian, dengan Sinar kasih itu akan selalu memberikan cahaya kententraman kepada kita didalam kehidupan kita sehari-hari. Walaupun tidak memiliki tetapi selalu akan merasakan termiliki segala apapun yang masuk kedalam diri kita. Karena dengan rasa sadar hati akan berperan untuk membantu jiwa kita masing-masing. Jika tidak sadar maka sesungguhnya segala perwujudan cinta yang ada merupakan implementasi dari nafsu, sehingga nafsu yang akan dominan.


Jika suatu saat kita merasa ragu untuk bertindak, hal itu merupakan pertanda bahwa ada kesalahan didalam diri kita bersikap. Entah apa yang menjadi tujuan, atau didalam memilih varibel yang akan dilakukan. Atau bisa saja habitat yang akan kita masuki kurang sesuai dengan apa yang ada didalam diri kita. Dengan begitu, suka atau tidak suka pasti akan muncul perasaan ragu, yang hal itu merupakan pertanda agar kita introspeksi, untuk menyamakan seluruhnya. Dan pada saat muncul ragu-ragu, berarti saat itu kita tidak menggunakan hati. Jika hati tidak dipergunakan maka keraguanlah yang akan muncul. Dan ingat hati tidak mengenal kesalahan, tidak mengenal agama, ras dan segala bahasa maupun budaya. Karena hati adalah perwujudan eksistensi Tuhan itu sendiri yang ditiupkan lewat Roh yang diletakkan didalam hati manusia.


Hati manusia tidak berfungsi, jika saat itu kita merasa ingin memiliki. Jika rasa ingin memiliki ini semakin bertambah, maka akan muncul rasa iri, dengki, cemburu dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Karena seluruh rasa yang negative itu semata-mata adalah watak dari nafsu itu sendiri.




Oleh karena itu apa artinya jika kita merasa cemburu, kemudian bisa memiliki apa yang dikehendaki, maka sudah barang tentu suatu saat rasa cemburu itu akan membakar kita terus menerus, walaupun sudah memiliki, sehingga cepat atau lambat kita akan merasa kecewa, merana, galau dan lain sebagainya.


Jadi disaat seseorang sudah merasa cemburu, itu merupakan peringatan keras dari Tuhan agar kita segera mawas diri untuk segera sadar dan menghapus rasa ingin memiliki.


Dn kesimpulannya : Jika kita merasa ragu-ragu untuk melangkah adalah merupakan peringatan halus dari Tuhan, dan jika sudah ada rasa cemburu merupakan peringatan keras dari Tuhan. Jika tidak segera menghapus, kita sendiri yang akan terlibas. Yang semula watak kita baik dan lembut, akan berubah menjadi kasar, jahat, kejam yang ujung-ujungnya akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Bukankah itu memang merupakan watak dari nafsu yang tidak dapat dikendalikan?


Dan ingat, nafsu adalah merupakan kendaraan multi guna didalam mencapai segalanya, yang bisa menghantar kita menuju kesuksesan dunia akherat, atau sebaliknya akan menghempas dan menghancurkan kita untuk tidak mendapat apa-apa.




Semoga bermanfaat, khususnya bagi semua orang yang lagi galau dan cemburu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar