Wahai orang-orang yang mengaku beriman, masih
adakah diantara kalian yang mau sedikit untuk
berpikir; bahwa sesungguhnya seluruh ummat
manusia telah diberikan kesaktian oleh Tuhan, yang
dititipkan lewat makhluknya yang bernama setan
dan malaikat.
Seberapa besar kesaktian yang kau miliki,
tergantung sepenuhnya terhadap seberapa besar
pula, pengenalan serta kesaksianmu akan
keberadaan mereka.
Dan semestinya kalian tahu, bahwa setiap nama
tentu ada wujudnya, setiap wujud tentu ada sifatnya,
serta ada pula tempat kedudukannya. Selanjutnya,
dari sifat-sifat itu pulalah yang akan mengeluarkan
kekuatan, agar dapat pula menjadikan kekuatan
padamu.
Dan sesungguhnya, keberadaan alam semesta ini,
termasuk bumi yang kalian tempati adalah juga
merupakan peranan mereka.
Namun, pernahkah engkau memperhatikan bahwa
keduanya itu juga memiliki rumah didalam dirimu,
serta menjadikan pula kodrat pada dirimu , tetapi
tidak kau sadari.
Justru karena tiadanya "KESADARAN" inilah,
akhirnya secara "TIDAK SADAR" pula mempengaruhi
sifat dan sikapmu untuk bertuhan kepada mereka.
Yang semestinya, merekalah yang harus tunduk
kepadamu, atau kalianlah yang harus menundukkan
mereka,sebagaimana yang telah diperintahkan
Tuhan mereka, yang juga merupakan Tuhanmu.
Rasa tunduk dan patuh itu, bukanlah semata-mata
menurut kehendakmu, akan tetapi menurut
kehendak sifat mereka, sebagaimana kodrat asal
mereka diciptakan.
Wahai orang-orang yang mengaku beriman,
bukankah engkau mengetahui, atau setidak-tidakny
a pernah mendengar; bahwa sesungguhnya setan
itu tercipta dari api, dan malaikat tercipta dari
cahaya. Semestinya, hal ini bisa menjadikan
pedoman, dan sekaligus pijakan bagimu untuk
berpikir, bahwa sifat, habitat, dan kodrat merekapun,
juga tidak akan terlepas dari api dan cahaya itu
sendiri.
Tetapi, sedikit sekali diantara kalian yang mau
menjadikan pedoman untuk dijadikan " KESAKSIAN",
bahwa sesungguhnya mereka ada, dan bisa kau
jadikan tambahan kekuatan, yang menurutmu
adalah "KESAKTIAN".
Bagaimana mungkin "KESAKSIAN" itu akan muncul,
sedangkan dirimu belum pernah "menyaksikan"?
Lalu, mungkinkah kalian akan dapat menyaksikan,
jika hanya mengenal namanya. Dan itupun, juga
kata mereka diantara kalian, yang lucunya juga kata
nenek moyang mereka, yang juga belum pernah
menyaksikan.
Bagaimana mungkin kalian semua bisa
menyaksikan, jika tidak ada kehendak untuk
memperhatikan? Padahal mereka hilir mudik
didalam maupun diluar ragamu. Bagaikan air sungai
yang mengalir dari hulu kehilir sampai ke samudra
yang luas. Kemudian disaat samudra itu pasang,
lantas kembali mengalir kehulu, kearah titik air itu
berasal.
Wahai orang-orang yang berpikir, apakah engkau
menyangka bahwa nenek moyangmu berbohong,
kendati mereka tidak bisa memberi kesaksian,
seperti juga dirimu?
Dan mungkinkah akan ada akibat tanpa adanya
sebab? Begitu pula, mungkinkah akan ada nama
tanpa adanya benda. Setiap nama tentu ada sifat
dan wujudnya, baik yang bersifat kebendaan
maupun tidak. Akan tetapi sesungguhnya mereka
benar-benar ada.
Mungkinkah ada kehidupan didunia ini tanpa
keberadaan mereka? Justru, dunia ini adalah tempat
tinggal mereka, dan bukan tempat tinggal kalian
sebagai anak manusia. Andaipun kalian menempati,
hanyalah bersifat sementara.
Lalu, bagaimana mungkin engkau yang telah diberi
kesempatan untuk tinggal, lantas mengacak-acak
sifat dan habitat mereka? Seperti halnya disaat
kalian berwisata, kemudian mengacak-acak daerah
orang lain.
Dan salahkah mereka jika tidak mau tunduk
padamu? Atau bahkan, jika sikapmu telah
keterlaluan, kalian akan dilibas, dan dihancurkan,
sehingga tidak ada kesempatan untuk pulang
kedaerah asalmu tinggal.
Padahal, jika engkau mengenal mereka, sudah
barang tentu engkau akan mendapatkan makna.
Yang kemudian bisa kau jadikan "energi makna",
untuk menerobos semesta ini sebagai tempat
wisatamu.
Bukan malahan kau biarkan hatimu selalu terbaring
selamanya, sehingga dirimupun ; "juga bagaikan
kerak tumbuh dibatu, mati enggan hiduppun tak
mau".
Dan alangkah sayangnya jika mereka tercipta,
namun tetap tidak berguna bagimu. Bahkan sampai
berkalang tanah tidak tahu apa-apa, serta tidak
membawa makna, selain hanya sebatas nama yang
sia-sia.
bersambung.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar