Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 31 Desember 2013

ANTARA KESAKSIAN DAN KESAKTIAN (ke 2)

Wahai orang-orang yang mengaku beriman, manakah yang lebih mudah bagimu untuk mengenali watak sanak kerabatmu, ataukah mereka yang baru saja kau kenal?
Apalagi jika harus mengenal dari seratus orang sahabatmu. Dan itupun akhirnya dapat kau kenali wataknya, sampai ke hal yang sekecil-kecilnya.
Manakah yang lebih sulit bagimu, antara mempelajari watak seseorang, dibandingkan dengan mempelajari watak api dan cahaya?
Dan bukankah sejak dahulu kala, watak api dan cahaya tidak pernah berubah sampai kapanpun, dan dimanapun.


Mereka amat gampang kau temui, dan mereka tidak pernah sembunyi. Sedangkan seseorang, masih bisa bersembunyi, dan bisa juga berubah wataknya sesuai dengan keadaan yang mempengaruhinya.
Tetapi, kenapa masih belum mengerti watak dari keduanya? Ataukah, memang tak hendak mau mengerti. Dan kau pikir mereka tidak begitu berarti bagimu, selain hanya untuk membakar atau memberikan cahaya belaka bagimu?

Tidak terlintaskah didalam dirimu untuk membudi dayakan mereka? Padahal seandainya kau tahu, seluruh makhluk yang ada dialam semesta ini, memiliki kedua sifat energi itu. Bahkan makhluk Jin
yang hidup bersebelahan denganmu, ingin mengenalmu.

Serta, merupakan kebanggaan dan kehormatan, jika dapat mengenalmu sebagai seorang manusia yang berderajat tinggi diantara para kaumnya. Namun apa yang terjadi? Lantaran keserakahan dan
kesombongan, kau porak porandakan habitat mereka, serta kehidupan mereka. Sehingga habitatmupun juga ikut porak poranda. Karena sesungguhnya keberadaan mereka juga merupakan
keseimbangan bagimu.

Begitupula, disaat makhluk cahaya yang senantiasa datang padamu, tak pernah pula kau hiraukan.
Padahal makhluk cahaya inilah yang akan selalu menjadi pembimbingmu untuk menuntunmu, serta
menjadikan kekuatan bagimu kendati tanpa kau minta.

Tahukah kalian wahai anak-anak manusia, bahwa sesungguhnya pada saat kalian berpikir, makhluk
api itu secepat kilat sudah ada didalam kepalamu. Dia datang karena engkau memanggil sifatnya, bersamaan dengan makhluk cahaya yang juga datang, untuk melengkapi energi yang kau butuhkan,
menjadi energi makna yang tanpa disadari.

Tetapi karena engkau tidak mengenalnya, sehingga tidak menyadari untuk memperlakukan mereka
sebagaimana sifatnya. Lalu salahkah jika akhirnya mereka akan berperang didalam dirimu, atau
kemudian bersatu dan berbalik menyerangmu. Kemudian, ditambah lagi dengan makhluk jin yang
telah kau rusak habitatnya, ikut pula memusuhimu karena dendam, sanak kerabatnya banyak yang
mati atas ulahmu.

Padahal semestinya, engkaupun bisa hidup berdampingan dengan jin, yang juga membutuhkan ketenangan dan kedamaian. Atau apakah kalian menyangka bahwa dunia ini hanya untukmu, dan
mereka para jin itu tidak boleh tinggal.

Tahukah kalian, jika seandainya seluruh makhluk jin binasa, tentu bumi tempatmu berpijak akan goyang, dan putarannyapun juga tidak akan lagi seimbang. Jika sudah demikian, bumipun akan terlempar tak tentu tujuan, sehingga kalianpun juga akan terlempar dari bumi, bagaikan kapas tertiup angin. Oleh karena itu selagi belum terlambat, kenalilah api itu dan kenali pula cahaya, sampai sekecil-kecilnya antara kelemahan dan kelebihannya.

Kenali juga mereka yang ada didalam tubuhmu, sehingga bisa kau satukan dengan keberadaan mereka diluar tubuhmu, seperti halnya engkau mengenal saudaramu sendiri.

Jika engkau sudah mengenal mereka, mereka akan tunduk padamu, apapun yang kau perintahkan,
sehingga engkau akan dapat menyaksikan keberadaan mereka, serta menyatu dengan mereka,
dan bukan mereka yang harus menyatu denganmu.


Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar