Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 31 Desember 2013

ANTARA KESAKSIAN DAN KESAKTIAN( ke 3)

Wahai orang-orang yang mengaku beriman, bagaimana mungkin kalian akan mengenal, memahami, kemudian bersaksi, atas keberadaan mereka. Jika sebelumnya sudah lari terbirit-birit, disaat makhluk api dan makhluk cahaya itu diucapkan?

Dan, bukankah telah banyak ayat ayat firman yang menyatakan ; bahwa mereka bukanlah tuhanmu.
Dan, apakah mungkin para akhli kitab yang telah diberi hikmah oleh Tuhanmu meminta, agar kalian
menyembah makhluk cahaya itu menjadi Tuhanmu. Atau bahkan nabimu itu sebagai Tuhan?

Yang ada, hanyalah menyuruh kamu, agar berbhakti kepada Tuhan. Serta yang lebih parah lagi, justru semakin banyak dari kalian yang menjadikan makhluk api itu yang kau jadikan Tuhan. Sehingga semakin lama, semakin melampaui batas, agar Tuhan itu yang harus jadi penyembahmu.

Apakah perlu para nabi itu kembali datang keduniamu, untuk menjelaskan lagi, serta mempertanggung jawabkan apa yang telah dikatakan kepadamu. Tetapi bagaimana mungkin mereka akan kembali datang, sedangkan ayat-ayat yang diturunkan, telah lengkap dan sempurna tertanam didalam hatimu. Dan itupun, hanyalah sekedar petunjuk agar kalian selalu membuka ayat-ayat yang telah ditanamkan didalam hatimu.

Jika Nabi itu kembali datang, dan itu pasti akan datang. Justru akan menjadi kecelakaan besar bagi kalian. karena hal itu berarti keakhiran jaman akan datang. Sementara, kalian telah berada didalam
kerusakan, maka kerusakan pulalah yang terjadi dan kiamatpun akan tiba.

Tetapi, bagaimana mungkin kalian dapat membuka ayat-ayat didalam hatimu, sementara hatimu sendiri telah rusak. Karena tidak pernah kau pakai untuk memahami, dan hatimu sudah tidak bisa lentur sebagaimana asalnya diciptakan. Padahal disitulah singgasana makhluk cahaya itu berada. Sedangkan jiwamu, sebagai wakil Tuhan untuk menjadi raja dimuka bumi ini.

Tetapi, karena singgasana itu sering kau tinggalkan, bahkan justru pergi bersama nafsumu untuk berwisata sendirian. Padahal nafsumu tidak mengerti apa-apa didunia ini.

Mereka hanyalah sebatas kendaraan bagimu, akhirnya bisa pula masuk kejurang penderitaan bersamamu, sebelum sampai ketujuan kemana kalian pulang.

Wahai orang yang mau berpikir, mengapa itu bisa terjadi? Semuanya, lantaran sebagian besar diantara kalian sering menggunakan kesempatan, untuk memanfaatkan segala yang ada, demi kepentinganmu. Kau manfaatkan mereka untuk memenuhi keinginanmu, serta kau paksa sesuai dengan sifatmu, bukan sifat mereka sendiri. Padahal semestinya, bimbinglah mereka agar bermanfaat, terhadap sifat, dan kodratnya, masing- masing. Sehingga akan bermanfaat pula bagimu.
Karena mereka ada didalam dirimu, dan bukan kamu yang berada didalam diri mereka.

Namun, karena kalian sering memanfaatkan mereka untuk memenuhi keinginanmu, bukan kebutuhanmu, sehingga secara tidak kau sadari, kau robah mereka dari sifat dan kodrat asalnya. Dan kau robah susunan, yang semula sempurna, menjadi berantakan.

Yang sifat, kau jadikan kodrat, yang kodrat kau jadikan iradat, dan yang iradat kau jadikan habitat. Atau bahkan, kau campur adukkan menjadi satu bahwa mereka adalah dirimu.

Lalu, bagaimana mungkin engkau akan mengenal dan memahami mereka? Sedang mereka sendiripun
sudah tidak mampu mengenali dirinya sendiri. Sehingga yang terjadi; engkau menjadi Tuhan pada
dirimu sendiri. Dan merekapun, juga akan memanfaatkan dirimu sebagai hamba mereka.

Jika demikian, engkau bagaikan orang buta, yang bertanya pada orang yang sama-buta, untuk melihat. Atau, engkau bagaikan orang yang lumpuh, yang meminta orang lain yang lumpuh, untuk
menuntunmu berjalan.
Atau keduanya, engkau orang buta dan lumpuh, untuk menolong mereka, yang semula pembantumu yang juga sama-sama lumpuh dan buta.


bersambung.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar