KEAJAIBAN SYUKUR DAN IKHLAS
Wahai
orang-orang yang beriman, pernahkah diantara kalian mengalami jatuh
cinta pada seseorang, dan apa pula yang terjadi pada perasaanmu?
Khususnya, jika orang itu belum tahu bahwa engkau mencintainya.
Tentu semuanya akan mengatakan yang sama, bahwa HATINYA seolah
berbunga, penuh getar-getar cinta, diliputi kebahagiaan dan keindahan.
Dan disaat itu, ketika orang yang kamu kasihi, menyuruhmu atau
memberikan beban kepadamu, tentu engkau sangat bahagia sekali bisa
membantunya, dan tiada sedikitpun rasa berat bagimu untuk bisa
menolongnya.
Bahkan, engkau akan selalu berusaha untuk
memberikan sesuatu hadiah bagi kekasihmu, walaupun dia tidak meminta.
Dan engkau merasa bahagia, disaat dia mau menerimanya. Serta, engkau
bisa pula menjadi pendengar yang baik, walau mungkin apa yang kamu
dengar tidak kamu sukai jika disampaikan oleh orang lain.
Dan
jika saat itu ada orang lain yang melihatmu, tentu mereka akan merasakan
juga bahwa dirimu bahagia, padahal kamu belum mengatakan bahwa dirimu
bahagia. Dari manakah mereka tahu bahwa kamu bahagia?
Mereka tahu dari wajahmu yang bercahaya, menggambarkan bahwa dirimu bahagia.
Dan tentu kamu tidak menyadari, jika sikapmu saat itu, membuat orang lain ikut senang melihatnya.
Seperti halnya melihat bayi yang selalu berbinar-binar, adakah yang
membenci bayi, kendati bukan anaknya sendiri. Karena saat itu, hatimu
yang nampak, bukan nafsumu.
Dan merekapun juga memiliki hati untuk melihat kebahagiaanmu.
Dari manakah cahaya yang menyinari wajahmu itu datang? Dia datang
lantaran perasaanmu sedang diliputi gelombang cinta pada seseorang.
Tahukah, bahwa pada saat seseorang dilanda cinta, hatimu memancarkan
gelombang kasih keseluruh sel-sel darah, yang kemudian dibawa keseluruh
ragamu. Maka saat itu sel-sel darah tersusun secara teratur, serta
memancarkan cahaya putih yang berkilauan, serta menyejukkan, kemudian
terpendar keseluruh wajahmu.
Jadi sel-sel darah yang bercahaya itulah yang nampak lewat tubuhmu.
Dan tahukah, bahwa jika sel-sel darah itu telah tersusun, secara
teratur dan bercahaya menyejukkan, maka saat itu, akan memperlambat
kematian sel-sel darah, serta cahayanya bisa
menjadikan energi untuk menciptakan sel-sel darah yang baru.
Darimanakah energi itu kau dapatkan? Energi itu kau dapatkan dari sari
makanan yang berbentuk glukosa, yang bersiluluh dengan udara yang kau
hirup setiap saatnya.
Sehingga, jika semakin banyak cahaya
dalam dirimu, pada saat itu pulalah engkau akan selalu didatangi oleh
makhluk cahaya, untuk mendapatkan Firman dari Tuhanmu.
Sebab
munculnya firman, adalah jika didalam dirimu telah tercukupi sarana
cahaya. Dan tiada mungkin Firman akan datang, jika tiada cahaya yang ada
dalam dirimu.
Dan itulah kenapa Tuhan berfirman kepadamu, agar
dirimu selalu ikhlas dan bersyukur, yang semata-mata adalah supaya
dirimu selalu mendapatkan firman dari Tuhanmu.
Ikhlas itu bukan
apa yang kamu katakan, atau yang kau perbuat, akan tetapi disaat engkau
menerima dalam bentuk apapun, dan dari siapapun, serta bertujuan
apapun, materi maupun non materi ; adalah menerima dengan penuh kasih,
serta penuh kebahagiaan, seperti halnya disaat kau berhadapan dengan
orang yang kamu kasihi.
Walaupun, apa yang kamu terima tidak kamu kehendaki. Sebab
intinya, bukan terhadap apa yang kamu sukai, melainkan rasa kasih disaat kamu menerima.
Dan bisa saja yang memberi itu semula tidak dengan kasih, namun jika
dirimu menerima dengan kasih, maka lambat laun yang memberi itupun juga
akan dengan penuh kasih, sebagaimana kodratnya rasa kasih ada didalam
hati sanubari.
Adapun rasa syukur adalah disaat engkau memberi,
dimana perasaanmu bahagia serta penuh keindahan,
bahwa engkau bisa memberi, seperti disaat engkau
memberi terhadap orang yang kamu kasihi.
Sehingga dengan demikian, dirimu akan selalu bercahaya, dan dengan
cahaya itu pulalah engkau selalu mendapatkan Firman dari Tuhanmu.
Jika sudah mendapatkan Firman, menunjukkan dirimu telah dekat dengan
Tuhan, lantas masih adakah kesulitan bagimu? sedangkan seluruh makhluk
cahaya akan berduyun-duyun untuk menolongmu dengan penuh kasih.
Lantas, nikmat Tuhan manakah yang masih engkau ingkari?
Wahai orang-orang yang beriman, bagaimanakah caranya engkau bisa belajar memberi dan menerima dengan penuh kasih?
Ketahuilah, bahwa kasih tidak pernah mengenal cara, karena kasih adalah
urusan rasa, dan rasa adalah urusan hati. Untuk itu berlatihlah terus
menerus untuk menyeimbangkan antara hatimu dan nafsumu. Perbanyaklah
untuk membaca, dan mendengar suara hatimu sendiri. Sampai dirimu merasa
bahagia disaat mendengar. Seolah-olah yang kamu dengar adalah suara
dari kekasihmu sendiri.
Sebagaimana para nabi dan rasul terdahulu, mereka
terangkat dan dimulyakan, lantaran pandai mendengar terhadap suara
hatinya sendiri. Dan tiada sedikitpun untuk berdebat, kendati dengan
dirinya sendiri. Kemudian menjadi ayat-ayat firman,
bukan lantaran apa yang dikatakan orang.
Melainkan apa yang didengar dari hatinya. Dan itu pulalah kenapa Tuhan
berfirman; bahwa segala sesuatu yang baik bagimu, belum tentu baik bagi
Tuhanmu.
Dan segala sesuatu yang jelek, sesungguhnya bisa saja akan menjadikan yang
terbaik bagi dirimu.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar