" ANUGERAH DAN BENCANA ADALAH SEPASANG PENGANTIN"
Pernahkah kita berpikir, bahwa sesungguhnya dibalik anugerah, pasti
akan ada bencana. Begitu pula sebaliknya, dibalik bencana akan ada
anugerah.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Semuanya lantaran
seluruh kehidupan dialam semesta ini tercipta dalam keadaan berpasangan.
Yakni ; jika ada positif sudah tentu akan ada negatif.
Daerah pegunungan yang ditimpa letusan gunung, cepat atau lambat akan
membuat tanahnya menjadi subur. Daerah yang senantiasa mudah disambar
petir, akan menjadi subur penuh kemakmuran.
Oleh karena itu
sudah merupakan ketentuan alam, maka jika kita mendapatkan sesuatu
anugerah, maupun bencana, yang harus direnungkan adalah pasangannya.
Yakni kalau kita mendapatkan bencana, pikirkanlah, dan tanyakan didalam
diri, bahwa anugerah apa kira-kira yang akan didapatkan.
Serta
pikirkan juga sebelum bencana itu terjadi, apa yang menjadi kehendak
didalam diri. Dengan begitu, kita tidak akan terhanyut pada bencana yang
menimpa. Melainkan, akan lebih fokus untuk bersabar, sampai bencana
berlalu, dan menerima anugerah yang akan didamba.
Begitu pula,
jika kita mendapatkan anugerah, maka cepat atau lambat, kita harus
bersiaga, untuk menata rasa, agar disaat menerima bencana kita tidak
celaka.
Sehingga disaat mendapat anugerah, kita akan berpikir bahwa; kira-kira bencana apa, yang akan kita terima.
Dengan begitu, kita akan bisa menata rasa, untuk berlatih merasakan
kehilangan, dengan membagi rasa bahagia, kepada mereka yang sedang
mendapatkan bencana rasa, lewat pemberian sesuai dengan kemampuan.
Sehingga dengan demikan, dirimu sudah mencicil rasa, disaat bencana
belum tiba. Dan bisa jadi, ketika bencana datang, dirimu sudah tidak
memiliki hutang.
Dan sesungguhnya, selama manusia hidup
didunia, tak akan pernah terhenti menerima bencana, dan anugerah, silih
berganti. Karena keduanya, memang bagaikan sepasang pengantin, yang
saling memberikan keseimbangan pada dirimu, dan pada alam. Hingga
akhirnya dirimu kembali menyatu dengan alam yang merupakan lingkaran
kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar