Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 22 Desember 2013

" ANUGERAH DAN BENCANA ADALAH SEPASANG PENGANTIN"


Pernahkah kita berpikir, bahwa sesungguhnya dibalik anugerah, pasti akan ada bencana. Begitu pula sebaliknya, dibalik bencana akan ada anugerah.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Semuanya lantaran seluruh kehidupan dialam semesta ini tercipta dalam keadaan berpasangan. Yakni ; jika ada positif sudah tentu akan ada negatif.

Daerah pegunungan yang ditimpa letusan gunung, cepat atau lambat akan membuat tanahnya menjadi subur. Daerah yang senantiasa mudah disambar petir, akan menjadi subur penuh kemakmuran.

Oleh karena itu sudah merupakan ketentuan alam, maka jika kita mendapatkan sesuatu anugerah, maupun bencana, yang harus direnungkan adalah pasangannya. Yakni kalau kita mendapatkan bencana, pikirkanlah, dan tanyakan didalam diri, bahwa anugerah apa kira-kira yang akan didapatkan.

Serta pikirkan juga sebelum bencana itu terjadi, apa yang menjadi kehendak didalam diri. Dengan begitu, kita tidak akan terhanyut pada bencana yang menimpa. Melainkan, akan lebih fokus untuk bersabar, sampai bencana berlalu, dan menerima anugerah yang akan didamba.

Begitu pula, jika kita mendapatkan anugerah, maka cepat atau lambat, kita harus bersiaga, untuk menata rasa, agar disaat menerima bencana kita tidak celaka.

Sehingga disaat mendapat anugerah, kita akan berpikir bahwa; kira-kira bencana apa, yang akan kita terima.

Dengan begitu, kita akan bisa menata rasa, untuk berlatih merasakan kehilangan, dengan membagi rasa bahagia, kepada mereka yang sedang mendapatkan bencana rasa, lewat pemberian sesuai dengan kemampuan.

Sehingga dengan demikan, dirimu sudah mencicil rasa, disaat bencana belum tiba. Dan bisa jadi, ketika bencana datang, dirimu sudah tidak memiliki hutang.

Dan sesungguhnya, selama manusia hidup didunia, tak akan pernah terhenti menerima bencana, dan anugerah, silih berganti. Karena keduanya, memang bagaikan sepasang pengantin, yang saling memberikan keseimbangan pada dirimu, dan pada alam. Hingga akhirnya dirimu kembali menyatu dengan alam yang merupakan lingkaran kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar