Kalau kita hanya sekedar menghafal kitab, tak akan
pernah bisa mendapatkan makna dari sifat. Selain
hanya dapat meratap.
Jika kita hanya sekedar mengulang kata tentang
sifat, serta tanpa menjalani hakekat sifat. Kita tak
akan pernah merasakan adanya Dzat. Selain hanya
zat yang hanya merupakan predikat, bahwa dirimu
bukanlah diriNYA.
Dan itu bukanlah kholifah, yang hanya pandai
bersumpah serapah, mencaci serta penuh dusta.
Bahkan selalu menebar nista. Dan jika ditanya;
engkau menjawab, bahwa dirimu adalah penjaga
kebenaran. Jika suatu ketika ketahuan belangnya,
dia akan berkata" aku hanyalah manusia biasa"
Tetapi, jika dirimu berkata dan kau jadikan fakta
dengan tindakan nyata. Dirimu akan menjadi ayat.
Yang suatu saat akan pula menjadi hikayat. Bukan
tentang keberadaanmu, tetapi keberadaan Tuhanmu
yang mengajarkan hakekat bagi dirimu sebagai
ummat.
Dan jika, perbuatanmu telah menjadi kitab, janganlah
sekali-kali merebut kebenaran sifat , sesuai dengan
kehendakmu. Apalagi kebenaran Dzat. Karena
seluruh sifat dan Dzat, tidak hanya berada pada
dirimu. Tetapi juga pada diri mereka. Yang menyatu
didalam seluruh Roh kehidupan. Bahwa " AKU"
adalah penguasa alam.
Oleh karena itu sembahlah AKU, ingatlah AKU, dan
jadikan sifat dan Dzat itu menjadi suatu tindakan
yang nyata bagimu. Dan bukan hanya sekedar pura-
pura. Karena mereka yang ada disekitarmu, akan
mengetahui serta merasakan, apakah dirimu berjalan
sesuai dengan kehendakKU.
Dengan begitu, engkau akan menyatu, bukan untuk
bersatu. Karena, diriKU adalah Dzat, yang
memberikan sifat, terhadap zat. Sehingga, dirimu
akan banyak tahu, walaupun tidak diberitahu. Serta,
akan banyak mengerti, tentang apa yang akan
terjadi.
Bertanyalah kepada diri sendiri" sesungguhnya"
AKU ; Aku ; dan aku " adalah siapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar