Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 13 Desember 2013

" DIRIKU DAN DIRIMU ADALAH SATU "



Tidakkah engkau merenungkan, bahwa diriKU dan dirimu adalah satu? Kemanapun engkau berjalan. Kemanapun engkau mencari, dan dimanapun engkau berada, yang kau temui adalah diriKU. Kemanapun kau hadapkan mukamu disitulah wajahKU.

Masihkah ada keraguan bagimu? Dan disaat engkau menciptakan apapun, sesungguhnya karena sifatKUlah sehingga kau bisa menciptakan.

Untuk apa engkau mencari? Dan apakah yang kau cari. Sedangkan dirimu masih belum ada getar-getar kasih. Seandainya didalam dirimu telah bergetar lantaran sebuah kasih yang menyesakkan jantungmu.

Tidak tahukah bahwa diriKU itu telah menyatu dalam dirimu?

DiriKU dan dirimu adalah satu. Tidak perlu engkau mencari. Tetapi cukuplah kau rasakan. Karena sesungguhnya diriKU adalah sepasang, yang bersifat tunggal dan batin. Dan tidak akan mungkin menimbulkan getaran jika tidak bertemu dengan pasangannya. .

Dan jika engkau mencari diluar tubuhmu, yang kau temui hanyalah kehampaan, atau yang penuh hingar-bingar, serta yang membuahkan sebuah nama.

Padahal, aku bukanlah sebuah nama, dan tak akan pernah memiliki nama. Sebab, sebegitu telah muncul nama, tentu akan menjadi benda. Dan dari benda akan memunculkan sifat dan kedudukan yang saling berbeda, tergantung dimana kau berada.

Sehingga memunculkan pula sikap prilaku yang berbeda pula, lantaran adanya penafsiran tentang sebuah benda yang bernama.

Jika sudah demikian, bagaimana mungkin engkau akan bertemu Diriku, sementara batinmu telah berada semakin jauh menuju ragawi dan bukan batini.

Tahukah? Bahwa disaat getar-getar kasih yang terlontar dari sepasang sejoli, adalah melambangkan bahwa diriKU dan dirimu adalah satu.

Kemudian saat itu, nafas-nafas kehidupan seolah terhenti, saat sepasang raga telah menyatu, dirimu hilang seolah berada diawang-awang. Karena yang tersisa, hanyalah hidup tanpa kehidupan. Itulah sesungguhnya langit ketujuh sebagai wahana Ku. Sehingga raga dan jiwamu bersiluluh diantara ada dan tiada. Selain belaian kasih yang tak terperi diujung yalaliddin rumi.

DiriKU dan dirimu adalah satu. Masih perlukah engkau berduka lantaran dunia? Karena pada saat itu sesungguhnya dunia ada didalam genggamanmu.

Namun, engkau justru terlena, sehingga tidak menangguknya untuk menjadi bahtera energi KU. Selain hanya menikmatinya dalam ketiada sadaran, kembali sebagai dirimu dan dirinya, sebagai pasanganmu. Sementara diriKU kembali menghilang menuju semiotika alam seperti semula. Menyusuri kehidupan tanpa lentera cahayaKU selain lentera nafsumu.

Dan, saat engkau telah sadar, semua kembali sepi dan sunyi, untuk menyongsong hari-harimu yang panjang.

Terinspirasi: QS. 2: 223.

Semoga menjadi bahan renungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar