Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 16 Desember 2013

KETIKA AKU DATANG UNTUK MENCINTAIMU



KESATU : Disaat mencari cahaya didalam kegelapan. Saat aku datang mendengar namamu, tak terasa hati ini telah tergetar untuk mengenalmu lebih jauh. Walau aku tidak tahu wajahmu, namun apa yang kuperoleh dari cerita tentang sifatmu, aku telah benar-benar jatuh cinta. Aku selalu membisikkan namamu. Disaat aku terjaga, disaat aku berbaring, tak sedetikpun aku melupakanmu. Dan hanya dirimu yang kubayangkan, walau tidak tahu, apa yang harus kulakukan, selain apa yang dikatakan oleh mereka. Bahwa engkau yang maha lembut dan maha segalanya. Tetapi, aku tak pernah mendapatkan kelembutanmu, tak pernah mendapatkan kasihmu. Bahkan untuk mengenalmupun tak pernah tahu bagaimana caranya. Sementara mereka yang memberitahu, tentang dirimu juga belum pernah mengenalmu. Selain dari kisah-kisah turun temurun bahwa engkau ada. Tetapi, kehidupanku tetap tak pernah berobah. Begitu pula terhadap mereka yang juga sama-sama berlomba untuk mencarimu. Kendati kusebut namamu, juga sifat-sifatmu, serta kupuja dirimu, kehidupanku tetap sama penuh derita dan papa.


KEDUA: Disaat berada didalam cahaya. Aku tak ingin menderita sendiri didalam mencarimu. Aku mencoba untuk merobah caraku didalam mencarimu, yakni dengan mengumpulkan semua orang yang dapat aku pengaruhi, untuk bersama-sama memujamu. Belajar lewat kata dan bahasa. Belajar memperbanyak kosa kata serta peribahasa. Semua untuk menambah ungkapan rasa cintaku.Dan dengan keindahan kata yang kumiliki, akhirnya aku banyak yang mengikuti. Hingga kemudian, pengikutku semakin banyak. Dan kehidupanku mulai berobah. Yang semula papa dan penuh derita, kemudian menjadi mudah mendapatkan harta. Namun, aku justru semakin tak bahagia. Malahan justru semakin menderita. Dan aku semakin tidak bebas baik didalam tutur kata, berperilaku dan lainnya. Walaupun, semua serba ada, tiada lagi kesulitan dalam mencari nafkah raga. Tetapi sikapku makin mudah untuk marah, makin berani untuk mencela dan menghina, terutama bagi mereka-mereka yang tidak sejalan dengan apa  yang menjadi jalan pikiranku. Seolah dirikulah yang paling benar, khususnya didalam menggambarkan  tentang siapa dirimu. Baik terhadap apa yang kau sukai dan apa yang tidak kau sukai. Dan supaya aku semakin diterima diantara pengikutku, lantas aku menjanjikan kemudahan pada mereka, jika mereka mengikuti apa yang aku putuskan. Sehingga makin lama, bukan kemudahan, kebahagiaan dan kententraman yang kudapatkan. Selain pertikaian, dan perkelahian diantara kelompokku dengan kelompok lain yang kebetulan berbeda didalam menggambarkan dirimu. Padahal sejujurnya, aku sendiripun juga tidak tahu. Dan didalam diripun juga tak pernah habis berpikir; bahwa jika aku benar, bahwa jika aku selalu memujamu, tetapi kenapa hidupku semakin sengsara. Kenapa aku justru semakin jauh darimu? Getaran yang dulu pertama kali aku rasakan, justru semakin hilang. Selain getaran untuk menggetarkan rasa ketakutan pada siapapun mereka yang melawanku.


KETIGA: Disaat memberikan cahaya pada kegelapan. Akhirnya aku tinggal semua. Dan aku jadi berpikir sendiri, merenung sendiri tentang siapa dirimu. Secara sembunyi-sembunyi aku cari sifat-sifatmu. Kemudian aku mencoba meniru sifatmu yang paling mudah aku jalankan, yaitu kasih. Aku mencoba mengasihi sesamaku, seluruh makhluk ciptaanmu dengan suatu tindakan dan perbuatan. Dan ternyata, getaran yang semula hilang, kini kembali datang. Bahkan melebihi sewaktu aku mulai kenal dengan namamu.  Disini, aku mulai merasakan keadaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Walaupun harta sudah tak lagi melimpah ruah, namun ketenangan batinku, serta seluruh keluargaku semakin hidup penuh ketentraman. Yang semula, aku berharta lantaran aku meminta pada mereka sebagai imbalan, untuk mendengar dongeng-dongeng tentang dirimu. Sekarang, aku lebih banyak memberi, dan memberitahu bahwa sebaik-baiknya dongeng tentang dirimu, adalah yang dihasilkan oleh dirinya sendiri. Serta yang diterapkan pula untuk dirinya sendiri. Dan aku sudah tidak lagi berpikir apakah aku akan melarat ataukah hartaku berlimpah. Yang penting bagiku adalah dirimu, serta getaran hatiku senantiasa tersambung denganmu menjadi kasih yang tak pernah padamu.

KEEMPAT : Disaat bisa menciptakan cahaya. Sejak saat itu, aku merasakan bahwa dirimu semakin dekat, sifat-sifatmu semakin menyatu dengan dirimu. Terutama disaat hartaku hampir punah, jatuh dan bangun melebihi saat pertama aku mencari dan mengejarmu, lantas ada pusaran cahaya yang menyelimuti seluruh ragaku. Dan aku seperti tidak tahu bentuk tubuhku, panca indraku, semuanya seolah hilang. Namun apa yang ada didepanku, seolah itu merupakan diriku. Begitupula disaat aku bernafas, seolah semuanya terasa senafas denganku. Apa yang aku pegang, seolah diriku sendiri yang aku pegang. Kemudian, disaat diriku semakin menghilang, kemudian engkau semakin datang bersama terang. Selanjutnya ketika jarakku dan dirimu semakin tiada sekat, aku lantas terlempar dihutan ilalang, dan dirimu kembali menghilang. Dan sejak saat itu sampai sekarang, sudah tidak lagi mencarimu. Karena sesungguhnya aku dan dirimu adalah satu. Apa yang kukehendaki adalah pula menjadi kehendakmu. Apapun yang kurasa juga seperti apa yang kau rasa. Engkau mencipta aku berkarya. Engkau berkehendak, aku yang bertindak. 


KELIMA: Kesimpulan perjalanan saya didalam mencari cinta adalah : 1.syariatku adalah; bagaimana aku bisa mencari nafkah untuk diriku sendiri bersama keluargaku. 2. Tarikatku adalah; bagaimana aku bisa menambah ilmu dan bisa mempengaruhi orang lain, mengajari orang lain dan berusaha bagaimana membuat supaya mereka terikat, tetapi tidak mereka diikat. Dengan tujuan bisa membantu memberikan tambahan penghasilan padaku. Semakin banyak anggota yang mengikutiku, akan semakin banyak pula harta dan kekuasaan yang aku dapatkan. 3. Hakekatku adalah; Bagaimana aku untuk berusaha, selalu memberikan apa yang aku dapatkan untuk mereka, siapapun yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan apapun, serta tanpa ada pamrih apapun. Baik nyata maupun tersembunyi.  Dan 4. Makrifatku adalah jika kita membutuhkan sesuatu kita harus menciptakan cahaya. Kemudian cahaya itu dipancarkan kepada seluruh makhluk disekeliling kita, dan kita bisa bersama untuk berinteraksi menjaga keseimbangan alam itu sendiri, Jika ingin mendapatkan, maka kita harus menanam. Karena apa yang ditanam maka itu pula yang akan kita tuai.




Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar