KESATU : Disaat mencari cahaya didalam
kegelapan. Saat aku datang mendengar namamu, tak terasa hati ini telah
tergetar untuk mengenalmu lebih jauh. Walau aku tidak tahu wajahmu, namun apa
yang kuperoleh dari cerita tentang sifatmu, aku telah benar-benar jatuh cinta.
Aku selalu membisikkan namamu. Disaat aku terjaga, disaat aku berbaring, tak
sedetikpun aku melupakanmu. Dan hanya dirimu yang kubayangkan, walau tidak
tahu, apa yang harus kulakukan, selain apa yang dikatakan oleh mereka. Bahwa
engkau yang maha lembut dan maha segalanya. Tetapi, aku tak pernah mendapatkan
kelembutanmu, tak pernah mendapatkan kasihmu. Bahkan untuk mengenalmupun tak
pernah tahu bagaimana caranya. Sementara mereka yang memberitahu, tentang
dirimu juga belum pernah mengenalmu. Selain dari kisah-kisah turun temurun
bahwa engkau ada. Tetapi, kehidupanku tetap tak pernah berobah. Begitu pula
terhadap mereka yang juga sama-sama berlomba untuk mencarimu. Kendati kusebut
namamu, juga sifat-sifatmu, serta kupuja dirimu, kehidupanku tetap sama penuh
derita dan papa.
KEDUA: Disaat berada didalam cahaya. Aku tak ingin menderita sendiri
didalam mencarimu. Aku mencoba untuk merobah caraku didalam mencarimu, yakni
dengan mengumpulkan semua orang yang dapat aku pengaruhi, untuk bersama-sama
memujamu. Belajar lewat kata dan bahasa. Belajar memperbanyak kosa kata serta
peribahasa. Semua untuk menambah ungkapan rasa cintaku.Dan dengan keindahan
kata yang kumiliki, akhirnya aku banyak yang mengikuti. Hingga kemudian,
pengikutku semakin banyak. Dan kehidupanku mulai berobah. Yang semula papa dan
penuh derita, kemudian menjadi mudah mendapatkan harta. Namun, aku justru
semakin tak bahagia. Malahan justru semakin menderita. Dan aku semakin tidak
bebas baik didalam tutur kata, berperilaku dan lainnya. Walaupun, semua serba
ada, tiada lagi kesulitan dalam mencari nafkah raga. Tetapi sikapku makin mudah
untuk marah, makin berani untuk mencela dan menghina, terutama bagi
mereka-mereka yang tidak sejalan dengan apa yang menjadi jalan pikiranku. Seolah dirikulah
yang paling benar, khususnya didalam menggambarkan tentang siapa dirimu. Baik terhadap apa yang
kau sukai dan apa yang tidak kau sukai. Dan supaya aku semakin diterima
diantara pengikutku, lantas aku menjanjikan kemudahan pada mereka, jika mereka
mengikuti apa yang aku putuskan. Sehingga makin lama, bukan kemudahan,
kebahagiaan dan kententraman yang kudapatkan. Selain pertikaian, dan perkelahian
diantara kelompokku dengan kelompok lain yang kebetulan berbeda didalam menggambarkan
dirimu. Padahal sejujurnya, aku sendiripun juga tidak tahu. Dan didalam diripun
juga tak pernah habis berpikir; bahwa jika aku benar, bahwa jika aku selalu
memujamu, tetapi kenapa hidupku semakin sengsara. Kenapa aku justru semakin
jauh darimu? Getaran yang dulu pertama kali aku rasakan, justru semakin hilang.
Selain getaran untuk menggetarkan rasa ketakutan pada siapapun mereka yang
melawanku.
KETIGA: Disaat memberikan cahaya pada kegelapan. Akhirnya aku tinggal
semua. Dan aku jadi berpikir sendiri, merenung sendiri tentang siapa dirimu.
Secara sembunyi-sembunyi aku cari sifat-sifatmu. Kemudian aku mencoba meniru
sifatmu yang paling mudah aku jalankan, yaitu kasih. Aku mencoba mengasihi
sesamaku, seluruh makhluk ciptaanmu dengan suatu tindakan dan perbuatan. Dan
ternyata, getaran yang semula hilang, kini kembali datang. Bahkan melebihi
sewaktu aku mulai kenal dengan namamu.
Disini, aku mulai merasakan keadaan yang belum pernah kurasakan
sebelumnya. Walaupun harta sudah tak lagi melimpah ruah, namun ketenangan batinku,
serta seluruh keluargaku semakin hidup penuh ketentraman. Yang semula, aku
berharta lantaran aku meminta pada mereka sebagai imbalan, untuk mendengar
dongeng-dongeng tentang dirimu. Sekarang, aku lebih banyak memberi, dan
memberitahu bahwa sebaik-baiknya dongeng tentang dirimu, adalah yang dihasilkan
oleh dirinya sendiri. Serta yang diterapkan pula untuk dirinya sendiri. Dan aku
sudah tidak lagi berpikir apakah aku akan melarat ataukah hartaku berlimpah.
Yang penting bagiku adalah dirimu, serta getaran hatiku senantiasa tersambung
denganmu menjadi kasih yang tak pernah padamu.
KEEMPAT : Disaat bisa menciptakan cahaya. Sejak
saat itu, aku merasakan bahwa dirimu semakin dekat, sifat-sifatmu semakin
menyatu dengan dirimu. Terutama disaat hartaku hampir punah, jatuh dan bangun
melebihi saat pertama aku mencari dan mengejarmu, lantas ada pusaran cahaya
yang menyelimuti seluruh ragaku. Dan aku seperti tidak tahu bentuk tubuhku,
panca indraku, semuanya seolah hilang. Namun apa yang ada didepanku, seolah itu
merupakan diriku. Begitupula disaat aku bernafas, seolah semuanya terasa
senafas denganku. Apa yang aku pegang, seolah diriku sendiri yang aku pegang.
Kemudian, disaat diriku semakin menghilang, kemudian engkau semakin datang
bersama terang. Selanjutnya ketika jarakku dan dirimu semakin tiada sekat, aku
lantas terlempar dihutan ilalang, dan dirimu kembali menghilang. Dan sejak saat
itu sampai sekarang, sudah tidak lagi mencarimu. Karena sesungguhnya aku dan
dirimu adalah satu. Apa yang kukehendaki adalah pula menjadi kehendakmu. Apapun
yang kurasa juga seperti apa yang kau rasa. Engkau mencipta aku berkarya.
Engkau berkehendak, aku yang bertindak.
KELIMA: Kesimpulan perjalanan
saya didalam mencari cinta adalah : 1.syariatku adalah; bagaimana aku bisa
mencari nafkah untuk diriku sendiri bersama keluargaku. 2. Tarikatku adalah;
bagaimana aku bisa menambah ilmu dan bisa mempengaruhi orang lain, mengajari
orang lain dan berusaha bagaimana membuat supaya mereka terikat, tetapi tidak
mereka diikat. Dengan tujuan bisa membantu memberikan tambahan penghasilan
padaku. Semakin banyak anggota yang mengikutiku, akan semakin banyak pula harta
dan kekuasaan yang aku dapatkan. 3. Hakekatku adalah; Bagaimana aku untuk
berusaha, selalu memberikan apa yang aku dapatkan untuk mereka, siapapun yang
membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan apapun, serta tanpa ada pamrih apapun.
Baik nyata maupun tersembunyi. Dan 4.
Makrifatku adalah jika kita membutuhkan sesuatu kita harus menciptakan cahaya. Kemudian
cahaya itu dipancarkan kepada seluruh makhluk disekeliling kita, dan kita bisa
bersama untuk berinteraksi menjaga keseimbangan alam itu sendiri, Jika ingin
mendapatkan, maka kita harus menanam. Karena apa yang ditanam maka itu pula
yang akan kita tuai.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar