Ketika dua rindu telah menyatu, antara rinduKU
dan rindumu. Masih haruskah ada kegalauan
dan kekhawatiran didalam diri ini? Apalagi, jika
kita sudah tahu, bahwa mentari itu yang
memberikan cahaya sejati. Namun kenapa
justru rembulan yang mendapatkan nama?
Apakah lantaran dia telah memberikan purnama
dibumi tempatmu berpijak.
Dan, bukakankah mentari sebenarnya tak
pernah memberikan gerhana padamu. Namun,
selalu mentari yang kau salahkan. Jika
rembulan yang kau salahkan, itu masih masuk
akal, lantaran sinar mentari tidak sampai
padamu, dan rembulan kau jadikan sasaran
sebagai penghalang bagimu.
Begitu pula, disaat terjadi gerhana, pada
rembulan yang kau puja lewat purnama.
Bukankah, bumi tempatmu berpijak, telah
menjadi penghalang bagi rembulan untuk
mereguk sinar mentari? Sehingga, tidak selalu
dapat memberikan purnama bagi bumimu.
Tahukah dirimu? Bahwa sesungguhnya, mentari
itu bagaikan roh bagimu. Sedangkan rembulan
itu adalah nafsumu. Sementara bumi tempatmu
berpijak, bagaikan jiwamu.
Jadi semestinya, jika dirimu menyadari ; bahwa
ketiganya itu bergerak beraturan, secara serasi,
selaras, dan seimbang. Jika ketiganya sudah
mencapai puncak gerakannya, justru akan
menciptakan pelangi. Baik itu pelangi akibat
berbaurnya butir-butir debu dijagat raya, dan
butir-butir air yang tersisa, kemudian tersinari
cahaya mentari. Itulah yang kau tangkap selama ini.
Begitu pula, saat debu-debu kosmosis,
mengitari mentari, berbaur dengan bintang
yang termakan lubang hitam diangkasa.
Kemudian mengitari mentari, akan pula
menciptakan cincin pertunangan mengelilingi
mentari.
Bahkan, tidak jarang terjadi, bisa
menimbulkan pelangi mengitari cahaya mentari.
Tidakkah, hal ini bisa menjadi bahan renungan
bagimu, agar dapat menyatukan rindumu
dengan rinduKU?
Sesungguhnya, nafsumu, dan dirimulah, yang
selama ini menimbulkan gerhana dihati.
Bahkan kepekatan dan gelapnya malam, serta
adanya mendung kelabu, sejatinya tidak pernah
ada. Andaipun ada, hal itu merupakan gerakan
perobahan, yang memang telah menjadi sifat
dan kodratnya, masing-masing, sebagai
makhluk dunia.
Akan tetapi, jika rindumu dan rinduKU telah
menyatu didalam dirimu, semuanya akan
tercipta dengan sendirinya. Kendati tiada butir-
butir hujan yang tersisa. Kendati tiada butir-
butir kosmosis yang berterbangan diangkasa.
Pelangi akan senantiasa tercipta didalam
dirimu sendiri. Bahkan tidak hanya indah bagi
dirimu sendiri. Namun akan lebih indah lagi
yang memperhatikan diluar tubuhmu. Karena
dirimu telah bisa menjadi pelangi keseluruh
alam. Sebagai mercu suar bagi sekelilingnya
dimanapun kau berada.
Jika rinduKU dan rindumu telah menyatu,
masih haruskah ada kecewa dan petaka?
Semuanya telah sirna, lantaran telah
munculnya kesadaran, dan bukan direkayasa
bersama. Melainkan, kesadaran diri untuk
bertemu "jatidiri", yang merupakan sifat dan
Dzat, antara dirimu dan diriKU.
Teriring salam kasih, untuk "bunda putri"yang
tersembunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar