Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 10 Desember 2013

KETIKA DOA TELAH MENEMBUS MAKNA


Ketika doa telah menembus makna, tiada satupun
mengenal istilah hampa,
Semuanya akan terwujud sesuai damba. Karena doa
adalah meminta.
Namun bukanlah hanya sekedar berkata, yang
berulang berteteskan air mata.
Ataupun yang bernada duka maupun gita, apalagi
lantas memaksa.
Semua akan terkabul dengan sendirinya sesuai yang
menjadi damba.
Sepanjang doa telah memiliki getar-getar makna
yang dapat ditangkap alam semesta.

Dan jika saya berdoa agar bermakna, hanyalah satu
jalan lewat energi makna.

Yakni, jika ingin dimudahkan dalam mencari rejeki,
awalilah dengan memudahkan mereka, yang tertatih-
tatih dalam mencari sesuap nasi. Dan saya akan
memberi dengan sesuap nasi, agar mereka dapat
kembali berdiri, bahkan berlari menyongsong mentari.
Jika saya ingin dijauhkan dari petaka atau bahaya,
saya awali dengan menjaga didalam bertutur kata.
Serta berjanji untuk tidak memberikan petaka dan
bahaya pada orang lain.



Jika saya berdoa memuji Tuhan, maka saya harus
menjadi orang yang terpuji. Berdoa mengatakan
maha suci, tetapi diri ini tidak pernah mau suci,
doakah itu namanya?

Bagaimana mungkin kita mengharapkan pertolongan,
jika kita tidak mengawali dengan pemberian
pertolongan pada orang lain. Semestinya, saat kita
meminta tolong, maka pada saat itu kita harus
menolong orang lain yang papa dan menderita. Agar
disuatu saat kita membutuhkan pertolongan, akan
datang secara tidak terduga, kendati doamu hanya
itu hanya sekali lewat hati. Dan janganlah sekali-kali
berdoa agar orang lain celaka. Sebab cepat atau
lambat kitapun akan didoakan supaya diri kita
celaka.


Ketika saya berdoa agar dijauhkan dari siksaan, dan
ketakutan akan sesuatu, tetapi selalu membuat orang
lain tersiksa dan ketakutan. Bagaimana mungkin
perasaan itu akan hilang? Sementara mereka yang
pernah tersiksa olehmu, masih belum hilang.
Ketika engkau berdoa agar diberi kesabaran, tetapi
selalu membuat orang lain marah atas ulahmu.


Pantaskah doa itu kau panjatkan? Kau meminta
kebahagiaan, tetapi kau selalu membuat
kesengsaraan dan penderitaan pada orang lain.
Lantas, apanya yang kau yakini bahwa doamu akan
terkabul? Dan dari sisi manakah penilaianmu itu?
Sementara engkau sendiri juga belum yakin, jika
perbuatanmu pada orang lain, masih belum menuai
akibat dari yang kau tanam.


Dan bagaimana mungkin doamu akan bermakna, jika
sebagai kholifah yang hanya pandai bersumpah
serapah, penuh fitnah.
Tahukah dirimu, bahwa ; kata itu adalah doa yang
bermakna ganda jika sudah terucap, dan akan
berakibat pada diri sendiri , maupun orang lain. Bisa
berupa kehancuran, dan bisa pula kejayaan,
khususnya pada dirimu sendiri.


Dan jika dirimu ingin mempercepat makna dari
doamu, selesai engkau berdoa, segera bertebaranlah
kemuka bumi. Dan lakukan suatu tindakan. Jika
engkau meminta, awalilah dengan memberi. Jika
engkau meminta pada Tuhan yang tidak pernah kau
kenal dan kau rasakan keberadaan NYA, carilah juga
orang yang tidak kau kenal.


Kemudian berilah dia sesuap nasi dan sejumlah
uang. Jika engkau meminta pada Tuhan yang maha
kaya, apa salahnya dirimu juga memberikan pada
orang yang berada dibawahmu. Maka kekayaan
Tuhan itu akan tercurah padamu, sebagaimana wujud
doamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar