* Jika setiap ada masalah, sering kaliMEMINTA saran pada orang yang notabene
berada diluar ragamu, bagaimana mungkin
akan mendapatkan jawaban yang tepat dari
dalam dirimu. Sedangkan
dirimu tidak berlatih untuk mendengarkan
jawaban dari dalam dirimu sendiri. Sehingga
apabila saran dari luar itu kamu laksanakan,
belum tentu bisa bermanfaat bagi dirimu. Yang
cepat atau lambat, dirimu akan selalu
MEMANFAATKAN atau DIMANFAATKAN
terhadap orang yang memberikan saran
kepadamu.
Jika sudah demikian, jawaban itu bukanlah
merupakan suara hati, tetapi adalah pekerjaan
akal dan pikiranmu, atau pikiran mereka. Serta,
hanyalah sekedar mereka-reka terhadap apa
yang datang,
dan dicocokkan, terhadap apa yang pernah
dialami oleh mereka yang memberikan saran.
Padahal, waktunya sudah berlalu. Sementara
masalah yang sedang kamu alami adalah
masa kini.
* Dan, adapun kamu tidak pernah berpikir
sendiri, lantaran tiada nya pengalaman yang
pernah terjadi pada dirimu. Sehingga,
bagaimana mungkin dirimu bisa memberikan
jawaban, jika masih selalu penuh keraguan
untuk melaksanakannya. Yang hal itu,
semata-mata karena dirimu takut mengalami
kegagalan. Dan adanya ketakutan itu selalu
menderamu, adalah semata-mata dirimu takut
mengalami kerugian, atau kehilangan sesuatu,
yang
sudah merasa menjadi MILIKMU.
* Lalu bagaimana mungkin dirimu tidak merasa
takut kehilangan, jika senantiasa selalu
MEMINTA saran, sedangkan dirimu masih lebih
sering untuk MEMINTA uang atau barang,
kepada orang
yang berada diluar ragamu. Sehingga lambat
laun, dirimu akan senantiasa tertuntun untuk
selalu meminta, terhadap apapun
yang menjadi kebutuhanmu, bahkan juga
keinginanmu. Tidak hanya meminta terhadap
segala apa yang ada diluar ragamu. Bahkan
terhadap apa yang ada didalam dirimupun, ikut
terimbas untuk kamu mintai pertolongan.
Semestinya, jika dirimu sering berlatih untuk
tidak MEMINTA, melainkan berusaha untuk
selalu MEMBERI berupa barang ataupun uang,
serta tepat sasaran terhadap mereka yang
membutuhkan. Maka, disaat dirimu ada
masalah, akan ada saran
yang selalu tepat sasaran. Bukan lantaran kau
MEMINTA dari luar ragamu. Melainkan dia
datang dari dalam dirimu sendiri.
Bahkan, tidak hanya saran saja yang datang,
melainkan segala apa yang menjadi kebutuhan
ataupun keinginanmu, akan tercukupi sesuai
kehendakmu. Semua akan datang tanpa kau
MEMINTA.
Semua seolah berada didepan matamu.
Bagaikan dirimu berada diruangan yang luas
tanpa sekat dan pintu, yang menyediakan
segalanya, yang mungkin suatu ketika engkau
butuhkan. Karena pada saat itu jalan menuju
pintu hatimu telah terbuka. Dan jika pintu
hatimu telah terbuka, maka jalan menuju alam
semestapun juga ikut terbuka dari lorong
hitam menuju lubang putih yang
penuh dengan pendar-pendar cahaya
gemerlapan,penuh keindahan.
* Jadi, tidak tergerakkah hatimu untuk selalu
MEMBERI agar lubang putih yang penuh
cahaya itu dapat kau masuki menuju pintu
hatimu? Dan masihkah dirimu lebih suka untuk
MEMINTA, yang akan membuatnya berada
didalam lorong hitam tanpa tepi? Sehingga
dirimu bagaikan berada didalam lubang cacing
yang tersinari panasnya mentari? Jangan
dikira akan mendapat kan cahaya, yang ada
justru semakin menyilaukan matamu yang
akhirnya pandangamupun akan semakin gelap
menuju kebutaan.
* Dan jangan dikira, takut MEMBERI karena
akan kehilangan. Yang terjadi, justru saat
MEMINTA dirimu sudah kehilangan hatimu.
Dan jika hatimu sudah hilang, maka dirimu
akan selalu diliputi oleh
kegelapan selamanya. Sehingga bagaimana
mungkin dirimu akan bahagia, jika hatipun tak
punya. Sedangkan dirimu bisa berada didunia
ini lantaran keberadaan hatimu.
Jika sudah demikian, nikmat Tuhan manakah
yang masih engkau ingkari?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar