Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 01 Februari 2014

ANTARA ILMU DAN PENEMU



Sesungguhnya, semakin tinggi ilmu seseorang, akan
semakin besar pula energi positif yang tersimpan
didalam dirinya. Baik ilmu dibidang natural maupun
yang supra natural.


Jika ilmu natural yang digeluti, maka energi positif
yang didapat adalah segala hal yang menyangkut
fakta natural yang bergerak dibidang pengetahuan,
guna menunjang apa yang menjadi kehidupan
materinya. Serta bersifat logika(empirik).
Jika ilmu supra natural yang digeluti, maka energi
posistif yang didapatkan adalah segala hal yang
berkaitan dengan hal-hal maya, yang bersifat non
logika(Non empirik).

Berbicara segala ilmu, tentu tidak akan lepas
dengan pola pikir yang ikut mewarnai didalam
penerapan ilmu sesuai dengan yang didapatkan.
Jika pola pikir ikut mewarnai, sedikit banyak akan
selalu ada kecenderungan untuk mencari dan
menambah terus menerus tabungan energi, kedalam
dirinya agar lebih bernilai. Dan kita tahu bahwa sifat
nilai, adalah merupakan sifat ketinggian, yang diukur
dengan algoritma, untuk menuju keatas langit, yang
semakin jauh dari bumi dimana kita berpijak.
Selanjutnya, sebagaimana mana watak energi
positif, tentu akan tertuntun menuju energi negatif
sebagai pasangannya. Sehingga suka atau tidak
suka, suatu saat akan terjadi benturan. Dan dari
sinilah yang membuat orang itu bisa marah, sedih,
iri, dendam, susah dan senang. Serta bisa terpuruk
kedalam lembah energi negatif yg ditemui. Dimana
plus kali min hasilnya adalah min. Yang berakibat;
bisa bertambah ilmunya, bisa berkurang, atau bisa
juga sirna.

Bagi yang menggeluti ilmu natural, bisa kaya materi
tetapi miskin dihati. Atau sebaliknya. Sedangkan
bagi yang supra natural, bisa membuat seseorang
tidak begitu berminat terhadap duniawi, atau bisa
minat, tapi selalu kesulitan didalam mencukupi
materi yang dibutuhkan didalam hidupnya.
Selanjutnya, bagi mereka yang mencari kedalam
dirinya, maka yang akan didapatkan "Energi Murni',
dan bukan "bukan energi positif". Sehingga, disaat
dia telah menemukan"energi murni", akan tertuntun
menuju pasangannya yaitu " Anti Energi". Dan jika
sepasang unsur ini bertemu, maka dia pasti akan
menjadi "materi".


Semakin banyak Energi murni yang tertabung, maka
akan semakin banyak pula "anti energi" yang
didapat, sehingga semakin banyak pula unsur
materi yang akan diwujudkan sesuai
dengan kehendaknya.

Dan apabila kedua unsur ini dibiarkan tidak
dijadikan materi, dia akan berobah menjadi "energi
makna " yang sifatnya adalah kekosongan.
Hal itu terjadi karena secara tidak sadar orang
tersebut telah menggunakan hatinya. Ketika hati
telah terisi kedua energi murni dan anti energi, maka
yang terlontar adalah energi kasih. Dari sini
kemudian menyusup kedalam seluruh jiwa raganya
untuk semakin bercahaya, dan sekaligus merupakan
benteng tanpa kasat mata.

Kemudian bisa melebur kebencian dan kedengkian
menjadi satu rasa yang penuh keindahan. Dan inilah
sesungguhnya perbedaan ilmu dan penemu.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar