Banyak diantara kita yang bersedih, kecewa, bahkan putus asa, disaat mengalami kegagalan didalam meraih apa yang menjadi idaman.
Kenapa harus bersedih, dan putus asa serta kecewa? Tahukah, bahwa semua itu, jika berlarut-larut mewarnai hidupmu, justru akan semakin menghancurkan seluruh cita-cita, yang selama ini terbangun. Jika demikian, lantas untuk apa merajut idaman agar dapat kau raih? Semuanya, akan menjadi berantakan. Bahkan bisa menimbulkan dendam yang membara, untuk membakar segala apa yang ada. Tidak hanya bagi orang-orang lain, tetapi juga bagi dirimu sendiri.
Tahukah dirimu? Adanya suatu keberhasilan itu bukan semata-mata dari kemampuan.
Dan kemampuan itu juga tidak harus kamu cari, karena sesungguhnya
dirimu tidak pernah tahu kemampuanmu sendiri. Andaipun kamu tahu,
belumlah tentu bisa diterapkan, terhadap wahana
apa yang sedang dihadapi. Disamping itu, bisa juga karena impian itu
bukan berasal dari dalam dirimu. Melainkan, datang dari orang lain
sehingga dirimu bermimpi untuk melakukan seperti apa yang ditanamkan
untuk dapat teraih.
Disitulah awal mula adanya kegagalan,
lantaran semua mencoba kau raih lewat kemampuan. Apalagi, jika sampai
dirimu tidak memiliki kemampuan, lantas mencoba mencari kemampuan dari
luar tubuhmu. Kemudian kau sunting dan kau terapkan untuk memenuhi
keinginanmu.
Semestinya, bukan lewat kemampuan, karena
keberhasilan tidak akan pernah melihat apakah dirimu mampu atau tidak.
Melainkan hanya lewat satu jalan yakni kemauan.
Dan dari kemauan inilah yang akan mencari sendiri pasangannya yaitu kesempatan. Jika keduanya telah bersiluluh, maka dari situlah akan berbuah dengan kebberhasilan.
Dan seberapa besar kemauan yang ada didalam dirimu, maka akan sebesar
itu pula kesempatan akan datang dan mengalir untuk menggapai apa yang
kau inginkan.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar