Ada orang yang inbox dan bertanya; saya bingung pak, bagaimana untuk membedakan antara perbuatan yang disukai Allah dan yang tidak dikehendaki? Sebenarnya, memang banyak sekali yang merasa kalau perbuatannya telah benar, dan tidak menyimpang, yang tentu disukai Allah. Tetapi kenapa masih penuh penderitaan, kesusahan dan lainnya? Itulah sekilas pertanyaan yang di inbox.
Menurut saya, jawabannya amat sangat gampang sekali, jika kita mau merenungkan dengan mengangkat suatu perbandingan. Yakni; jika kita memiliki pacar, dan kita ingin membahagiakannya, bagaimana membahagiakannya? Jawabnya adalah; jika hendak melakukan, atau memberikan sesuatu, kemudian seseorang yang kita kasihi itu bahagia, berarti kita telahmembahagiakannya.Dan jangan dibalik, bahwa saat kita melakukan atau memberi, kita yang bahagia sedangkan pacarnya tidak bahagia, tetapi susah atau marah. Berarti apa yang kita lakukan, tidak dikehendaki oleh pacar.
Begitu pula kepada Tuhan. Jika kita ingin membuat Tuhan menyukai, dan menghendaki, itupun juga demikian. Dan jika kita ingin berbuat sesuatu yang dikehendaki atau disukai Tuhan, amat gampang sekali. Bukankah kita tahu, bahwa Tuhan itu ada didalam diri sendiri? Jadi didalam pelaksanaannya adalah ; jika kita berbuat sesuatu, ternyata kita menderita, susah, hancur, stress, ketakutan, was-was, kecewa, dan lain-lain, berarti Tuhan tidak menghendaki perbuatan tersebut. Intinya ; hanyalah senantiasa memperhatikan perasaan kita sendiri, antara sebelum berbuat, sampai selesai berbuat.
Sebegitu hasil akhirnya mengakibatkan perasaan yang tidak kita sukai, berarti apa yang akan dilakukan, sedang dilakukan, atau telah dilakukan, berarti juga sama yakni tidak dikehendaki Tuhan.
Lalu, bagaimana caranya supaya tidak selalu salah, agar perasaan bersalah itu tidak muncul? Jawabnya hanyalah dengan satu jalan, yakni; berpikir, dan berlatih, untuk menjalankan apa yang dipikirkan untuk menjadi suatu tindakan.
Begitu seterusnya, sampai kita meninggal dunia. Dengan begitu,unsur kesadaran akan senantiasa menyertai setiap langkah dalam suatu tindakan. Kesadaran tentang hal apa? Adalah kesadaran bahwa setiap perasaan yang muncul didalam diri, merupakan refleksi, bahwa apa yang akan kita lakukan, sedang kita lakukan, telah kita lakukan, merupakan wujud kehendak Tuhan atau tidak. Adapun sebagaipendulumnya adalah hati manusia itu sendiri.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar