Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 14 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR(seri 5)



1. Oleh karena itu wahai orang-orang yang beriman dengan sebenar benarnya iman, sesungguhnya engkau patut bersyukur bila disaat kau ingin memenuhi kebutuhan bathinmu, dan orang-orang disekitarmu, tak satupun yang memperhatikanmu. Ataupun ikut menggunakan kesempatan untuk mendapatkan kelebihan yang kau miliki. Dan hal itu, sesungguhnya memang merupakan tanda-tanda, sebagaimana yang pernah ditanamkan pada Nabi dan Rasul sebelum kamu, bahwasanya kebutuhan yang kau cari adalah kebutuhan bathinmu.

2. Dan, semakin sempurna tingkat pemenuhan kebutuhan bathinmu, maka semakin tidak diketahui kelebihan yang kau miliki. Tidak terbatas pada orang-orang disekitarmu saja, melainkan suku bangsa jin pun tak akan mengetahui. Terkecuali, bila suatu ketika terjadi suatu akibat dari perbuatan mereka terhadapmu. Namun mereka tiadalah menyangka, bahwa akibat itu dari dirimu, selain tetap bertanya-tanya; apa yang terjadi sampai kematiannya tiba. Sebagaimana pula yang pernah AKU kisahkan kepadamu, tentang pertemuan hambaKU Haidir dengan Musa. Dan sesungguhnya pula, Musa pun tak akan pernah mengetahui, seandainya AKU tidak berfirman kepada Musa. Bahkan, sebegitu Musa mengetahui kelebihan yang dimiliki oleh Haidir, maka pada saat itu dia raib dari pandangannya, tanpa diketahui darimana dia datang, dan kemana perginya.

3. Oleh karena itu janganlah se-kali-kali mempercayai mereka para ahli Kitab, yang mengatakan bahwa ; semakin sempurna pemahaman seseorang didalam mengkaji kitabnya, maka semakin berwibawalah keberadaannya terhadap orang-orang disekitarnya. Padahal kewibawaan itu bersifat lahir, sedangkan dengan kesempurnaan pemahamanmu terhadap Kitab-kitab Allah, maka mereka akan semakin tidak mengerti terhadap keberadaanmu.

4. Untuk itu, bila engkau sampai pada tingkat yang demikian, janganlah engkau sekali-kali berbuat sesuatu, yang menyebabkan menjadi celaan mereka, terkecuali bila engkau tetap dalam keadaan sabar. Sebab bila tidak, maka mereka akan menanggung akibat dari karmanya yang telah mencela dirimu. Padahal, adanya celaan itu lantaran sikapmu sendiri. Hormatilah mereka, sesuai dengan apa yang menjadi kodratnya. Atau pergilah dari sisi mereka bila dirasa mereka akan mencelamu.

5. Dan sesungguhnya amatlah sulit, untuk meniadakan sama sekali terhadap celaan itu. Apabila engkau telah berbuat baik, sebagaimana orang lain kepada mereka, tetapi engkau masih saja dicelanya, lantaran perbedaan cara keimanan pada Tuhanmu, maka biarkanlah mereka itu akan menerima karmanya sendiri. Apalagi, bila yang mencelamu itu sudah melampaui batas, maka tentulah dibaliknya, mempunyai pamrih yang tersembunyi, agar dikatakan; bahwa dia lebih beriman dari pada dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar