Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 15 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (SERI 6)

  1. Terkecuali yang mencelamu itu adalah kedua orang tuamu, maka jelaskanlah kepada mereka sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki, sebab sejelek-jeleknya pamrih orang tuamu, masih jauh lebih baik dibandingkan dengan sebaik-baiknya pamrih yang terdapat pada orang lain kendatipun itu seorang Nabi. Disamping itu, lantaran perbedaan tingkat pengetahuan sajalah yang menyebabkan adanya suatu celaan. Dan hal itu tak akan mungkin dapat kau paksakan segala wawasanmu tentang adanya kebenaran yang hakiki. Adapun kebenaran yang selama ini senantiasa diakui oleh mereka, adalah segala hal yang menyangkut tentang kebenaran secara umum. Dimana suatu ajaran yang lebih banyak penganutnya, maka mereka tentu menilai ajarannyalah yang paling benar. Sedangkan apabila ajaran itu sedikit penganutnya, maka ajaran itu dinilainya salah.  


  2. Wahai orang-orang yang berpikir, katakanlah pada mereka bahwa sesungguhnya kebenaran itu bukanlah suatu kekuasaan. Sedangkan mereka secara tidak sadar, menyamakan kedudukan kekuasaan dengan kebenaran. Hanya saja mereka sulit untuk membedakan antara kebenaran dan kekuasaan. Padahal jikalau mereka tahu, dan mau berpikir, bahwa hukum kodrat, akan senantiasa mempengaruhi. Yakni ; yang lebih besar tentu akan dapat mempengaruhi yang kecil, yang banyak, akan lebih menonjol dari yang sedikit. Dan dari yang banyak, akan muncul suatu kekuasaan, Sebagaimana keberadaan manusia, yang tercipta dalam keadaan sempurna, bukankah senantiasa mencoba untuk menguasai alam semesta ini?


  3. Oleh karena itu, sekali lagi katakanlah pada mereka wahai orang-orang yang suka mencela ; apakah kalian akan berbicara tentang kekuasaan, ataukah tentang kebenaran? Bila mereka menjawab tentang kebenaran, maka tanyakanlah ; apakah ada kebenaran didalam kekuasaan? Apabila mereka menjawab ada, maka hati-hatilah, sebab sesungguhnya mereka sendiri itulah yang nantinya akan menguasai dirimu.Dan selebihnya,ingat-ingatlah pula olehmu, bahwa didalam kekuasaan, ada kecenderungan untuk terjadi suatu penyimpangan. Dan didalam penyimpangan, akan cenderung menuju kedalam kesesatan. Sedangkan didalam kesesatan, akan mengarah pada kekacauan.

  4. Bila sudah terjadi demikian lalu untuk apa KU turunkan para Nabi dan Rasul dengan segala ajaran dan Kitab-kitabnya. Dan karena itu pulalah KU turunkan orang-orang seperti dirimu kemuka bumi ini, sekedar sebagai pengingat, serta sebagai penangkal, agar kekuasaan yang ada tidak semakin tak terbatas. Sampai suatu ketika, syiar-syiar kebenaran yang kau tanamkan kedalam jiwa-jiwa yang gersang, yang membutuhkan  siraman air agama secara murni didalam zamannya, akan sebanding pula kekuasaannya. Dan akhirnya kedua kekuasaan yang terpencar dari dua kutub yang berbeda, akan tolak menolak menuju titik netral. Dan sungguh Maha Besar Allah dengan segala firmanNya, sehingga mereka tidak lagi menyembah agama sebagai Tuhannya. Melainkan benar-benar tunduk dan berbakti, kepada Tuhan seru sekalian alam.

  5.  Untuk itu, sebagai peringatan bagimu, janganlah sekali-kali engkau mencari pendapat tentang kebenaran, bila kau bicarakan tentang masalah sosial, lalu kau ambil suara mayoritas. Apalagi bila yang kau bicarakan itu tentang suatu ajaran Ketuhanan. Terkecuali bila yang kau bicarakan itu adalah ilmu Fisika. Dan itu pun masih senantiasa berkembang, mengikuti perkembangan akalnya.   Oleh karena itu, wahai orang-orang yang beriman, bila kalian sedang mencari kebenaran, dan tiada terhenti pencarianmu sampai ajal menjelang, janganlah sekali-kali engkau mau menjadi alat suatu kekuasaan. Akan tetapi, gempurlah kekuasaan itu, sedikit demi sedikit, dengan pengaruh yang kau miliki. Sehingga dengan demikian, engkau tidak ikut-ikutan didalam penguasaan itu sendiri. Dan apabila terjadi sorga dan neraka, adalah sebagai hasil dari ciptaan kekuasaan itu sendiri.

  6.  Dan adakah didunia ini yang mencoba untuk menandingi kekuasaanKU? Sesungguhnya hanya kekuasaanKU lah yang bersifat kebenaran, sedangkan kekuasaan yang ditimbulkan oleh segala mahkluk ciptaanKU, justru akan menimbulkan penyimpangan.    Dan kenapa demikian ? Ketahuilah olehmu; wahai orang-orang yang berpikir, sesungguhnya dari kekosongan sajalah yang bisa menimbulkan kebenaran. Bukankah AKU satu-satunya dzat yang Maha Kosong ? Kemudian dari pada itu, apabila ada orang yang bercerita tentang keberadaan neraka dan syorga, dari antara mereka para Ulama dan para Ahli Kitab. Sesungguhnya adalah kebohongan belaka, sebab segala apa yang mereka ceritakan itu, tidaklah sesuai dengan segala amsal-amsal yang pernah AKU firmankan kedalam Kitab para Nabi dan Rasul. Adapun AKU firmankan keberadaan Sorga dan Neraka, adalah semata mata untuk memberikan kejelasan pada suatu kaum. Bila sesungguhnya setiap sebab, akan senantiasa menimbulkan suatu akibat, sesuai dengan niat serta perbuatannya.  Kemudian, apabila keberadaannya itu digambarkan dengan berlebih lebihan, yakni neraka adalah suatu tempat yang mengerikan, sementara syorga adalah tempat yang indah mengasyikkan. Hal itu, semata mata karena firman itu diperuntukkan pada suatu zaman, dimana para kaum didalamnya sudah melampaui batas kesesatannya.

  7. Dan, didalam kesesatan, tentulah dibutuhkan ketentraman, serta kedamaian. Karena segala kesesatan itu, disebabkan oleh adanya kekuasaan laki-laki yang tiada terbatas. Sedang yang kuat menguasai yang lemah.  Maka gambaran tentang Neraka dan Syorga, lebih ditujukan pada kaum lelaki. Sehingga AKU firmankan kepada Nabi Nabi terdahulu, bila di syorga akan ditemani oleh bidadari-bidadari yang cantik. Yang senantiasa berbuat baik, tiada kelaparan, dan kesusahan, selain kebahagiaan yang hakiki. Sedangkan isi Neraka bersifat kebalikannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar