- Terkecuali yang mencelamu itu adalah kedua orang tuamu, maka jelaskanlah kepada mereka sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki, sebab sejelek-jeleknya pamrih orang tuamu, masih jauh lebih baik dibandingkan dengan sebaik-baiknya pamrih yang terdapat pada orang lain kendatipun itu seorang Nabi. Disamping itu, lantaran perbedaan tingkat pengetahuan sajalah yang menyebabkan adanya suatu celaan. Dan hal itu tak akan mungkin dapat kau paksakan segala wawasanmu tentang adanya kebenaran yang hakiki. Adapun kebenaran yang selama ini senantiasa diakui oleh mereka, adalah segala hal yang menyangkut tentang kebenaran secara umum. Dimana suatu ajaran yang lebih banyak penganutnya, maka mereka tentu menilai ajarannyalah yang paling benar. Sedangkan apabila ajaran itu sedikit penganutnya, maka ajaran itu dinilainya salah.
Wahai orang-orang yang berpikir, katakanlah pada mereka bahwa sesungguhnya kebenaran itu bukanlah suatu kekuasaan. Sedangkan mereka secara tidak sadar, menyamakan kedudukan kekuasaan dengan kebenaran. Hanya saja mereka sulit untuk membedakan antara kebenaran dan kekuasaan. Padahal jikalau mereka tahu, dan mau berpikir, bahwa hukum kodrat, akan senantiasa mempengaruhi. Yakni ; yang lebih besar tentu akan dapat mempengaruhi yang kecil, yang banyak, akan lebih menonjol dari yang sedikit. Dan dari yang banyak, akan muncul suatu kekuasaan, Sebagaimana keberadaan manusia, yang tercipta dalam keadaan sempurna, bukankah senantiasa mencoba untuk menguasai alam semesta ini?- Oleh
karena itu, sekali lagi katakanlah pada mereka wahai orang-orang yang
suka mencela ; apakah kalian akan berbicara tentang kekuasaan, ataukah
tentang kebenaran? Bila mereka menjawab tentang kebenaran, maka
tanyakanlah ; apakah ada kebenaran didalam kekuasaan? Apabila mereka
menjawab ada, maka hati-hatilah, sebab sesungguhnya mereka sendiri
itulah yang nantinya akan menguasai dirimu.Dan
selebihnya,ingat-ingatlah pula olehmu, bahwa didalam kekuasaan, ada
kecenderungan untuk terjadi suatu penyimpangan. Dan didalam
penyimpangan, akan cenderung menuju kedalam kesesatan. Sedangkan didalam
kesesatan, akan mengarah pada kekacauan.
- Bila sudah terjadi demikian lalu untuk apa
KU turunkan para Nabi dan Rasul dengan segala ajaran dan Kitab-kitabnya. Dan karena
itu pulalah KU turunkan orang-orang seperti dirimu kemuka bumi ini, sekedar sebagai
pengingat, serta sebagai penangkal, agar kekuasaan yang ada tidak semakin tak
terbatas. Sampai suatu ketika, syiar-syiar kebenaran yang kau tanamkan kedalam jiwa-jiwa yang gersang, yang membutuhkan siraman
air agama secara murni didalam zamannya, akan sebanding pula kekuasaannya. Dan
akhirnya kedua kekuasaan yang terpencar dari dua kutub yang berbeda, akan tolak
menolak menuju titik netral. Dan sungguh Maha Besar Allah dengan segala
firmanNya, sehingga mereka tidak lagi menyembah agama sebagai Tuhannya. Melainkan benar-benar tunduk dan berbakti, kepada Tuhan seru sekalian alam.
- Untuk itu, sebagai peringatan bagimu,
janganlah sekali-kali engkau mencari pendapat tentang kebenaran, bila kau
bicarakan tentang masalah sosial, lalu kau ambil suara mayoritas. Apalagi bila
yang kau bicarakan itu tentang suatu ajaran Ketuhanan. Terkecuali bila yang kau
bicarakan itu adalah ilmu Fisika. Dan itu pun masih senantiasa berkembang,
mengikuti perkembangan akalnya. Oleh karena itu, wahai orang-orang yang beriman,
bila kalian sedang mencari kebenaran, dan tiada terhenti pencarianmu sampai ajal
menjelang, janganlah sekali-kali engkau mau menjadi alat suatu kekuasaan. Akan
tetapi, gempurlah kekuasaan itu, sedikit demi sedikit, dengan pengaruh yang kau
miliki. Sehingga dengan demikian, engkau tidak ikut-ikutan didalam penguasaan itu
sendiri. Dan apabila terjadi sorga dan neraka, adalah sebagai hasil dari
ciptaan kekuasaan itu sendiri.
- Dan adakah didunia ini yang mencoba untuk
menandingi kekuasaanKU? Sesungguhnya hanya kekuasaanKU lah yang bersifat
kebenaran, sedangkan kekuasaan yang ditimbulkan oleh segala mahkluk ciptaanKU,
justru akan menimbulkan penyimpangan. Dan kenapa demikian ? Ketahuilah olehmu;
wahai orang-orang yang berpikir, sesungguhnya dari kekosongan sajalah yang bisa
menimbulkan kebenaran. Bukankah AKU satu-satunya dzat yang Maha Kosong ? Kemudian dari pada itu, apabila ada orang
yang bercerita tentang keberadaan neraka dan syorga, dari antara mereka para
Ulama dan para Ahli Kitab. Sesungguhnya adalah kebohongan belaka, sebab segala
apa yang mereka ceritakan itu, tidaklah sesuai dengan segala amsal-amsal yang pernah
AKU firmankan kedalam Kitab para Nabi dan Rasul. Adapun AKU firmankan keberadaan Sorga dan
Neraka, adalah semata mata untuk memberikan kejelasan pada suatu kaum. Bila
sesungguhnya setiap sebab, akan senantiasa menimbulkan suatu akibat, sesuai
dengan niat serta perbuatannya. Kemudian, apabila keberadaannya itu
digambarkan dengan berlebih lebihan, yakni neraka adalah suatu tempat yang
mengerikan, sementara syorga adalah tempat yang indah mengasyikkan. Hal itu,
semata mata karena firman itu diperuntukkan pada suatu zaman, dimana para kaum
didalamnya sudah melampaui batas kesesatannya.
- Dan, didalam kesesatan, tentulah
dibutuhkan ketentraman, serta kedamaian. Karena segala kesesatan itu, disebabkan oleh
adanya kekuasaan laki-laki yang tiada terbatas. Sedang yang kuat menguasai yang lemah. Maka gambaran tentang Neraka dan Syorga, lebih ditujukan pada kaum lelaki. Sehingga AKU firmankan kepada Nabi Nabi terdahulu, bila di syorga akan ditemani
oleh bidadari-bidadari yang cantik. Yang senantiasa berbuat baik, tiada kelaparan, dan
kesusahan, selain kebahagiaan yang hakiki. Sedangkan isi Neraka bersifat
kebalikannya.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Kamis, 15 Mei 2014
JATISWARA KAWEDAR (SERI 6)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar