Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

FATAMORGANA III



Jika ada seseorang yang kau kenal akrab, lantas datang kepadamu untuk meminta tolong, langkah awal hendaklah kamu berpikir.

Apa yang kamu pikirkan? Adalah terhadap dirimu sendiri. Yaitu jika dirimu menolongnya, akankah ada kesulitan, yang akan menimpamu dikelak kemudian hari jika dirimu menolongnya. Jika tidak ada, lihatlah pula apakah wujud pertolongan itu merupakan kebutuhan, ataukah merupakan keinginan baginya agar dirimu mau menolongnya.

Sebab, pada dasarnya seseorang yang meminta tolong, lantaran dirinya sedang berada didalam kegelapan. Dan karena melihat adanya cahaya didalam dirimu, lantas dia datang kepadamu. Sehingga, jangan sampai cahaya yang ada didalam dirimu akan dibawanya pergi, dan akan membuat dirimu yang akhirnya berada didalam kegelapan itu sendiri.

Dan untuk apa menolong, jika akan membuat dirimu kecewa tidak berkesudahan, serta akan lebih gelap dari orang yang telah kamu tolong. Karena sesungguhnya tolong menolong itu bukan berarti lantas memindah kegelapan dari yang satu menuju yang lainnya. Terlebih lagi kepada dirimu sendiri.

Sebab, banyak diantara kalian yang sedianya mau menolong, namun tidak mampu untuk menolong, tetapi memaksa untuk menolong. Padahal dirinya sendiri sedang berada didalam kegelapan. Bisakah seseorang yang sedang berada didalam kegelapan memberi pertolongan?

Yang ada, justru akan bersama-sama mencari mereka yang penuh cahaya. Dan jika sudah didapatkan cahaya, lantas cahaya itu kau berikan padanya. Atau bahkan menggunakan tipu daya terhadap pemilik cahaya.

Apa itukah yang disebut pertolongan? Mengambil cahaya orang lain sehingga menuju kegelapan lantaran dirimu?

Sementara orang yang kamu tolong telah pergi meninggalkan dirimu. Dan dirimu membuat orang lain yang semula penuh cahaya menjadi penuh kegelapan.

Jadi intinya; janganlah sekali-kali engkau menolong seseorang yang datang meminta pertolongan padamu jika dirimu tidak mampu.

Dan jangan pula dirimu menggunakan kesempatan terhadap mereka yang datang. Jika mereka yang datang adalah untuk saling tukar menukar kebutuhan, jangan kau anggap itu adalah sebuah pertolongan. Agar dirimu tidak akan mendapat karma.

Dimana orang yang berada dalam kesusahan, lantas kau tambahi pula dengan kesusahan yang lain, dengan alasan engkau ingin memberi pertolongan. Padahal, sesungguhnya dia akan semakin terpuruk menuju kegelapan yang semakin dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar