Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 1)



1. Wahai para penyampai kebenaran, apakah benar kalian menyeru kepada mereka para kaum kalian, untuk benar2 menyembah kepada Tuhan Pencipta alam semesta ini ?. Padahal sebenarnya baik kau sadari ataupun tidak, mereka kau suruh agar menyembah kepadamu atau setidak tidaknya engkau telah menyeru agar Tuhan menyembah kalian dengan harus menuruti permintaan kalian .

2. Dan bukankah kalian tahu bahwa sesungguhnya Tuhan yang sebenar benarnya Tuhan Penguasa alam ini senantiasa bersemayam didalam dirimu dan Dia lebih dekat dengan urat lehermu, maka dengan demikian tidak pantaslah bila kalian malah menengadah ke langit untuk meminta keberkatan seolah olah Tuhan ada diluar dirimu. Terlebih lagi disaat kalian ditimpa bencana malah melolong lolong minta perlindungan Tuhan sembari kau tengadahkan wajah dan tanganmu keatas. Seandainya kau mau sedikit berpikir, maka perbuatanmu itu sama halnya dengan meminta agar apa yang ada diluar dirimu menjadi Tuhan serta mau melindungi dirimu.

3. Tahukah kalian kenapa Tuhan bersemayam dalam dirimu ? Hal itu karena kalian telah terkodratkan sebagai manusia untuk menjadi pemimpin guna mengatur segala apa yang ada diluar dirimu, dan bukankah pula seluruh alam seisinya ini adalah mahluk ciptaan Tuhan, dan dari seluruh mahluk itu engkau yang terpilih. Namun masih banyak diantara kalian yang justru sering terselimuti rasa ketakutan hidup didunia ini, lantaran kesulitan mencari nafkah bagi seluruh keluargamu. Aapalagi untuk memimpin orang lain, sementara memimpin diri sendiri belum mampu.

4. Sesungguhnya ketakutan itu tak akan pernah terjadi, selagi dirimu merasa sebagai manusia, maka tentulah Dzat dan sifatTuhan yang senantiasa bersemayam dalam dirimu, akan membimbing dan mengatur serta melindungi, apa yang jadi tempat persemayamannya. Tetapi, mungkinkah Tuhan akan senantisa bersemayam dalam jiwamu bila kalian merubah persembahan ? dimana kalian malah menyembah terhadap apa yang ada diluar kalian. Sehingga pantaslah bila kalian malah menjadi ketakutan serta penuh kekhawatiran, dikarenakan Tuhan beserta sifat dan dzatnya yang murni, keluar dari dalam dirimu, karena habitat Tuhan telah kau robah agar menyembah mahluk ciptaanya sendiri.

5. Dan bila hal ini terus menerus kalian lakukan, dan kalian tetap menyeru agar para kaummu menyembah isi alam ini, maka tentulah akan menjadi bencana bagimu serta bagi seluruh alam. Sebagian isi alam ini akan mengalami kehancuran, baik bagi alam atau kalian sebagai manusia. Karena habitat sifat dan dzat Tuhan, hanyalah pada dirimu, bukan pada mahluk lain ciptaannya selain dirimu.

6. Dan mestinya pula, kalian sebagai manusia tak perlu bertanya, kenapa Tuhan memilih kalian sebagai pemimpin ? Sebab hal itu bukan masalah memilih atau dipilih, sebab kalian sebagai manusia sebagai habitat yang sempurna secara kodrat dibandingkan mahluk2 lain diluar dirimu, lantas kesempurnaan itu kau rusak sendiri, padahal Tuhan pencipta alam semesta ini bersemayam dalam dirimu, maka pastilah akan terjadi bencana yang maha dahsyat, karena kodrat yang mensifati Dazt Tuhan telah kau porak porandakan malah yang lebih keterlaluan adalah kalian menyembah pada mahluk yang ada diluar diri kalian yang seharusnya merekalah yang harus tunduk dan patuh padamu. Dan bukankah hal itu sama saja halnya kalian memaksa Tuhan untuk ikut2 menyembah mereka ? .
7. Dan banyak diantara kalian bisa saja bersilat lidah: bahwa kalian tidak menyembah mereka, selain Allah. Yang senantiasa kalian sebut setiap saat, baik sedih maupun gembira. Tetapi, bukankah hal itu hanyalah sebatas didalam ucapan saja ? Kalau kalian benar-benar menyembah, kenapa masih ada ketakutan didalam diri kalian ?

Mestinya, bila  sifat dan dzat Tuhan telah mengkodrat kedalam diri kalian, apanya yang kalian takutkan terhadap segala apa yang ada diluar diri kalian? Walaupun mereka besar, sesungguhnya kosong, hanyalah berupa  dzat tanpa sifat.  Dan kalian meskipun kecil, tetapi sesungguhnya besar, karena adanya sifat dan dzat. Terkecuali bila kalian sendiri yang menghilangkan sifat, dengan memasukkan seluruh sifat dari luar tubuhmu.

Padahal, segala hal yang ada diluar tubuhmu, hanyalah semata-mata  kodrat yang tersifati, karena dzat. Dan  bukan sebenar-benarnya sifat, sebagaimana yang ada pada dirimu. Dan mereka itu, hanyalah sekedar tempat yang punya habitat . Sebegitu engkau memindahkan pada habitat lain, maka tentulah akan binasa. Tetapi, bagaimana bila machluk yang tak bernyawa yang kau pindahkan, atau habitatnya kau robah. Maka tentulah akan menjadi bencana, yang bila tanpa kau sadari, akhirnya menghancurkan dirimu sendiri.

8. Itu pulalah yang pernah dilakukan oleh Musa, seperti yang tercantum dalam kitab para Nabi, Bukankah dia pernah merobah habitat laut yang ada didepannya, disaat dikejar kejar musuh? Lantas tongkatnya dihempaskan pada laut yang yang menghampar, hingga terbelah menjadi jalan. Dan dia, serta para pengikutnya, bisa lewat berkuda diatasnya. Kemudian setelah itu, habitatnya dikembalikan pada asalnya. Sehingga para pengejarnya binasa, saat laut telah kembali pada habitat semula. Hal itu yang kemudian dikatakan mukjijat. Padahal sesungguhnya tiada mukjijat, selain karena Musa benar-benar merasa, bahwa Tuhan bersemayam dalam dirinya, sehingga tiada kesulitan untuk mengatur, dan memerintah, segala apa yang ada diluar diri kalian.

9. Dan bila diantara kalian masih mengatakan; bahwa hal itu tidak masuk akal bisa dilakukan oleh orang-orang lain, selain Nabi dan para Rasul, lalu apa yang akan kalian katakan, bila suatu ketika kalian melihat ada orang yang bisa menghentikan angin badai serta hujan yang turun ? Apakah lantas kalian mengatakan itu kebetulan? Sesungguhnya kalau kalian mengerti, apapun serta segala apa yang ada diluar dirimu, bisa kau atur, serta dikendalikan sesuai dengan kehendakmu. Sepanjang hal itu, adalah untuk kemaslahatan bagi diri kalian, guna melestarikan habitat kalian.

10. Dan perlu kalian ingat, bahwa kalian haruslah mengatur, dan memang wajib untuk mengendalikan segala bentuk kehidupan diluar diri kalian. Dan setelah itu, kembalikanlah pada habitat asalnya. Serta merupakan pengatur bagi kalian, bila ada mahluk yang menimbulkan bencana bagi kalian. Itu, adalah semata mata bukan karena kemurkaan Tuhan. Akan tetapi, habitat mahluk itu yang kau robah, dari sifat kodrat asalnya. Dan mestinya kalian segera bertindak, untuk mengembalikan pada kodrat asal, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Musa serta Nabi-nabi lainnya. Bukan malah melolong-lolong, serta menjerit-jerit. Atau bahkan sampai menyiksa diri sendiri, agar Tuhan mengampuni dosa dosa kalian.

11. Lalu kalau sudah begitu, Tuhan mana lagi yang kau sebut sebagai Tuhan, dan kau mintai pertolongan itu ? Padahal kalau kalian mengerti, bahwa sesungguhnya, mahluk yang menimbulkan bencana itulah, yang akan kau jadikan Tuhan. Dan bila itu yang kau lakukan, maka engkau adalah sama halnya dengan orang buta. Yang menjerit-jerit kelaparan, serta memohon, agar diberi makanan ala kadarnya. Padahal, didepannya sudah ada makanan kesukaannya, yang melimpah ruah. Hal itu, karena tangannya ikut-ikutan buta, padahal tidak punya mata. Semestinya tangannya harus mencoba menggapai, apa yang ada didepannya. Dan, bukankah rasa penciumannya bisa melakukan untuk mencium? tentag adanya makanan apa tidak ? Tetapi, bagaimana mungkin penciumannya bisa berfungsi, bila hidungnya telah tertutup dengan ingus, karena telah bersedih, sehabis menangis. Bahkan, seluruh indra tak akan bisa berfungsi, sebagaimana adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar