JATISWARA KAWEDAR (seri 2)
- Dan
bahkan saat ini kalian lebih melampaui batas lagi dengan lebih memperbanyak
rumah persembahan untuk Tuhanmu justru kau bangun diluar dirimu dengan
mengatakan itu adalah tempat suci serta tempat ibadah, apalagi hal itu kau
ciptakan dengan akalmu berupa bangunan2 yang menurutmu megah serta disukai
Tuhanmu, padahal sesungguhnya hal itu adalah merupakan singgasana dari nafsumu
sendiri bukan untuk Tuhanmu, dan dengan demikian baik kau sadari atau tidak
adalah untuk memaksa agar Tuhan yang semula bersemayam dalam dirimu kau usir
dan kau pindahkan pada bangunan2 ciptaanmu itu.
- Dan
bukankah dengan demikian itu merupakan kedunguan yang nyata ? Sedangkan dari
seluruh mahluk ciptaanya termasuk matahari bulan dan bintang serta bumi sebagai
tempatmu berpijak, justru engkau sebagai manusia yang terpilih sebagai habitat
persemayaman Tuhan agar mudah memimpin isi alam ini, sebagai perumpamaan disaat
dirimu membangun beberapa rumah, maka tentulah diantara bangunan yang paling
sempurna menurutmu, lalu engkau tempati sebagai persemayaman bagimu, maka
pantaskah Tuhan yang mencipta mahluk2 termasuk dirimu, lantas bersemayam pada
mahluk ciptaanmu yang berupa bangunan megah menurut dirimu. Dengan
demikian itu bukankah akhirnya kalian sama dengan kaum2 terdahulu pada zamannya
sebelum Nabi dan Rasul, dimana mereka ada sebagian kaum yang menciptakan
berhala dan makam lantas dijadikan persemayaman Tuhan, disembah sembah,
dipujapuja, begitu kelaparan lantas boneka persembahan itu dimakannya sendiri.
Bukankah
bila kalian tidak bebal, Tuhan akan lebih memilih salah satu mahluk ciptaannya
sebagai tempat persemayamannya sendiri terutama matahari yang telah bisa
menghidupi kalian, dan itupun bukan terpilih sebagai tempat persemayaman Tuhan,
sebab semua yang ada diluar kalian hanyalah sebatas kodrat dan dzat tanpa
sifat, maka secara habitat mereka, selain dirimu hanyalah sebagai boneka atau
berhala yang hanya sebatas ada namun tiada, sedangkan keberadaanya hanyalah
sebatas patung perhiasan belaka bagi alam semesta ini yang fungsinya sebagai
pelengkap adanya sebab tanpa akibat, sedangkan dirimu bisa melahirkan sebab
yang menimbulkan akibat, yang semuanya ditimbulkan karena adanya niat yang kau
sadari ataupun tidak.
- Selanjutnya
bila mereka tetap bersikukuh dengan berpegang pada para pemimpin agama agar
memperbanyak tempat2 ibadah, bukan berarti tempat2 ibadah itu dibangun diluar
tubuhmu, sementara didalam tubuhmu sendiri malah kau jadikan tempat
persemayanan persembahan daripada nafsumu. Adapun bila pada zamannya Nabi dan
Rasul sampai membangun rumah peribadatan bukanlah semata agar menjadi tempat
persembahan serta persemayaman Tuhan yang sesungguhnya, melainkan karena pada
waktu itu engkau masih belum tahu bahwa Tuhan bersemayam di dalam dirimu.
Adapun tempat yang katamu itu berupa tempat peribadatan, hanyalah semata mata
sebagai tempat para Rasul bersabda dan menuntun dirimu kalau Tuhan berada
didalam dirimu, serta untuk lebih mempermudah dan mempercepat para Nabi dan
Rasul didalam menyampaikan pengajaran tentang keberadaan Tuhan yang ada dalam
dirimu, bukan lantas Nabinya yang kau sembah serta rumah ciptaannya menjadi
tempat persemayanan Tuhanmu.
- Wahai
orang2 yang melampaui batas, sesungguhnya segala apa yang tertulis ini
merupakan peringatan terakhir bagi kalian untuk kembali merubah kepercayaan
kalian sebagaimana yang dikehendaki oleh para Nabi dan Rasul bahwa Tuhan ada
pada dirimu, bila tidak dan kalian tetap membangun rumah2 peribadatan baru
diluar tubuhmu, maka sesungguhnya amatlah dekat hari dimana bencana akan tiba.
Karena sebenarnya bangunan itu hanyalah berupa bangunan nafsu yang lantas
kalian sembah2, padahal nafsu itu bukanlah Tuhan, dan keberadaannya hanyalah
tercipta dari kodrat dan habitat mahluk2 sekelilingmu yang lantas tersifati
dari dirimu, bukan dari Tuhanmu, sehingga akhirnya habitat sifat dan dzat Tuhan
yang bersemayam dalam dirimu akan terusir dan akan menimbulkan bencana, sebab
engkau bukan pencipta dan hanya sebagai pemelihara, tetapi mungkinkah engkau
akan bisa memelihara bila habitatnya sudah kau rubah. Seperti halnya bisakah
engkau mengembalikan besi baja yang telah kau cipta kembali menjadi tanah
seperti habitatnya semula semula ?
Oleh
karena itu wahai orang2 yang sedang mencari kebenaran, maka renungkan segala
ayat2 yang tertulis ini untuk kau jadikan pelajaran bagimu, dan jangan pula
ajaran syariat yang kau pilih sendiri didalam tataran cara penyembahanmu pada
Tuhan, bukan lantas merubah pula keberadaan Tuhan secara syariat, sebab syariat
dan hakekat sekedar cara menghadapkan dirimu pada keberadaan Tuhan. Dan kalau
yang kau sembah itu adalah keberadaan Tuhan yang ikut kau rubah wujudnya jadi
syariat, bukankah keberadaanmu lebih rendah dibandingkan keberadaan mahluk2
lain yang menyembah Tuhan secara hakekat.
- Adapun
difirmankan pada kalian sebagai anak manusia agar menyembah Tuhan secara
syariat hanyalah untuk semakin membesarkan Nama Tuhanmu dialam semesta ini
bersama kaum2 kalian, sehingga alam semesta ini akan semakin kecil bagimu,
bukan malah dirimu yang semakin kecil, sementara alam semakin besar, sehingga
yang terjadi semakin lama semakin menakutkan dirimu terutama bila kau berada
dilautan yang luas.
Semestinya dimanapun kau berada, jadilah
engkau yang terbesar tanpa harus membesarkan dirimu atau namamu apalagi
kekuasaanmu, tapi justru sifat Tuhanmu yang makin bersiluluh dalam dirimu,
niscaya mereka tunduk tanpa kau tundukkan, mereka akan menurut tanpa kau
perintah, serta mereka akan melakukan apa yang akan menjadi kehendakmu sesuai
dengan habitat mereka masing masing.
- Dan bukankah pada zaman ini telah banyak
bukti yang nyata bagimu, diantara mereka yang telah mampu membuat pesawat ruang
angkasa ribuan kali lebih besar dari dirimu, kapal induk yang meraksasa yang
mampu menampung puluhan pesawat yang berlandas diatasnya yang juga merupakan
hasil ciptaanmu yang lain, kenapa tidak ada satupun diantara ciptaanmu itu kau
jadikan tempat persemayaman Tuhan ? Sementara bila kau bentuk satu bangunan
lain yang sama dengan kehendak para kaum tertentu pada zaman sebelummu, lantas
kau katakan itu rumah Tuhan atau tempat kebaktian pada Tuhanmu.
- Lantas
bagaimana pendapatmu bila suatu saat bangunan2 yang kau sangkakan rumah
peribadatan itu musnah karena bencana ? Dan kenapa kalau engkau ingin memilih bangunan sebagai tempat peribadatan
Tuhan secara dhohir, tidak kau pilih saja salah satu bangunan yangdiciptakan
Tuhan sendiri sebagaimana dirimu, walaupun setelah itu sama halnya dengan
mengusir persemayaman hakiki Tuhan dari dalam dirimu keluar tubuhmu sehingga
akan lebih menyulitkan dirimu di dalam menyembah, sedangkan saat ini
persemayaman Tuhan yang jelas2 ada dalam dirimu saja tidak tertemukan, apalagi
bilaTuhan ada diluar dirimu.
- Maka tentu akan membuatmu semakin melolong2 tak
tentu rimbanya yang kesemuanya itu semata semata bukan karena Tuhan tidak ada
dalam dirimu serta tak bisa menolongmu, melainkan karena ketiadaan
kepercayaanmu sehingga sering pula tanpa kau sadari sifat2 mahluk yang ada
diluar tubuhmu kau jadikan Tuhan, dan malah yang lebih celaka lagi sifat
aslinya kau buang dari dalam tubuhmu, sehingga yang semula ada titik terang
agar kau jadikan awal pelita malahan menjadi gelap gulita betapapun kau paksa
menggunakan penerangan lain dari luar tubuhmu, tetap saja berada dalam dalam
kegelapan, karena sudah tak lagi ada pijar yang seyogyanya bisa kau pakai untuk
menghidupkan perangkat kehidupan serta penerang dalam jiwamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar