Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 2)



  • Dan bahkan saat ini kalian lebih melampaui batas lagi dengan lebih memperbanyak rumah persembahan untuk Tuhanmu justru kau bangun diluar dirimu dengan mengatakan itu adalah tempat suci serta tempat ibadah, apalagi hal itu kau ciptakan dengan akalmu berupa bangunan2 yang menurutmu megah serta disukai Tuhanmu, padahal sesungguhnya hal itu adalah merupakan singgasana dari nafsumu sendiri bukan untuk Tuhanmu, dan dengan demikian baik kau sadari atau tidak adalah untuk memaksa agar Tuhan yang semula bersemayam dalam dirimu kau usir dan kau pindahkan pada bangunan2 ciptaanmu itu.
  • Dan bukankah dengan demikian itu merupakan kedunguan yang nyata ? Sedangkan dari seluruh mahluk ciptaanya termasuk matahari bulan dan bintang serta bumi sebagai tempatmu berpijak, justru engkau sebagai manusia yang terpilih sebagai habitat persemayaman Tuhan agar mudah memimpin isi alam ini, sebagai perumpamaan disaat dirimu membangun beberapa rumah, maka tentulah diantara bangunan yang paling sempurna menurutmu, lalu engkau tempati sebagai persemayaman bagimu, maka pantaskah Tuhan yang mencipta mahluk2 termasuk dirimu, lantas bersemayam pada mahluk ciptaanmu yang berupa bangunan megah menurut dirimu. Dengan demikian itu bukankah akhirnya kalian sama dengan kaum2 terdahulu pada zamannya sebelum Nabi dan Rasul, dimana mereka ada sebagian kaum yang menciptakan berhala dan makam lantas dijadikan persemayaman Tuhan, disembah sembah, dipujapuja, begitu kelaparan lantas boneka persembahan itu dimakannya sendiri.

  • Bukankah bila kalian tidak bebal, Tuhan akan lebih memilih salah satu mahluk ciptaannya sebagai tempat persemayamannya sendiri terutama matahari yang telah bisa menghidupi kalian, dan itupun bukan terpilih sebagai tempat persemayaman Tuhan, sebab semua yang ada diluar kalian hanyalah sebatas kodrat dan dzat tanpa sifat, maka secara habitat mereka, selain dirimu hanyalah sebagai boneka atau berhala yang hanya sebatas ada namun tiada, sedangkan keberadaanya hanyalah sebatas patung perhiasan belaka bagi alam semesta ini yang fungsinya sebagai pelengkap adanya sebab tanpa akibat, sedangkan dirimu bisa melahirkan sebab yang menimbulkan akibat, yang semuanya ditimbulkan karena adanya niat yang kau sadari ataupun tidak.  




  • Selanjutnya bila mereka tetap bersikukuh dengan berpegang pada para pemimpin agama agar memperbanyak tempat2 ibadah, bukan berarti tempat2 ibadah itu dibangun diluar tubuhmu, sementara didalam tubuhmu sendiri malah kau jadikan tempat persemayanan persembahan daripada nafsumu. Adapun bila pada zamannya Nabi dan Rasul sampai membangun rumah peribadatan bukanlah semata agar menjadi tempat persembahan serta persemayaman Tuhan yang sesungguhnya, melainkan karena pada waktu itu engkau masih belum tahu bahwa Tuhan bersemayam di dalam dirimu. Adapun tempat yang katamu itu berupa tempat peribadatan, hanyalah semata mata sebagai tempat para Rasul bersabda dan menuntun dirimu kalau Tuhan berada didalam dirimu, serta untuk lebih mempermudah dan mempercepat para Nabi dan Rasul didalam menyampaikan pengajaran tentang keberadaan Tuhan yang ada dalam dirimu, bukan lantas Nabinya yang kau sembah serta rumah ciptaannya menjadi tempat persemayanan Tuhanmu.

  • Wahai orang2 yang melampaui batas, sesungguhnya segala apa yang tertulis ini merupakan peringatan terakhir bagi kalian untuk kembali merubah kepercayaan kalian sebagaimana yang dikehendaki oleh para Nabi dan Rasul bahwa Tuhan ada pada dirimu, bila tidak dan kalian tetap membangun rumah2 peribadatan baru diluar tubuhmu, maka sesungguhnya amatlah dekat hari dimana bencana akan tiba. Karena sebenarnya bangunan itu hanyalah berupa bangunan nafsu yang lantas kalian sembah2, padahal nafsu itu bukanlah Tuhan, dan keberadaannya hanyalah tercipta dari kodrat dan habitat mahluk2 sekelilingmu yang lantas tersifati dari dirimu, bukan dari Tuhanmu, sehingga akhirnya habitat sifat dan dzat Tuhan yang bersemayam dalam dirimu akan terusir dan akan menimbulkan bencana, sebab engkau bukan pencipta dan hanya sebagai pemelihara, tetapi mungkinkah engkau akan bisa memelihara bila habitatnya sudah kau rubah. Seperti halnya bisakah engkau mengembalikan besi baja yang telah kau cipta kembali menjadi tanah seperti habitatnya semula semula ?

  • Oleh karena itu wahai orang2 yang sedang mencari kebenaran, maka renungkan segala ayat2 yang tertulis ini untuk kau jadikan pelajaran bagimu, dan jangan pula ajaran syariat yang kau pilih sendiri didalam tataran cara penyembahanmu pada Tuhan, bukan lantas merubah pula keberadaan Tuhan secara syariat, sebab syariat dan hakekat sekedar cara menghadapkan dirimu pada keberadaan Tuhan. Dan kalau yang kau sembah itu adalah keberadaan Tuhan yang ikut kau rubah wujudnya jadi syariat, bukankah keberadaanmu lebih rendah dibandingkan keberadaan mahluk2 lain yang menyembah Tuhan secara hakekat.

 


  • Adapun difirmankan pada kalian sebagai anak manusia agar menyembah Tuhan secara syariat hanyalah untuk semakin membesarkan Nama Tuhanmu dialam semesta ini bersama kaum2 kalian, sehingga alam semesta ini akan semakin kecil bagimu, bukan malah dirimu yang semakin kecil, sementara alam semakin besar, sehingga yang terjadi semakin lama semakin menakutkan dirimu terutama bila kau berada dilautan yang luas.
  • Semestinya dimanapun kau berada, jadilah engkau yang terbesar tanpa harus membesarkan dirimu atau namamu apalagi kekuasaanmu, tapi justru sifat Tuhanmu yang makin bersiluluh dalam dirimu, niscaya mereka tunduk tanpa kau tundukkan, mereka akan menurut tanpa kau perintah, serta mereka akan melakukan apa yang akan menjadi kehendakmu sesuai dengan habitat mereka masing masing.


  • Dan bukankah pada zaman ini telah banyak bukti yang nyata bagimu, diantara mereka yang telah mampu membuat pesawat ruang angkasa ribuan kali lebih besar dari dirimu, kapal induk yang meraksasa yang mampu menampung puluhan pesawat yang berlandas diatasnya yang juga merupakan hasil ciptaanmu yang lain, kenapa tidak ada satupun diantara ciptaanmu itu kau jadikan tempat persemayaman Tuhan ? Sementara bila kau bentuk satu bangunan lain yang sama dengan kehendak para kaum tertentu pada zaman sebelummu, lantas kau katakan itu rumah Tuhan atau tempat kebaktian pada Tuhanmu.


  • Lantas bagaimana pendapatmu bila suatu saat bangunan2 yang kau sangkakan rumah peribadatan itu musnah karena bencana ? Dan kenapa kalau engkau ingin  memilih bangunan sebagai tempat peribadatan Tuhan secara dhohir, tidak kau pilih saja salah satu bangunan yangdiciptakan Tuhan sendiri sebagaimana dirimu, walaupun setelah itu sama halnya dengan mengusir persemayaman hakiki Tuhan dari dalam dirimu keluar tubuhmu sehingga akan lebih menyulitkan dirimu di dalam menyembah, sedangkan saat ini persemayaman Tuhan yang jelas2 ada dalam dirimu saja tidak tertemukan, apalagi bilaTuhan ada diluar dirimu.

  • Maka tentu akan membuatmu semakin melolong2 tak tentu rimbanya yang kesemuanya itu semata semata bukan karena Tuhan tidak ada dalam dirimu serta tak bisa menolongmu, melainkan karena ketiadaan kepercayaanmu sehingga sering pula tanpa kau sadari sifat2 mahluk yang ada diluar tubuhmu kau jadikan Tuhan, dan malah yang lebih celaka lagi sifat aslinya kau buang dari dalam tubuhmu, sehingga yang semula ada titik terang agar kau jadikan awal pelita malahan menjadi gelap gulita betapapun kau paksa menggunakan penerangan lain dari luar tubuhmu, tetap saja berada dalam dalam kegelapan, karena sudah tak lagi ada pijar yang seyogyanya bisa kau pakai untuk menghidupkan perangkat kehidupan serta penerang dalam jiwamu.                                         





Tidak ada komentar:

Posting Komentar