Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 07 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 3)

Wahai orang-orang yang melampaui batas, sesungguhnya segala apa yang tertulis ini merupakan peringatan terakhir bagi kalian, untuk kembali mengubah kepercayaan kalian. Sebagaimana yang dikehendaki oleh para Nabi dan Rasul,  bahwa Tuhan ada pada dirimu. Bila tidak, dan kalian tetap membangun rumah-rumah peribadatan baru diluar tubuhmu, maka sesungguhnya, amatlah dekat hari dimana bencana besar dan maha dahsyat akan tiba. Karena sebenarnya, bangunan itu hanyalah berupa bangunan nafsu yang lantas kalian sembah-sembah. Padahal nafsu itu bukanlah Tuhan, dan keberadaannya, hanyalah tercipta dari kodrat dan habitat mahluk-makhluk sekelilingmu, yang lantas tersifati dari dirimu, bukan dari Tuhanmu. Sehingga akhirnya, habitat sifat dan dzat Tuhan, yang bersemayam dalam dirimu, akan terusir dan akan menimbulkan bencana. Sebab engkau bukan pencipta, dan hanya sebagai pemelihara.

    Adapun difirmankan pada kalian sebagai anak manusia agar menyembah Tuhan secara syariat hanyalah untuk semakin membesarkan Nama Tuhanmu dialam semesta ini bersama kaum2 kalian, sehingga alam semesta ini akan semakin kecil bagimu, bukan malah dirimu yang semakin kecil, sementara alam semakin besar, sehingga yang terjadi semakin lama semakin menakutkan dirimu terutama bila kau berada dilautan yang luas. Semestinya dimanapun kau berada, jadilah engkau yang terbesar tanpa harus membesarkan dirimu atau namamu apalagi kekuasaanmu, tapi justru sifat Tuhanmu yang makin bersiluluh dalam dirimu, niscaya mereka tunduk tanpa kau tundukkan, mereka akan menurut tanpa kau perintah, serta mereka akan melakukan apa yang akan menjadi kehendakmu sesuai dengan habitat mereka masing masing.

    Dan bukankah pada zaman ini, telah banyak bukti yang nyata bagimu, diantara mereka yang telah mampu membuat pesawat ruang angkasa ribuan kali lebih besar dari dirimu, kapal induk yang meraksasa yang mampu, menampung puluhan pesawat yang berlandas diatasnya, yang juga merupakan hasil ciptaanmu yang lain, kenapa tidak ada satupun diantara ciptaanmu itu kau jadikan tempat persemayaman Tuhan? Sementara bila kau bentuk satu bangunan lain yang sama dengan kehendak para kaum tertentu pada zaman sebelummu, lantas kau katakan itu rumah Tuhan atau tempat kebaktian pada Tuhanmu. Lantas bagaimana pendapatmu bila suatu saat bangunan2 yang kau sangkakan rumah peribadatan itu musnah karena bencana ?


    Dan kenapa kalau engkau ingin  memilih bangunan sebagai tempat peribadatan Tuhan secara dhohir, tidak kau pilih saja salah satu bangunan yangdiciptakan Tuhan sendiri sebagaimana dirimu, walaupun setelah itu sama halnya dengan mengusir persemayaman hakiki Tuhan dari dalam dirimu keluar tubuhmu sehingga akan lebih menyulitkan dirimu di dalam menyembah, sedangkan saat ini persemayaman Tuhan yang jelas2 ada dalam dirimu saja tidak tertemukan, apalagi bilaTuhan ada diluar dirimu.  Maka tentu akan membuatmu semakin melolong2 tak tentu rimbanya. Yang kesemuanya itu, semata semata bukan karena Tuhan tidak ada dalam dirimu, serta tak bisa menolongmu. Melainkan, karena ketiadaan kepercayaanmu, sehingga sering pula tanpa kau sadari, sifat mahluk yang ada diluar tubuhmu, kau jadikan Tuhan. Dan malah yang lebih celaka lagi, sifat aslinya kau buang dari dalam tubuhmu. Sehingga, yang semula ada titik terang agar kau jadikan awal pelita, malahan menjadi gelap gulita. Betapapun kau paksa menggunakan penerangan lain dari luar tubuhmu, tetap saja berada dalam  kegelapan.

    Karena sudah tidak lagi ada pijar, yang seyogyanya bisa kau pakai untuk menghidupkan perangkat kehidupan, serta cahaya penerang didalam kehidupanmu didunia ini.                                       

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar