Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 13 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (SERI 4)


Tahukah kamu wahai orang2 yang berakal,kenapa diantara kalian cepat mati? Hal itu dikarenakan kalian lebih banyak menggunakan akalnya melebihi takaran kebutuhan yang kau kehendaki. Seharusnya janganlah sekali-kali kau pergunakan akalmu, bila kau tak dapat menyelesaikan masalahmu terhadap keadaan dunia sekitarmu.
Begitu pula, janganlah sekali-kali kau pergunakan hatimu, karena hati hanyalah semata-mata diperuntukkan melihat hal-hal yang bathin, termasuk merasakan keberadaan Tuhanmu. Melainkan, pergunakanlah nalarmu bila suatu ketika akalmu tidak bisa menjangkaunya. Dan kendatipun akalmu dapat dipaksakan, akan tetapi justru bisa merusakkan kemurnian seperli asalnya. Begitu pula, bila hatimu seringkali kau pergunakan untuk melihat segala yang lahir, maka lambat laun hati itu akan dapat merubah segala sifat asalmu sebagai mahkluk, menjadi sifat yang abadi. Padahal keberadaanmu dimuka bumi ini fana adanya.



Bila sudah demikian, maka engkau tentu tak akan segan-segan untuk mengaku, bahwa dirimu adalah Tuhan semesta alam. Padahal keberadaanmu itu, tidak lain adalah Dajjal yang senantiasa membawa kerusakan yang tiada terbatas.
Untuk itu sebagai pedoman bagimu, ketahuilah olehmu; bahwa sesungguhnya Nalar itu, adalah pertautan sinar hati, dan sinarnya akal. Dan apabila keduanya bersatu, maka sesungguhnya tiada satupun masalah duniamu yang tiada terselesaikan, dan tiada pula terbatas dibumi, sebagai tanahmu dimana engkau berpijak. Akan tetapi, meluas keseluruh alam semesta, yang senantiasa masih merupakan rahasia bagimu.

Namun, jarang sekali diantara kalian yang mengerti, bahkan selalu berpacu dalam suatu perlombaan untuk memacu akalnya, supaya bisa menembus seluruh isi alam semesta ini. Dan itu adalah sia sia belaka, bahkan engkau akan menemukan orang-orang diantara mereka berada dalam kegilaan yang nyata karena telah hilang akalnya.

Dan, bukankah kalian sering mendengar orang-orang yang berilmu? Yang kemudian mati karena ilmunya. Bahkan, sering kali diantara mereka bunuh diri ketika akalnya tak dapat dikuasai lagi.
Begitu pula, orang-orang yang menggunakan hati didalam melihat dunia lahirnya, maka mereka akan menganggap segala yang dhohir sesungguhnya tidak ada. Sehingga, bila keadaan sifat itu terus berkesinambungan, maka segala apa yang dipandang serta yang dirasakan oleh pancaindranya, akan sirna dari depannya. Adapun tingkat kesirnaannya, tergantung pula pada tingkat keberadaan hatinya, didalam menghendaki serta memandang keadaan sekitarnya,sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar