Seringkali disebutkan kalau setan dan iblis itu, disamping diijinkan Tuhan untuk menggoda, juga bisa melihat manusia, sedang manusia tidak bisa melihat iblis. Apa maksudnya dan kenapa?
Sampai detik ini, tidak ada yang bisa menjelaskan yang sekiranya bisa diterima akal sehat. Selain kembali meneruskan apa yang disampaikan oleh kitab-kitab agama masing-masing. Sehingga penjelasan yang seperti itu kadang mulai tidak dipercaya oleh generasi muda, serta ditinggalkan. Karena para pengkhotbahnya sendiri juga tidak bisa memberikan pemahaman yang mudah diterima, selain apa yang pernah diterima oleh para pendahulunya.
Dan bagaimana mungkin bisa memberikan pemahaman, jika mereka para pemimpin agama itu sendiri tidak pernah merenungkan, dan berpikir, tentang setan dan iblis itu? Selain hanya sekedar menyampaikan apa yang ada didalam kitab suci. Diulang-ulang secara terus menerus, mulai dari jaman dahulu, dengan bumbu-bumbu bahwa ; kedua makhluk itu mengerikan, dan menakutkan. Bahkan ada kecenderungan melebihkan, dengan cerita yang semakin tidak masuk akal. Sampai-sampai, orang tua yang melihat anaknya yang kecil tidak tidur, lantas ditakuti ada setan dan lain-lain.
Padahal sebenarnya, semua itu amat sepele, dan mudah dicerna oleh akal. Kita tahu bahwa, bahwa setan dan iblis berada dikalangan manusia itu sendiri. Dan sifat mereka jelas-jelas senantiasa ingin menjerumuskan manusia, serta yang memiliki sifat negatif dan merugikan.
Dengan demikian, cara merenungkan adalah ; kenapa kita tidak bisa melihat? Sementara setan dan iblis bisa melihat kita? Secara logika, jika ada seseorang yang mau berniat jahat, apakah mungkin kita tahu? Jika ada seseorang yang mau dibunuh, dicelakai, mau ditipu, diperdayai, dan lainnya, apakah mungkin calon korban itu tahu?
Jika kita sudah tahu, apakah mungkin akan diperdayai untuk dijadikan korban? Berarti; dengan demikian, apakah setan dan iblis itu makhluk tersendiri yang terpisah? Jawabnya adalah ; tidak ! Mereka adalah menyatu dengan manusia itu sendiri. Dimana manusia yang dibakar oleh nafsunya itulah yang disebut setan dan iblis. Jika setan, tugasnya lebih halus, dan khusus untuk menipu daya. Sedang iblis, bersifat kasar, serta yang penuh dendam kesumat.
Kesimpulannya adalah; bahwa setan dan iblis itu merupakan perwujudan dari nafsu manusia yang tidak terkendali. Namun demikian, bukan berarti semua manusia tidak tahu, walau tidak dapat melihat, karena keduanya memang merupakan sifat Yang bisa dilakukan, adalah dengan berlatih untuk merasakan kedua sifat tersebut pada orang-orang yang berniat akan mencelakakan diri kita dengan hati sanubari.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar