Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 27 Mei 2014

HIDUP TANPA KEHIDUPAN


Dulu saya pernah menulis dengan judul "masih adakah manusia dibumi?". Saat ini sudah ada jawabnya, ketika menteri agama dijadikan tersangka korupsi penglolaan haji.
Jauh sebelumnya menteri kesehatan telah dijadikan tersangka korupsi. Dari dua peristiwa itu sesungguhnya merupakan semiotika. Dimana menteri kesehatan adalah mengurus segala hal yang bersifat lahir. Sedangkan menteri agama yang mengurus segala hal yang bersifat batin. Dengan rusaknya lahir dan batin manusia, apa masih bisa disebut manusia?

Dengan adanya semiotika tersebut, sebenarnya alam semesta ingin menunjukkan pada kita bahwa manusia sudah tidak ada, baik tubuh kasarnya maupun tubuh batinnya. Sebab, agama itu adalah berfungsi untuk , mengobati segala hal yang bersifat batin agar tidak sakit, dan bisa mempermudah mengadakan perjalanan didunia ini sampai meninggal. Bagaikan software.
Sedangkan kesehatan adalah mengobati segala hal yang bersifat lahir , agar raganya bisa mendukung jiwanya. Bagaikan hardware.
Jika software dan hardware sudah tdk ada, apa mungkin masih bisa disebut komputer. Yang ada tinggal rangkanya saja.
Oleh karena itu agar unsur manusia tetap tersandang, kita masing-masing kita harus kembali kedasar yakni pembenahan karakter, untuk kembali ke "hati". Sebab, kedua peristiwa terbongkarnya korupsi dikedua kementerian itu adalah pertanda bahwa didalam diri manusia hanya tertinggal nafsu belaka. Bagaikan kendaraan yang tidak ada sopirnya. Atau bagaikan negara yang auto pilot. Dengan begitu menunjukkan bahwa bangsa indonesia sekarang ini masih dalam keadaan pingsan. Selain hanya detak nafas saja yang naik turun agar semua orang masih dapat melihat, bahwa kita hidup, tetapi tidak ada kehidupan. Akal dan jiwa dalam keadaan sakit parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar