Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 22 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 11)


1.     Bila sudah demikian, kasihankah itu namanya sebagaimana yang sering kau lontarkan kepadaKU? Lalu, apakah engkau menyangka bahwa AKU lebih tidak kasihan?

2.     Dan bukankah telah banyak contoh-contoh yang terjadi disekelilingmu, akibat perbuatan seorang pemimpin kaum dari kalangan mereka yang mengaku ahli dibidang Ketuhanan? Lalu, masihkah engkau akan sama dengan mereka yang senantiasa membuat kebingungan diantara para penganutnya ?



3.        Oleh karena itu wahai orang-orang yang mencari kebenaran. Sadarilah  akan masing-masing kelemahanmu, dengan melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul, serta pemimpin-pemimpin terdahulu sebelum kamu. Termasuk jalan keluar yang diambilnya, guna menyeimbangkan kelemahannya. Isa yang terlanjur menunjukkan kelebihannya, dengan menghidupkan orang mati. Serta menunjukkan segala sesuatu yang akan terjadi kepada orang lain yang tak patut. Uzair yang AKU tidurkan selama 300 tahun, kemudian AKU bangunkan kembali. Musa, Daud, dan kemudian Haidir, yang senantiasa bersembunyi. Juga, para nenek moyang yang menjadi leluhurmu, beserta kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Maka, seharusnya dari sini engkau dapat meniti kembali, serta mempelajari, kelebihan dan kelemahannya. Sehingga engkau tidak tak akan terjatuh kedalam kelemahan yang sama. Sementara kelebihan yang akan kau terima, dan kau alami, akan semakin bertambah. Sesuai dengan perkembangan zaman, dimana engkau terlahirkan. Sampai tujuanmu sebagai anak manusia untuk moksa, dapat terwujud. Tanpa menyimpang dari kodrat serta iradat, yang AKU tentukan atasmu.


4.     Disamping itu, sesungguhnya masih banyak petunjuk bagimu, sebagai bahan renunganmu didalam mencari AKU. Dan, kesempatan itupun AKU tanamkan kedalam dirimu, menjadi beberapa masa, hingga akhir hidupmu. Yaitu ; pertama kali disaat engkau menjelang akil balik, engkau akan dapat merenungi karma dari asal kejadianmu. Kemudian menjelang engkau berumur 25 tahun, atau ketika engkau akan menjelang pernikahan disaat dewasamu. Disitu engkau akan dapat menekuri terhadap segala perbuatanmu, sekaligus sebagai bekalmu disaat menikah, mana mana yang perlu kau sempurnakan dan mana mana yang perlu kau buang, didalam mengarungi alam dewasamu. Termasuk didalamnya melihat kembali seluruh perjalanan hidupmu sejak kau kecil. Yang barangkali ada perubahan-perubahan sifat asal, yang baik dan yang buruk.


5.     Setelah itu, ketika engkau telah memasuki umur 40 tahun, agar kau dapat merenungi karma-karma baru, yang barangkali kau perbuat sejak usia remajamu. Yang sering pula AKU bantu daya ingatanmu, dengan mengembalikan sifatmu bagaikan remaja. Dan, bukan berarti lantas kau pergunakan secara utuh, seperti disaat kau masih remaja, tanpa mengenal arti dari kesempatan yang KU berikan. Sehingga melupakan umurmu, dan maksud KU menjadikan dirimu demikian. Dan kesemuanya itu, hanyalah semata-mata untuk mengingatkanmu kembali, bahwa waktu kematianmu semakin dekat. Sehingga, persiapan bekal yang akan kau bawa semakin mantab.


6.        Kemudian, bila umurmu masih panjang, kesempatan itu masih AKU berikan padamu disaat engkau berumur 65 tahun. Ketika rambutmu telah memutih, pendengaranmu mulai berkurang, serta seluruh organ dalam tubuhmu kurang berfungsi, termasuk pula seleramu terhadap duniawi. Hal itu, adalah KU maksudkan agar engkau mau menekuri, terhadap seluruh perjalanan hidupmu, sejak engkau masih kanak-kanak. Bahkan, masih sering pula AKU jadikan mereka sifat dan kelakuannya bagaikan anak kecil. Hal itu, karena sudah terlalu banyaknya karma, yang diperbuat melebihi kodratnya sampai puncak karma, dan dia tidak sadar akan apa yang diperbuatnya.


7.       Bila sudah demikian, maka celakalah mereka itu, sebab mereka tiada punya kesempatan untuk menekuri segala karmanya, untuk dapat menebusnya dengan karma lain, yang sekiranya dapat menghapus karma-karma yang telah diperbuatnya.


8.     Dan terakhir, adalah kesempatan yang datang berturut turut, disaat seseorang akan mengalami kematian kurang 3 tahun, 1 tahun, kemudian 100 hari. Dilanjutkan lagi pada saat 40 hari, l bulan, 1 minggu, 5 hari, bahkan 1 hari. Serta, paling akhir 1 jam menjelang kematiannya, masih AKU berikan kesempatan yang amat luas untuk menekuri karma-karmanya, tanpa harus bingung memikirkan rasa sakit yang dideritanya. Disamping itu pula, diantara sekian kesempatan, masih ada pula kesempatan, yang berada diantara tenggang waktu dari masa kemasa. Yakni, disaat mengalami sakit, dan mengalami kesusahan. Lalu masih kurangkah kesempatan yang AKU berikan padamu, untuk menghapus karma dengan mencari kebenaran ?


9.     Sesungguhnya, bukanlah kesempatan itu yang kurang, akan tetapi karena hampir seluruh waktumu tak pernah kau luangkan sedikitpun. Selain untuk mencari duniawi sebagai pemuas nafsumu, sampai melampaui batas, sehingga kesempatan itu kau biarkan berlalu begitu saja. Dan disaat kematianmu menjelang, engkau baru memikirkan untuk bertaubat, dan mohon ampunan pada Tuhanmu. Padahal, permintaan itu tiadalah cukup bagimu, hanya dengan berdoa belaka tanpa berbuat apapun. Dan apabila bisa, hanyalah mampu menutupi karma selanjutnya. Sehingga tiada karma baru, sejak engkau bertaubat, sampai menjelang kematianmu. Akan tetapi, bukan berarti karma-karma sebelumnya engkau bertaubat, akan hilang begitu saja, sejak engkau lahir dengan membawa karma asalmu, sampai waktu engkau bertaubat. Lalu, siapakah yang akan menjalani karmamu yang tersisa itu? Padahal waktumu telah habis karena kematianmu itu.


10.     Disamping itu ingat-ingatlah olehmu. Apapun perbuatanmu, tak akan dapat menambah atau mengurangi umurmu di dunia ini. Dan, masing-masing orang, telah ditentukan umur kehidupannya, sejak didalam kandungan ibunya. Lalu jika sudah demikian itu, masihkah engkau akan meminta kepada KU, agar menyegerakan kematian seseorang? Karena menurutmu telah melampaui batas, serta sering kali membuat kerusakan dimuka bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar