1. Bila sudah demikian, kasihankah itu namanya
sebagaimana yang sering kau lontarkan kepadaKU? Lalu, apakah engkau menyangka bahwa AKU lebih tidak kasihan?
2. Dan bukankah telah banyak contoh-contoh
yang terjadi disekelilingmu, akibat perbuatan seorang
pemimpin kaum dari kalangan mereka yang mengaku ahli dibidang Ketuhanan? Lalu, masihkah
engkau akan sama dengan mereka yang senantiasa membuat kebingungan diantara
para penganutnya ?
3. Oleh karena itu wahai orang-orang yang
mencari kebenaran. Sadarilah akan masing-masing
kelemahanmu, dengan melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul, serta
pemimpin-pemimpin terdahulu sebelum kamu. Termasuk jalan keluar yang diambilnya, guna menyeimbangkan kelemahannya. Isa yang terlanjur menunjukkan
kelebihannya, dengan menghidupkan orang mati. Serta
menunjukkan segala sesuatu yang akan terjadi kepada orang lain yang tak patut.
Uzair yang AKU tidurkan selama 300 tahun,
kemudian AKU bangunkan kembali. Musa, Daud, dan
kemudian Haidir, yang senantiasa bersembunyi. Juga, para nenek moyang yang menjadi leluhurmu, beserta kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Maka, seharusnya
dari sini engkau dapat meniti kembali, serta
mempelajari, kelebihan dan kelemahannya. Sehingga
engkau tidak tak
akan terjatuh kedalam
kelemahan yang sama. Sementara kelebihan yang akan kau terima, dan kau alami, akan semakin bertambah. Sesuai dengan perkembangan zaman, dimana engkau terlahirkan. Sampai tujuanmu sebagai
anak manusia untuk moksa, dapat terwujud. Tanpa
menyimpang dari kodrat serta iradat, yang
AKU tentukan atasmu.
4. Disamping itu, sesungguhnya masih banyak
petunjuk bagimu, sebagai bahan renunganmu didalam mencari AKU. Dan, kesempatan itupun AKU tanamkan kedalam dirimu, menjadi beberapa masa, hingga akhir hidupmu. Yaitu ; pertama kali disaat engkau menjelang akil balik,
engkau akan dapat merenungi karma dari asal kejadianmu. Kemudian menjelang
engkau berumur 25 tahun, atau ketika engkau akan menjelang pernikahan disaat
dewasamu. Disitu engkau akan dapat menekuri terhadap segala perbuatanmu,
sekaligus sebagai bekalmu disaat menikah, mana
mana yang perlu kau sempurnakan dan mana mana yang perlu kau buang, didalam mengarungi alam dewasamu. Termasuk didalamnya
melihat kembali seluruh perjalanan hidupmu sejak kau kecil. Yang barangkali ada
perubahan-perubahan sifat asal, yang baik dan yang buruk.
5. Setelah itu,
ketika engkau telah memasuki umur 40 tahun, agar kau dapat merenungi
karma-karma baru, yang barangkali kau perbuat sejak usia
remajamu. Yang sering pula AKU bantu daya ingatanmu, dengan mengembalikan
sifatmu bagaikan remaja. Dan, bukan berarti lantas kau
pergunakan secara utuh, seperti disaat kau
masih remaja, tanpa mengenal arti dari kesempatan yang KU berikan. Sehingga melupakan
umurmu, dan maksud KU menjadikan dirimu demikian. Dan kesemuanya itu, hanyalah semata-mata untuk mengingatkanmu kembali,
bahwa waktu kematianmu semakin dekat. Sehingga, persiapan bekal yang akan kau
bawa semakin mantab.
6. Kemudian, bila
umurmu masih panjang, kesempatan itu masih AKU berikan padamu disaat engkau
berumur 65 tahun. Ketika rambutmu telah
memutih, pendengaranmu mulai berkurang, serta
seluruh organ dalam tubuhmu kurang berfungsi, termasuk pula seleramu terhadap
duniawi. Hal itu, adalah KU maksudkan agar engkau mau menekuri, terhadap seluruh perjalanan hidupmu, sejak engkau masih kanak-kanak. Bahkan, masih sering pula AKU jadikan mereka sifat dan
kelakuannya bagaikan anak kecil. Hal itu, karena
sudah terlalu banyaknya karma, yang diperbuat melebihi
kodratnya sampai puncak karma, dan dia tidak sadar akan apa yang diperbuatnya.
7. Bila sudah demikian, maka celakalah mereka
itu, sebab mereka tiada punya kesempatan untuk menekuri segala karmanya, untuk dapat menebusnya dengan karma lain, yang sekiranya dapat menghapus karma-karma yang telah
diperbuatnya.
8. Dan terakhir, adalah kesempatan yang datang
berturut turut, disaat seseorang akan mengalami kematian
kurang 3 tahun, 1 tahun, kemudian 100 hari.
Dilanjutkan lagi pada saat 40 hari, l bulan, 1 minggu, 5 hari, bahkan 1 hari. Serta, paling akhir 1 jam menjelang kematiannya, masih AKU
berikan kesempatan yang amat luas untuk menekuri karma-karmanya, tanpa harus
bingung memikirkan rasa sakit yang dideritanya. Disamping itu pula, diantara
sekian kesempatan, masih ada pula kesempatan, yang
berada diantara tenggang waktu dari masa kemasa. Yakni, disaat mengalami sakit,
dan mengalami kesusahan. Lalu masih kurangkah
kesempatan yang AKU berikan padamu, untuk
menghapus karma dengan mencari kebenaran ?
9. Sesungguhnya, bukanlah kesempatan itu yang
kurang, akan tetapi karena hampir seluruh waktumu tak pernah kau luangkan
sedikitpun. Selain untuk mencari duniawi sebagai
pemuas nafsumu, sampai melampaui batas, sehingga
kesempatan itu kau biarkan berlalu begitu saja. Dan disaat kematianmu
menjelang, engkau baru memikirkan untuk bertaubat, dan mohon ampunan pada Tuhanmu. Padahal, permintaan
itu tiadalah cukup bagimu, hanya dengan berdoa belaka tanpa berbuat apapun. Dan
apabila bisa, hanyalah mampu menutupi karma selanjutnya. Sehingga tiada karma
baru, sejak engkau bertaubat, sampai menjelang kematianmu. Akan tetapi, bukan berarti karma-karma sebelumnya engkau bertaubat, akan hilang begitu saja, sejak engkau lahir dengan
membawa karma asalmu, sampai waktu engkau
bertaubat. Lalu, siapakah yang akan menjalani karmamu yang
tersisa itu? Padahal waktumu telah habis karena kematianmu itu.
10.
Disamping
itu ingat-ingatlah olehmu. Apapun perbuatanmu, tak akan dapat menambah atau mengurangi umurmu di
dunia ini. Dan, masing-masing orang, telah ditentukan umur kehidupannya, sejak didalam
kandungan ibunya. Lalu jika sudah demikian itu, masihkah engkau akan meminta
kepada KU, agar menyegerakan kematian seseorang? Karena menurutmu telah melampaui
batas, serta sering kali membuat kerusakan dimuka
bumi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar