1. Lalu, masihkah
belum cukup segala apa yang KU berikan padamu selama ini? Nikmat Tuhan manakah yang masih kau ingkari? Dan bukankah segala
apa yang kau inginkan hampir semuanya telah AKU cukupi, bahkan lebih cepat, sebelum niatmu terucapkan padaKU? Dan tiada pula ada
kesulitan-kesulitan yang berarti, sejak dirimu telah mengenalKU secara nyata.
2. Dan,
bukankah pula hanya sebagian kecil permintaanmu yang tiada KU kabulkan, yakni
segala apa yang menjadi urusanKU, tentang keberadaan dunia, tentang keakhiran
zaman, tentang kemunafikan serta tentang kerusakan akhlak masing-masing anak
manusia.
3. Dan bukankah telah ber-kali-kali pula AKU
firmankan, bahwa masing-masing mahkluk, tidak akan lepas dari kodrat serta iradhatnya.
Apabila mereka masih belum mendapatkan balasan, bukan lantaran membiarkan
mereka merajalela. Dan bukan pula karena AKU tiada Maha Kasih kepada mereka
yang tersia sia. Akan tetapi, semua itu karena
waktunya belum sampai, sebagaimana yang telah
AKU tetapkan didalam Kitab Lauhul Mahfudz yang AKU percayakan pada Malaikat KU,
serta penuh rahasia.
4. Kemudian agar engkau tidak gampang
menyalahkan AKU Tuhanmu, serta tidak pula menjadikan kekafiran bagimu setelah
beriman, bukankah telah AKU berikan kelebihan padamu? Dengan KU bukakan pintu
hatimu, sehingga akhirnya engkau mampu menguakkan
Kitab Lauhul Mahfudz yang penuh rahasia. Yang tidak sembarang orang dapat
melakukannya. Kendatipun hal itu adalah Nabi dan Rasul, dan hanya Nabi tertentu
serta para wali KU, termasuk juga dirimu.
5. Bukankah dengan demikian itu, engkau akan dapat membaca didalam Kitab itu, tentang segala rahasia alam ini, sejak dari awal
kejadian, hingga saat-saat keakhirannya? Akan tetapi, kenapa dari sikap dan ucapanmu menunjukkan keraguan?
6. Tidak tahukah dirimu? bahwa dengan perbuatan yang demikian itu, akan bisa menyebabkan dirimu lebih kafir dari mereka
yang kafir.
7. Untuk itu,
wahai orang-orang yang sedang mendapatkan petunjuk. Sadarlah dari kekeliruanmu
selama ini. KU berikan dirimu kelebihan, bukan
untuk menentang kodratKU, serta menentang kuasaKU, dengan mengubah karma yang dialami seseorang. Kemudian
memindahkan pada orang lain, terkecuali bila karma itu telah waktunya untuk
berakhir.
8. Cukuplah bagimu mengatakan pada mereka, saat-saat karma itu berakhir. Bila waktunya tidak
lama, dan mereka masih dapat menikmatinya selagi
kematian belum tiba. Akan tetapi, bila
waktunya karma masih
lama berlalu, jangan malahan
engkau takuti mereka. Terutama, bila karmanya berakibat
buruk bagi orang itu. Dan, jangan pula sekali-kali
kau katakan segala
sesuatu, sehingga apabila
mereka tidak kuat untuk memikulnya, malahan justru akan membuat karma baru
lantaran ulahmu. Sebab dengan demikian, engkaulah nantinya yang akan
bertanggung jawab menarik karma baru mereka.
9. Jika hal itu kau lakukan, lalu kapankah ada waktu bagimu, untuk mengikis karmamu sendiri? Baik itu berupa karma
asal, maupun karma-karma baru, yang kau buat sebelum engkau mengenalKU. Ditambah
dengan karma-karma orang lain, yang terjadi lantaran
perbuatanmu.
10.
Oleh
karena itu, apabila engkau merasa tidak mampu menahan
perasaanmu lantaran kasihan, janganlah sekali kali engkau temui mereka. Atau, hindarilah sebelum mereka datang menemuimu. Apabila
engkau terpaksa menemuinya, serta tiada jalan untuk
menghindari, berilah mereka petunjuk dasar, tentang
ketuhanan, dan keimanan. Sesuai dengan tingkatan
dan kemampuan pikir mereka, didalam menerima
petunjukmu. Serta, tanamkan pula sikap yang sabar. Atau, biarkanlah mereka mencari orang lain, yang menurut persangkaannya mempunyai pengetahuan, dan ilmu yang tinggi darimu. Sebab dengan demikian, tidak akan membahayakan mereka, dan biarkanlah mereka
tidak tahu siapa dirimu sesungguhnya. Itu lebih baik, dari pada mereka mengetahui lantas menyembahmu. Apalagi, jika kemudian mengumpulkan orang-orang berduyun
duyun menemuimu. Bila sudah demikian, maka
celakalah mereka, bila diketahui oleh kaum lain,
yang tidak sependapat, dan kurang
pengertiannya. Terutama, bagi kaum yang berkuasa
lebih dulu, maka akan timbul peperangan, dan
kematian diantara kedua belah pihak, sementara engkau akan tetap selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar