Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 22 Mei 2014

JATISWARA KAWEDAR (seri 10)


1.     Lalu, masihkah belum cukup segala apa yang KU berikan padamu selama ini? Nikmat Tuhan    manakah yang masih kau ingkari? Dan bukankah segala apa yang kau inginkan hampir semuanya telah AKU cukupi, bahkan lebih cepat, sebelum niatmu terucapkan padaKU? Dan tiada pula ada kesulitan-kesulitan yang berarti, sejak dirimu telah mengenalKU secara nyata.

2.     Dan, bukankah pula hanya sebagian kecil permintaanmu yang tiada KU kabulkan, yakni segala apa yang menjadi urusanKU, tentang keberadaan dunia, tentang keakhiran zaman, tentang kemunafikan serta tentang kerusakan akhlak masing-masing anak manusia.



3.     Dan bukankah telah ber-kali-kali pula AKU firmankan, bahwa masing-masing mahkluk, tidak akan lepas dari kodrat serta iradhatnya. Apabila mereka masih belum mendapatkan balasan, bukan lantaran membiarkan mereka merajalela. Dan bukan pula karena AKU tiada Maha Kasih kepada mereka yang tersia sia. Akan tetapi, semua itu karena waktunya belum sampai, sebagaimana yang telah AKU tetapkan didalam Kitab Lauhul Mahfudz yang AKU percayakan pada Malaikat KU, serta penuh rahasia.

4.   Kemudian agar engkau tidak gampang menyalahkan AKU Tuhanmu, serta tidak pula menjadikan kekafiran bagimu setelah beriman, bukankah telah AKU berikan kelebihan padamu? Dengan KU bukakan pintu hatimu, sehingga akhirnya engkau mampu menguakkan Kitab Lauhul Mahfudz yang penuh rahasia. Yang tidak sembarang orang dapat melakukannya. Kendatipun hal itu adalah Nabi dan Rasul, dan hanya Nabi tertentu serta para wali KU, termasuk juga dirimu.


5.     Bukankah dengan demikian itu, engkau akan dapat membaca didalam Kitab itu, tentang segala rahasia alam ini, sejak dari awal kejadian, hingga saat-saat keakhirannya? Akan tetapi, kenapa dari sikap dan ucapanmu menunjukkan keraguan?

6.     Tidak tahukah dirimu? bahwa dengan perbuatan yang demikian itu, akan bisa menyebabkan dirimu lebih kafir dari mereka yang kafir.


7.     Untuk itu, wahai orang-orang yang sedang mendapatkan petunjuk. Sadarlah dari kekeliruanmu selama ini. KU berikan dirimu kelebihan, bukan untuk menentang kodratKU, serta menentang kuasaKU, dengan mengubah karma yang dialami seseorang. Kemudian memindahkan pada orang lain, terkecuali bila karma itu telah waktunya untuk berakhir.

8.     Cukuplah bagimu mengatakan pada mereka, saat-saat karma itu berakhir. Bila waktunya tidak lama, dan mereka masih dapat menikmatinya selagi kematian belum tiba. Akan tetapi, bila waktunya karma masih lama berlalu, jangan malahan engkau takuti mereka. Terutama, bila karmanya berakibat buruk bagi orang itu. Dan, jangan pula sekali-kali kau katakan segala sesuatu, sehingga apabila mereka tidak kuat untuk memikulnya, malahan justru akan membuat karma baru lantaran ulahmu. Sebab dengan demikian, engkaulah nantinya yang akan bertanggung jawab menarik karma baru mereka.


9.     Jika hal itu kau lakukan, lalu kapankah ada waktu bagimu, untuk mengikis karmamu sendiri? Baik itu berupa karma asal, maupun karma-karma baru, yang kau buat sebelum engkau mengenalKU. Ditambah dengan karma-karma orang lain, yang terjadi lantaran perbuatanmu.

10.        Oleh karena itu, apabila engkau merasa tidak mampu menahan perasaanmu lantaran kasihan, janganlah sekali kali engkau temui mereka. Atau, hindarilah sebelum mereka datang menemuimu. Apabila engkau terpaksa menemuinya, serta tiada jalan untuk menghindari, berilah mereka petunjuk dasar, tentang ketuhanan, dan keimanan. Sesuai dengan tingkatan dan kemampuan pikir mereka, didalam menerima petunjukmu. Serta, tanamkan pula sikap yang sabar. Atau, biarkanlah mereka mencari orang lain, yang menurut persangkaannya mempunyai pengetahuan, dan ilmu yang tinggi darimu. Sebab dengan demikian, tidak akan membahayakan mereka, dan biarkanlah mereka tidak tahu siapa dirimu sesungguhnya. Itu lebih baik, dari pada mereka mengetahui lantas menyembahmu. Apalagi, jika kemudian mengumpulkan orang-orang berduyun duyun menemuimu. Bila sudah demikian, maka celakalah mereka, bila diketahui oleh kaum lain, yang tidak sependapat, dan kurang pengertiannya. Terutama, bagi kaum yang berkuasa lebih dulu, maka akan timbul peperangan, dan kematian diantara kedua belah pihak, sementara engkau akan tetap selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar